Wind Flower At Gwanghwamun (1/2)


Kyuyoung - Wind Flower At Gwanghwamun

Wind flower at Gwanghwamun

Author : achan_gimbelz
Title : Wind Flower At Gwanghwamun
Cast : Choi Sooyoung
Cho Kyuhyun
And Others
Lenght : Two Shoot
Genre : sad romance
Rate : 17
Disclaimer : This is mine! Originally from my imagination. Terinspirasi dari lagunya barbie cantik Sooyoung Unni dan pangeran kegelapan /? Kyuhyun oppa yang entah kenapa bagi gue saling berhubungan *sebenernya gue paksa2in nyambung* :v
Note : Typo Everywhere !! Β ini hasil dari pikiran gue. Tidak plagiat dari manapun dan mohon tidak diplagiat oleh siapapun. *pede bgt! Kaya ada yg tertarik aja* :v Bagi knight pasti tau kan lagu nya sooyoung umma yg mendawai2 ampe bikin mewek itu? Dan lagu kyuhyun epil yg cetar badai bikin gagal mup on?!!! Nah! Gue cuma iseng aja nyatuin kedua lagu itu :p semoga suka deh yaa πŸ™‚

And here they are !!
Geuderul saranghaeyo – Choi sooyoung

Sooyoung pov

TTIIIINNN !!!!! suara klakson yang cukup memekakkan telinga itu sudah terdengar. Dan aku sudah hapal itu kerjaan siapa. Aku menyudahi sarapan ku dan berpamitan kepada eomma ku. Pagi ini kami hanya sarapan berdua karena appa dan oppa ku tercinta sedang sibuk dengan kerjaan mereka di Jepang. Appa sebagai Hwejangnim dan oppa ku sebagai Beopinjangnim. Mereka terlalu sibuk dan aku membenci kesibukan mereka.

“Eomma, aku berangkat dulu” ucapku lalu mendekatinya dan mencium kedua pipinya. “Hati-hati” jawab eomma dan balas mencium keningku. Aku mengangguk dan meninggalkannya. Berjalan menuju luar rumah dan masuk kedalam mobil jemputan ku alias mobil sahabatku Yoona..

Aku menutup pintu mobil dengan cukup keras dan aku yakin Yoona pasti akan marah tapi aku tidak peduli. “Yak! Bisa pelan-pelan tidak? Kau itu wanita tapi kenapa kasar sekali?” Protesnya dan aku benar kan? “Sudahlah! Toh pintunya juga tidak lepas dari tempatnya kan? Sebaiknya kau jalankan saja mobilmu” ucapku malas sambil memasang seat belt. “Oh damn! Kau fikir aku ini supir mu huh?” Ucapnya sambil melotot. Lucu!

“Aku tidak bilang begitu, tapi kalau kau mau menganggap dirimu seperti itu ya terserah. Aku rasa kau akan jadi satu-satunya supir tercantik didunia!” Balasku cuek. “Kurang ajar! Wajah cantik seperti ini harusnya jadi model bukan supir! Haha” dan tingkat kepedannya mulai meningkat lagi. Aku hanya tersenyum jengah menanggapinya.

“Kau kenapa? Apa ada masalah?” Dan dia merubah ekspresinya menjadi sedikit serius. “Tidak ada apa-apa” balasku cuek. “Kyuhyun mengerjaimu lagi?” Tebaknya. Aku menggeleng. “Apa penyakitmu lebih parah?” Tanyanya lagi dan aku menggeleng lagi. “Apa karena appa dan oppa mu?” Aku terdiam. Karena tebakannya benar. “Wae?” Dan dia akan bertanya terus jika aku belum menceritakannya. “Aku benci sepi. Dan pagi ini aku hanya sarapan berdua dengan eomma” jawabku sedikit kesal. “Bukankah memang sudah biasa kau selalu sarapan berdua dengan eommamu. Lalu apa masalahnya?” Tanyanya lagi. “Karena aku merindukan mereka” batinku. Aku menghembuskan nafasku kasar. Mencoba meredam kesal akibat rasa rinduku pada appa dan oppa ku. Entah kenapa belakangan ini aku sangat merindukan mereka. Dan terkadang timbul rasa takut bahwa aku akan meninggalkan mereka. Ugh! Kenapa aku jadi sensitif begini?

