(Another Story) Wind Flower At Gwanghwamun


kyuhyun at gwanghwamun

(Another Story) Wind Flower At Gwanghwamun

Author : Achan_Gimbelz

Tittle : (Another Story) Wind Flower At Gwanghwamun

Cast : Choi Sooyoung

Cho Kyuhyun

Lenght : oneshoot

Rate : 17

Disclaimer : This is mine! Originally from my mind. Tidak plagiat dari manapun dan mohon tidak diplagiat oleh siapapun! πŸ™‚ OOC untuk kepentingan cerita.

Note : ini aku bikin another story of wind flower at gwanghwamun. Isinya Kyuhyun’s side semuanya. Karena di cerita sebelumnya, part Kyuhyun sedikit sekayii. Maka dari itu, aku bikin another story ini.seperti biasa, siapkan kantong kresek buat jaga2 kalo mual. Soalnya ini panjaaaang sekali dan membosankan~

Semoga suka dan happy reading gaes πŸ™‚

Baca Wind Flower at Gwanghwamun sebelumnya disini > Part 1 Part 2 <

And here, their love story began !!

Kau adalah orang pertama yang membuatku gugup

Hanya kau seorang

Kau yang terlihat cantik dibanding siapapun

Tapi kenapa kau meninggalkanku? – Cho Kyuhyun

All Pov is Kyuhyun’s

Summer, 2002

Tahun ajaran baru dimulai. Kini, aku mmemasuki ‘dunia baru’. Diusia yang beranjak remaja. Aku masuk ke dalam sekolah baruku. Sekolah junior high school ku ini lebih besar dari sekolah dasar ku dulu. Aku memandang ke sekitar. Ada lapangan basket yang luas. Pasti seru jika aku bermain dilapangan itu! Batinku senang.

BRUUUKK

Seseorang menabrakku. Dan kami sama-sama terjatuh. Aku mengerang kesakitan karena sikutku berdarah. Dia membantuku berdiri dan meminta maaf. “Mianhae. Jeongmal mianhae” ucapnya sambil membungkuk berkali-kali dihadapanku.

Aku menatapnya dan seketika aku terpesona. Seorang yeoja manis berdiri dihadapanku. Dia lebih tinggi dariku. Mata nya bulat dan bersinar. Rambutnya pendek dibawah telinga. Cantik!

Aiish! Apa yang kau fikirkan Cho Kyuhyun? Dia sudah membuatmu jatuh dan siku mu terluka. Aku meringis kesakitan sambil memegang siku ku ini. Dia menatapku sambil melotot. “Astaga! Kau terluka?” Ucapnya terkejut.

“Ya! Ini semua karena mu!” Ucapku kesal. “Hehehe. Mianhae! Aku kan tidak sengaja” ucapnya sambil nyengir kuda. “Cish! Menyebalkan!” Aku menggerutu lagi. “Ikutlah denganku! Aku akan mengobati lukamu itu” tiba-tiba dia menarikku dengan paksa.

“Tidak perlu! Nanti juga lukaku sembuh sendiri” aku menolak. “Isshh! Kau ini! Eomma ku bilang jika tubuh kita terluka harus cepat-cepat diobati!” Ocehnya lagi. “Maka dari itu, ikutlah denganku! Biar ku obati lukamu itu agar tidak infeksi. Kajja!” Lanjutnya lagi dan dia menarikku dengan kasar. Membuat ku berteriak kesakitan.

Kami tiba ditaman belakang sekolah dan duduk dibawah pohon. Taman yang sejuk! Batinku lagi. Aku menatap yeoja itu yang sedang mengeluarkan kotak p3k dari dalam tasnya. Dia membawa itu kesekolah?

“Kemarikan siku mu!” Perintahnya. Dengan malas aku mengulurkan siku ku. Dia mengoleskan alkohol dilukaku. Membuatku meringis kesakitan lagi. “Bisa pelan-pelan tidak? Sakit tahu!” Omel ku. “Issh! Kau ini bawel sekali sih? Tahanlah sedikit! Kau ini kan namja, masa begini saja kau kesakitan!” Balasnya.

“Yak! Kau yang sudah membuatku seperti ini nona! Seharusnya kau bertanggung jawab!” Ucapku kesal. “Kau tidak lihat aku sedang mengobati lukamu? Ini berarti aku sedang bertanggung jawab bodoh!” Dia mencibirku. Eh? Iya juga yah? Dia kan sedang mengobatiku. Kenapa aku jadi bodoh seperti ini? Batinku. Aku terdiam dan dia melanjutkan lagi mengobati lukaku.

“Siapa namamu namja gendut?” Dia bertanya. Tapi kenapa harus mengejekku juga? Sial!. “Aku Cho Kyuhyun” jawabku. “Oh. Jadi namamu cho kyuhyun” begitu saja tanggapannya? Harusnya yeoja kurus ini menyebutkan namanya juga.