“Soo-”
“Sudahlah! Jalankan saja mobilmu! Kau mau kita terlambat?” Aku memotong ucapannya yang ku yakini akan berakhir lama. “Hehehe. Baiklah! By the way, kau sudah punya rencana buat balas dendam dengan kyuhyun?” Tanyanya lagi. Aiish anak ini!

“Molla. Otakku lagi buntu. Lihat saja nanti” jawabku. “Huuh! Payah! Nanti keburu dia yang ngerjain kau duluan! Kau harus-” “CEPAT JALANKAN MOBILNYA IM YOONA!!!” Ucapku sedikit berteriak -ah- atau aku memang berteriak? “Hehehe. Baiklah. Baiklah. Tahan emosimu nona choi!” Ucapnya lalu menginjak pedal gas nya. Meninggalkan rumahku dan menuju kampus yang harusnya sudah sampai sejak tadi. Terkadang, aku harus punya kesabaran ekstra untuk bersahabat dengan Yoona.

Ah, iya! Kalian sudah mengenalku? Jika belum, let me introduce my self! Namaku Choi Sooyoung. Mahasiswa semester akhir yang sebentar lagi akan menjalani sidang skripsi. Sangat suka musim panas. Karena hanya di musim itu aku bisa berlibur sepuasnya dan menghabiskan waktu full dengan keluargaku. Dan aku bersahabat dengan Im YoonA. Teman seperjuangan ku sejak lahir karena kami lahir ditahun yang sama. Dan dia sangat mengenalku luar dalam.

Dan aku punya seorang musuh bebuyutan sejak zaman junior high school dulu. Namanya Cho Kyuhyun. Namja evil, iseng luar biasa tapi tampan. Meski tampan, tapi wajahnya ada bekas jerawat. Tapi dia sangat genius. Dia sering juara olympiade saat junior atau senior high school dulu. Dia juga pintar bernyanyi dan bermain musik.

Dan entah kenapa aku dan dia selalu berada di sekolah dan kelas yang sama. Bahkan sampai kuliah pun kami satu jurusan dan satu kelas juga. Yoona bilang aku dan dia berjodoh. Tssk! Mana mungkin? Aku dan dia saja tidak pernah akur. Tapi, aku memang menyukainya sejak dulu. Apa terlihat jelas sampai Yoona berkata seperti itu?

Dan ada satu lagi fakta tentangku. Aku mengidap penyakit kanker otak stadium akhir. Dan kata dokter hidupku sudah tidak lama lagi. Kurasa itu benar. Karena akhir-akhir ini penyakit sialan ini makin menggerogoti tubuhku. Aku sering mimisan dan rambutku sudah mulai rontok. Bahkan terkadang aku tidak bisa menggerakkan anggota tubuhku. Dokter bilang, kanker itu sudah menyebar ke seluruh syaraf otakku sehingga menyebabkan tubuhku tidak bisa digerakkan. Ya begitulah yang dikatakan dokter yang author tidak mengerti hingga susah mendeskripsiknnya :’v

Dan tentang penyakit ku ini, hanya keluarga ku dan Yoona yang tahu. Tuhan, bolehkah aku meminta panjangkan umurku? Setidaknya sampai aku lulus kuliah. Dan melihat seluruh keluargaku berkumpul dihari kelulusanku. Hanya itu. Semoga Engkau mengabulkan permintaanku ini.

***

Author pov

Sooyoung sedang berjalan menuju kantin. Berniat menghampiri Yoona yang sudah menunggunya sejak tadi. Jika saja mengurus skripsi itu semudah membuat lirik lagu, mungkin itu hal yang mudah bagi Sooyoung. Dan dia tidak perlu berdiskusi lama-lama dengan dosen pembimbingnya itu dan harus rela menahan lapar berjam-jam. Skripsi tak semudah itu~

“Hallo nenek sihir!” Tiba-tiba Sooyoung dikagetkan oleh seseorang saat dia berbelok di koridor kampus. Karena terlalu terkejut, dia melayangkan pukulan dengan setumpuk buku dan hardcopy skripsinya yang ada ditangannya.

“Aaawww!!!” Namja itu meringis kesakitan sambil mengelus keningnya yang sedikit memerah. “Sakit bodoh!” Ucap namja itu, yang ternyata adalah Kyuhyun. “Rasakan! Itu akibatnya jika kau mengagetkanku!” Balas sooyoung.

Ia pun beranjak pergi meninggalkan kyuhyun tapi dicegah oleh namja itu. “Minggir kau!” Ucap Sooyoung galak -ah- sebenarnya pura-pura galak karena sekarang ia merasa jantungnya berdebar akibat tangan Kyuhyun yang memegang lengannya dan jarak wajah mereka cukup dekat.

“Tidak semudah itu nenek sihir! Kau harus bertanggung jawab karena sudah membuat kening indahku ini berdenyut!” ucap kyuhyun dengan sorot mata yang tajam. Bukannya takut, Sooyoung malah membalas tatapan tajam itu. “Memangnya aku peduli? Urus saja sendiri kening berjerawatmu itu, pangeran kodok!”

“Oh! Kau makin berani denganku rupanya, huh?” Ucap Kuhyun sambil mendekatkan lagi wajahnya dan nyaris saja hidung mereka bersentuhan. Dan sial! Posisi ini membuat Sooyoung semakin gugup. Semoga saja Kyuhyun tidak menyadari rona merah yang mungkin timbul di pipi chubby milik Sooyoung.

“Memangnya sejak kapan aku takut padamu setan?” Balas Sooyoung, berusaha memasang mimik normalnya layaknya orang marah. “Ttsskk! Tentu saja kau tidak takut pada setan karena kau pun adalah setan!” Ucap Kyuhyun seduktif didepan wajah sooyoung. Untung saja koridor kampus sedang sepi. Jika ramai, entah apa yang orang lain fikirkan atas kelakuan dua setan yang sedang berduet ini. Meskipun mereka tahu dua setan ini selalu saja bertengkar bagaikan tom and jerry. Namun, bagi mereka yang “jeli” akan menganggap bahwa pertengkaran mereka ini adalah wujud dari rasa saling suka bukan hanya pertengkaran antar musuh bebuyutan semata.

“Ya.ya terserah apa katamu sajalah. Aku sedang malas berdebat dengan mu. Jadi, lebih baik sekarang kau lepaskan tanganmu!” Ucap Sooyoung dengan raut yang benar-benar serius. Dan Kyuhyun tahu itu. Kyuhyun menelisik wajah sooyoung dengan teliti dan ada sedikit perubahan pada wajah itu. Lebih pucat dan mata yang dulu sangat tajam kini sedikit sayu. Mata indah yang selalu Kyuhyun suka. Mata yang selalu berani menantang tatapannya. Hanya dengan mata indah itu bisa membuat hati Kyuhyun bergetar.

“Ku bilang lepaskan tanganku Cho Kyuhyun!” Ucap Sooyoung lagi. Dan saat itu juga Kyuhyun melepaskan tangannya dari lengan sooyoung. Dia tahu, jika Sooyoung sudah menyebutkan nama nya tanpa embel-embel ejekan lainnya, itu berarti Sooyoung benar-benar sedang serius.