“Cha! Sudah selesai!” Ucapnya setelah menempelkan plester pada luka ku. Aku menatapnya yang sedang memasukkan kotak p3k nya kembali. “Kau murid baru disini?” Tanya ku. Dia mengangguk ” aku kelas 1-A”. Kelas satu-A? Bukankah itu kelasku?

“Sudah dulu yah! Aku mau ke kelas. Sebentar lagi bel masuk akan berbunyi. Sampai jumpa lagi namja gendut!” Ucapnya lalu pergi meninggalkanku. Dan saat itu juga bel masuk berbunyi.

***

Summer 2005

Waktu masih terus berputar. Memberikan banyak kenangan dan membuat harapan dimasa depan. Berharap masa depan yang lebih cerah lagi.

Aku memasuki kelas baru ku. Suasana kelas 1-1 ini begitu ramai. Aku memilih tempat duduk paling pojok belakang. Jika saat junior school dulu aku selalu memilih tempat paling depan, tapi di senior high school ini tidak. Aku ingin suasana yang berbeda.

Suara tawa yeoja yang sangat berisik cukup menggangguku. Aku tahu itu suara siapa. Choi Sooyoung dan juga Im Yoona. Dua sejoli yang tak terpisahkan sejak dulu, begitulah mereka dikenal. Dan tahun ini aku satu sekolah lagi dengannya.

Mungkin takdir sedikit ikut andil dalam hal ini, tapi tidak sepenuhnya. Karena aku lah yang memutuskan untuk satu sekolah dengan sooyoung lagi. Sebenarnya, orang tuaku menyuruhku untuk sekolah diluar negeri. Tapi aku menolaknya. Karena ku fikir, aku masih SHS jadi tidak perlu sampai sekolah ke luar negeri. Dan jika aku ke luar negeri, itu artinya aku tidak bisa bertemu dengannya. OH NO !!!!!!

Aku menatapnya ditempat dudukku sambil menyilangkan kedua tangan didepa dada. Dia berhenti tepat dihadapanku dengan tatapan bingung dan kaget. Aku tahu, dia pasti terkejut melihatku ada disekolah dan kelas yang sama dengannya lagi.

“Kenapa kau bisa ada disini setan? Bukankah kau pindah keluar negeri?” Ucapnya. Dan ekspresinya masih sama seperti dulu. Ekspresi lucu jika dia sedang kebingungan.

“Memangnya kenapa? Masalah buatmu?” Tanyaku. “Ya! Masalah yang sangat besar!” Ucapnya galak. “Dan bersiaplah menghadapi masalah itu!” Ucapku dengan smirk khas diriku. Dia hanya menatapku dengan kesal dan mencari tempat duduk didepan. Mengusir seorang namja berkaca mata dengan rayuan manisnya. Dasar macan betina!

Setelah dia duduk, dia kembali menatapku. Aku pun membalas tatapannya. “Bersiaplah untuk melanjutkan perang kita, choi sooyoung!” Ucapku lewat tatapanku. Dan ku rasa dia juga membalas ucapanku dengan tatapan tajamnya. Aku suka ini!

_oOo_

Aku dan tim basket ku sedang beristirahat dipinggir lapangan. Kami baru saja selesai latihan. Ku lihat Choi Sooyoung menghampiri kami. Ah, lebih tepatnya menghampiri Choi Siwon. Oppa kandungnya yang merupakan ketua tim basket sekolahku ini.

“Annyeong oppadeul” ucapnya ramah menyapa para sunbae ku di tim basket ini. “Annyeong sooyoung-ah!” Para sunbae ku membalas. Dia tersenyum cerah, tapi seketika senyumnya berubah menjadi cibiran ketika dia melihatku. Sial!

“Dia masuk tim mu lagi oppa?” Tanya nya sambil menunjuk kearahku. Siwon hyung mengangguk “ya. Memangnya kenapa?”. “Memangnya tidak ada yang lain lagi? Kenapa harus dia lagi yang masuk tim basket sekolah kita?” Ucapnya. Sial! Dia merendahkanku didepan para sunbaeku? Lihat saja nanti balasanku choi sooyoung!

“Kami memilihnya karena dia memang bagus mainnya, youngie!” Jawab siwon hyung. Dia memang selalu membela ku jika sooyoung menghina ku tentang permainan basketku. “Itu benar uri barbie! Kyuhyun memang jago sekali main basket. Maka dari itu kami memilihnya” ucap eunhyuk hyung. Apa-apaan dia itu? Memanggil sooyoung dengan uri barbie? Menggelikan! Dia itu sooyoung ku! Eh?

“Ya.ya.ya~ terserah kalian saja lah! Kalian sudah selesai kan latihannya? Ayo pulang oppa!” Ucapnya. “Eh? Kau tidak pulang dengan Yoona?” Tanya Siwon hyung lagi. “Hari ini tidak. Yoona baru saja mendaftar di klub drama. Dan katanya dia langsung ada latihan untuk pentas bulan depan” ucapnya lagi.