Meski sudah melepaskan tangannya, namun kyuhyun tidak menjauhkan jarak wajahnya. Karena dia masih betah memandangi mata indah milik sooyoung yang entah kenapa sekarang malah terlihat ada setitik kesedihan disana. Sooyoungpun pergi setelah dia menatap Kyuhyun sebentar. “Ada apa denganmu Sooyoung-ah?” Batin Kyuhyun bertanya-tanya.

***

Kyuhyun pov

Ada apa dengan sooyoung? Kenapa sepertinya dia berubah. Dia jadi lebih sedikit “pendiam” daripada sooyoung yang dulu. Dan aku tidak suka dia yang seperti ini. Aku lebih suka dia yang galak, dia yang jutek, dia yang selalu membalas perkataanku dengan ejekannya, dan dia yang selalu membalas kejahilanku dengan kejahilannya juga.

Aku ingin dia yang seperti dulu saat kami masih senior highschool. Ketika aku mengerjainya dengan melemparkan kulit pisang kearahnya yang membuat dia jatuh terjengkang dan dia mngerjaiku balik dengan menggantung tas ku di tiang bendera.

Saat dia sengaja memasukkan chili saus di minumanku dan aku membalasnya dengan memasukkan cuka sebanyak mungkin kedalam air mineralnya. Sehingga membuat dia muntah seketika.

Saat kami sama-sama saling menjebak saat ujian nasional yang malah berujung membuat kami dikeluarkan dari ruang ujian. Tapi untungnya, kami berdua sudah menyelesaikan jawaban kami sehingga kami tidak perlu khawatir karena soal sudah dijawab semua dan kami malah bersyukur karena dikeluarkan dari ruangan lebih cepat.

Ahh, kenapa aku jadi flashback seperti ini? Ada apa dengan otakmu cho kyuhyun?
Lebih baik aku ke kantin saja. Sepertinya perutku kosong hingga membuat otakku tidak bekerja dengan baik.

Aku pun ke kantin. Dan aku melihat sooyoung yang baru saja ditinggalkan oleh yoona. Sepertinya temannya itu punya jadwal kelas lain atau apalah hingga tidak bisa menemani sooyoung dikantin. Yang pasti hal itu membuat sooyoung kesal sampai-sampai sooyoung meengerucutkan bibirnya. Membuatnya terlihat lucu.

Eh? Tunggu! Apa baru saja aku bilang sooyoung lucu? Sepertinya otakku sudah sedikit bergeser dari tempatnya. Atau efek dari perut laparku? Sepertinya iya! Dan aku memilih duduk tepat dibelakang sooyoung. Tapi aku yakin dia tidak menyadari keberadaanku karena posisinya yang membelakangiku.

Ku dengar dia bergumam sebentar dan tak lama dia berbicara dengan seseorang. Bukankah tadi dia sendirian? Aku melirik kearahnya. Ku lihat dia sedang skyping dengan oppanya. Choi siwon. Kenapa aku tahu? Tentu saja. Karena aku dan choi siwon hyung pernah satu tim basket dan dia lah kapten nya.

“Oppaaa, kapan kalian kembali ke Korea? Sidang skripsi ku akan dilaksanakan dua minggu lagi” ucapnya. Apakah dia sedang merajuk pada oppa nya itu? Ciih..

“Kau tenang saja. Minggu depan oppa dan aboeji akan pulang. Karena saat ini kami sedang menyelesaikan sedikit masalah di perusahaan” jawab Siwon hyung. Beruntung kantin sedang sepi dan posisi dudukku benar-benar dekat dengan sooyoung. Jadi aku bisa menguping pembicaraan mereka.

“Jadi, kalian lebih mementingkan perusahaan daripada aku?” Sooyoung terdengar emosi
“Bukan begitu maksud oppa. Aboeji hanya ingin menyelesaikan semua urusan disini dahulu. Agar kita bisa lebih lama di Korea dan tidak harus diganggu oleh masalah disini lagi. Mengertilah saengie!” Pelas siwon.

“Kenapa kalian selalu meminta pengertianku? Tapi kalian tidak pernah mau mengerti aku! Kau tahu kan kondisi ku bagaimana? Aku hanya butuh kalian disisiku. Menemaniku sebelum aku pergi” ucapnya lagi. Apa maksudnya? Apa dia akan pergi jauh?

“Arrasseo. Tapi youngie, aboeji bilang-”
“Bilang pada appa aku membenci kalian!” Ucapnya kesal lalu menutup laptopnya kasar. Dan ku dengar isak tangisnya. Sebenarnya dia itu kenapa? Kenapa dia sangat ingin siwon hyung dan appa nya pulang. Menemaninya sebelum dia pergi? Aiish. Kenapa aku jadi penasaran seperti ini?

Aku berbalik menghadapnya. Ku lihat bahunya bergetar hebat dan isakan tangisnya terdengar memilukan. Dan kenapa hatiku ikutan sakit mendengar suara tangisnya itu? Terbesit rasa ingin memeluk tubuh kurus itu. Memberikan sedikit tempat untuk menumpahkan kesedihannya. Tapi, rasa gengsiku menolak hal itu.
Aku menghampirinya dan berdiri disebelahnya. “Hei nenek sihir! Kau kenapa huh?” Aku mencoba meledeknya. Hey! Bukannya aku jahat ya! Hanya saja aku tidak tahu bagaimana cara menghiburnya. Menghibur musuh mu sendiri? Ttssk! Yang benar saja!

Dia menghapus air matanya dan menatap lurus ke depan. Dan entah kenapa aku tidak suka dia tidak melihatku. Aku tidak suka dia mengabaikanku!
“Pergilah!” Ucapnya dengan nada datar namun tegas dan lagi, aku tidak suka nada bicaranya yang seperti itu. “Kau fikir kau siapa macan betina? Ini tempat umum. Siapa pun boleh disini” balasku dengan nada mengejek.

Dia membereskan barang-barangnya dan memasukkan laptopnya kedalam tasnya. Dan dia beranjak pergi. Lagi-lagi aku menahan lengannya. “Kau mau kemana huh? Urusan kita belum selesai!” Ucapku. “Lepaskan tanganmu!” Ucapnya masih dengan nada datar dan semakin membuatku memegang lebih erat lengannya. “Tidak semudah itu kau lepas dariku wanita-” belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, dia memotongnya dengan berteriak didepanku. “AKU BILANG LEPASKAN TANGANKU CHO KYUHYUN!” nafasnya terengah dan bibirnya sedikit bergetar. Aku tahu dia sedang marah semarahnya orang marah. Tapi, sorot matanya menyiratkan kesedihan.

Dan aku terbelalak kaget. Bukan karena teriakannya itu, tapi karena ada darah yang keluar dari hidungnya. “Hi-hidungmu berdarah sooyoung-ah!” Ucapku terbata karena terlalu kaget. Dia mengelap darah itu dengan punggung tangannya. Dia pun terbelalak dan tangannya sedikit bergetar melihat darah itu.

Aku mengambil tissue yang tersedia di meja kantin dan mengelap darah yang masih keluar dari hidung sooyoung itu. “Lepaskan! Aku bisa sendiri” ucapnya galak dan mengambil alih tissue itu. Setelah itu, dia pergi meninggalkanku.

“Sebenarnya kau kenapa sooyoung-ah?” Ucapku lirih sambil menatap punggungnya yang semakin menjauh.

***

Author pov

Sudah tiga hari Sooyoung tidak masuk kuliah padahal skripsinya masih harus ada yang dibahas dengan dosen pembimbingnya. Semenjak kejadian terakhir bersama Kyuhyun, penyakitnya bertambah parah. Namun ia bersikeras tetap dirumah saja. Tidak mau dirawat di rumah sakit. Membuat Nyonya Choi pasrah menuruti keinginan putri bungsunya itu.

“Chagi-a, kita kerumah sakit saja ya! Kau harus mendapat perawatan khusus dari dokter. Eomma tidak mau terjadi sesuatu padamu sayang” ucap Ny. Choi sambil membelai rambut kecoklatan milik Sooyoung yang dua hari lalu dipotong pendek.

Dia belum mau membotakkan kepalanya. Meski dia sudah menjalani kemoterapy tiga kali dan masih harus beberapa kali lagi menjalaninya. Ny. Choi menatap sendu putrinya yang terbaring lemah dikasurnya.

“Eomma, aku tidak butuh perawatan dokter. Aku hanya butuh eomma, appa dan oppa disini. Merawatku dengan kasih sayang kalian. Hanya itu yang ku butuhkan eomma” ucap sooyoung parau. Mencoba tersenyum yang nyata nya sangat dipaksakan. Padahal, untuk membuka matanya dengan sempurna saja dia tidak bisa.

“Tapi sayang, kau harus dapat perawatan. Eomma tidak tega melihatmu menahan sakit seperti ini” ucap Ny. Choi lagi dan setitik air mata jatuh dipipinya. “Uljimarayo eomma” ucap sooyoung sambil menghapus jejak air mata eommanya dengan ibu jarinya. Bahkan tanpa dia sadari, dia pun juga ikut menangis.

“Aku tidak butuh dokter. Aku hanya butuh appa dan oppa sekarang. Aku hanya butuh keluargaku sekarang. Hanya itu eomma” ucap sooyoung lemah.

“Kami disini sayang!” Tiba-tiba terdengan suara Tn. Choi. Beliau langsung menghampiri sooyoung dan mencium kening sooyoung. Membuat sooyoung memejamkan mata dan air matanya jatuh lagi.

“Appa! Aku fikir appa tidak akan pulang dan lebih mementingkan pekerjaan” sooyoung mengerucutkan bibirnya yang pucat. Membuat Tn. Choi tersenyum miris. Karena biasanya, sooyoung akan bersikap manja jika sedang merajuk seperti ini, tapi sekarang dia hanya bisa terbaring lemah dengan wajah pucatnya.

“Kita kerumah sakit ya?” Ucap Tn. Choi membujuk. Orang tua mana yang tidak sedih hatinya melihat anak mereka sakit? Apapun akan dilakukan oleh orang tua agar anaknya bisa sembuh. Termasuk Tuan Choi. Bahkan tuan Choi sudah meminta pihak rumah sakit untuk mendatangkan dokter spesialis kanker terbaik di dunia untuk melakukan operasi.

“Aku tidak mau appa. Aku tidak butuh perawatan dan obat-obatan itu. Aku hanya butuh kalian disini. Karena kalian lah obat ku” sooyoung berkata tulus. Dan senyum manis tersungging di bibirnya.

“Dasar keras kepala!” Ucap seorang namja berperawakan tinggi dan berupawan tampan bagaikan dewa yunani itu. Choi siwon.

“Oppa! Kemarilah! Aku ingin memelukmu” ucap sooyoung. Siwon berjalan mendekati ranjang sooyoung dan naik ke sisi ranjang sooyoung yang kosong. Sooyoung memeluk erat tubuh siwon. Biasanya, mereka akan beradu mulut dan pertengkaran kecil menghiasi kedekatan mereka. Tapi sekarang tidak. Hanya ada kedekatan yang akrab penuh kasih sayang namun terselip kesedihan yang tersamarkan.

“Oppa, nan jeongmal bogoshippo” ucap sooyoung ditengah pelukan mereka. “Nado saengie! Nado jeongmal bogosippo!” Jawab siwon sambil memejamkan matanya. Berusaha menahan air matanya agar tidak keluar. Sooyoung pun melepas pelukannya. Menatap sekelilingnya. Eomma,appa dan oppanya ada disini sekarang. Keluarganya ada disisinya.

Siwon menggenggam sebelah tangan sooyoung. “Kau tidak makan dengan baik yah? Kenapa tubuhmu makin kurus saja seperti lidi? ” Siwon mencoba bercanda. “Yak! Apa yang kau katakan hah?” Sooyoung kesal dan mencoba memukul kepala siwon dengan tangannya yang bebas. Namun, ia tidak bisa menggerakkan tangannya itu.

“Kau kenapa sooyoung-ah?” Tanya siwon saat melihat hal ganjil pada sooyoung. Dia hanya bisa menggerak-gerakkan bahunya dan tangannya terlihat kaku. “Oppa, ta-tanganku tidak bisa digerakkan!” Ucap sooyoung panik. “Mwo?” Keluarganya kaget. “Apa maksudmu sayang?” Tanya Tuan Choi. “Tanganku tidak bisa digerakkan appa!” Jawab sooyoung frustasi dan terus mencoba menggerakkan tangannya. Namun sia-sia.

“Kita ke rumah sakit sekarang!”

 

TBC

 

eotteokhae ????

Ancur banget KAAAANNN ???? niatnya mau dibikin oneshoot tapi karena kepanjangan, gue jadiin two shoot deh. hahahaha πŸ˜€

keep like and comment guys πŸ™‚

kamsahamnida *bow*paiiiii ^^/

Advertisements

52 thoughts on “Wind Flower At Gwanghwamun (1/2)

  1. kyaaa bener banget, lagu mereka emang kaya saling menghubung (?) gitu wkwk
    aku udah bikin video n lagu mereka yg ku buat jadi satu,, keren dah, tp ku kurang pinter edit, jd cuma ku sambung-sambungin aja *curcol* πŸ˜€

    FF author daebak, lanjut terus karyanya πŸ˜‰
    ditunggu lho lanjutannya..

    Like

  2. duhh.. kasihan banget soo..
    semoga keluarga nya lebih memperhatikannya & semoga kyu menyadari perasaan nya pada soo..
    ditunggu next part nya eonni.

    Like

  3. sooyoung jangan kenapa2 dong plis seenggaknya jangan sampe musuh bebuyutannya aka orang yg disukainnya engga tau apapa masalah penyakitnya *lirik kyuhyun oppa*

    Like

  4. Pingback: (Another Story) Wind Flower At Gwanghwamun | bolang famous team !

  5. Pingback: [Link FF] Wind Flower at Gwanghwamun (1/2) | Kyuyoung Shipper Indo

  6. ya ampunnnn sedih bgt.. jgn bikin sad ending donk masa di dunia nyata dan di ff kyuyoung gak bersatu.. bikim happy ending ya.. yayayaya jeballll

    Like

  7. Pingback: Wind flower at Gwanghwamun (2/2) | bolang famous team

  8. anyyeong thor q reader baru .. ijin baca ff ya soalnya baru tau n bru liat blog ni …
    ff nya kyaknya sad ending … pngen gk baca soalnya takut uri kyuyoung gk bisa brsatu. . tp pnasaran bgt …. akhirnya jd pngen mewekk deh .. kren feelnya dapet bgt … lanjut baca part 2

    Like

  9. anyyeong thor q reader baru
    baru liat blog ni n ijin baca ff kyuyoung ya ..
    ff ni feel nya dapet bgt kren jd ikut sedihhh …
    smga gk sad ending … lanjut

    Like

  10. anyyeong thor q reader baru ..
    ijin baca ff kyuyoung ya . maaf bru liat blog ni ….
    ff nya sedih bgt . tp kerennn … lanjut

    Like

  11. haiii …
    anyyeong thor q reader baru ..
    ijin baca ff kyuyoung ya . maaf bru liat blog ni ….
    ff nya sedih bgt . tp kerennn … lanjut

    Like

  12. sedih dr kmren komen gk bisa trus
    Anyeong q reader baru .. ijin liat n bca ffnya ya thor ….
    wah feelnya ok bgt …. smga gk sad ending

    Like

DON'T BE SHY, LEAVE A COMMENT!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s