“Tidak menunggu?” Tanya siwon hyung lagi. “Tidak. Hari ini aku capek sekali jadi aku pulang duluan saja” jawabnya. “Tumben sekali? Lalu, kau sendiri ikut klub apa?” Siwon hyung bertanya lagi. Aku yakin, sooyoung pasti kesal. “Aku ikut klub dance. Kau ini banyak sekali bertanya oppa! Mau pulang sekarang atau tidak? Kalau tidak, aku akan pulang sendiri!” Jawabnya dengan kesal. Benar kan kataku?

“Baiklah. Baiklah! Kita pulang sekarang!” Ucap Siwon hyung. Kami semua tertawa karena sikap siwon hyung yang ketakutan karena dimarahi adiknya yang super galak itu. Yeoja itu! Masih saja sama seperti dulu. Galak, sadis tapi tetap terlihat cantik dimataku.

Siwon hyung berdiri dan pamitan pada kami. “Aku pulang dulu, besok kita latihan lagi! Annyeong!” Siwon hyung pun pergi dengan sooyoung yang hanya mengucapkan kata “bye!”. Aku menatap nya dari tempatku duduk. Melihatnya yang sedang dirangkul oleh Siwon. Dan itu cukup membuatku sedikit kesal. Kenapa mereka bisa sedekat itu? Tentu saja cho kyuhyun! Mereka kakak-adik! Sedangkan dirimu siapa? Oh, damn!

***

Februari 2008

Tahun berganti, dan aku pun sekarang memasuki semester akhir. Beberapa bulan lagi aku akan ujian nasional dan masuk universitas. Kenapa waktu terasa begitu cepat? Sebentar lagi aku akan lulus dari sekolah ini dan akan berpisah dari choi sooyoung. Tapi kenapa aku sedih? Ada apa dengan perasaanku ini?

Aku memakirkan motor sport ku. Dan saat aku berjalan dekat sebuah mobil tiba-tiba..

BBUUKK!!!

Seseorang membuka pintu mobilnya dengan kasar. Membuatku mengerang kesakitan karena pintu itu menghantam tubuhku cukup kencang hingga aku terjungkal ke tanah.

“Uppss! Sorry yah! Aku tidak sengaja! Lagipula, kau juga bodoh sih! Mau jalan tidak lihat-lihat dulu!” Seorang yeoja keluar dari mobil itu yang ternyata adalah sooyoung. Sial! Ternyata dia biang keroknya. Dia tertawa mengejekku.

“Dasar sial kau ya! Sudah jelas tadi kau yang buka pintu tidak lihat-lihat!” Balas ku. “Oh iya! Tadi aku tidak melihatmu lewat. Aku kira kau bukan manusia” balasnya lagi. “Halah! Memang dasarnya saja mata mu itu katarak!” Balasku. “Whatever! Memangnya aku peduli? Hahaha” ucapnya lalu pergi bersama sahabatnya itu meninggalkanku. Yeoja ini benar-benar gila!

Setelah beberapa jam pelajaran selesai, bel istirahatpun berbunyi. Aku sedang berjalan dikoridor sekolah sambil memakan pisang. Ku lihat Sooyoung dan Yoona sedang tertawa terbahak dari arah berlawanan denganku. Seketika aku mendapatkan ide. Aku tersenyum licik dan menghabiskan pisangku dengan cepat. Menyisakan kulit pisang dan kusembunyikan dibelakang badanku.

Saat sooyoung sudah dekat denganku, aku menghadang jalannya tepat dihadapannya. Dia menatapku tajam. Diam-diam aku menjatuhkan kulit pisang itu dari genggamanku. Sooyoung tidak menyadari itu karena dia masih mentapku. Sedangkan yoona hanya menatapi kami.

“Minggir kau!” Ucapnya galak. Aku pun menyingkir dari hadapannya dan berkata “hati-hati!”. Dia hanya menatapku aneh dan-

BRUUKK!!

“AAWWW!!!!” Sooyoung pun jatuh begitu juga dengan yoona. Mereka mengerang kesakitan dan aku tertawa puas. “Memang enak jatoh kejengkang!” Ucapku disertai tawa bahagia. Aku sangat puas mengerjainya didepan umum begini. Bukan hanya aku, tapi juga banyak siswa yang menertawakan mereka. Rasakan itu choi sooyoung!

“Dasar kyupil kingkong kurang ajar!” Dia berteriak kesal. Aku makin tertawa terbahak-bahak. Bahkan perutku sampai sakit. “Kyuhyun-ssi, kenapa aku ikut dikerjai juga! Oh, sakit sekali!” Ucap Yoona. “Bukankah kau teman seperjuangannya macan betina itu? Jadi ya kau kena imbasnya juga!” Balasku. “Dasar Kyuhyun raja setan! Akan ku balas perbuatanmu ini, monyet dekil!” Ucap sooyoung sambil menatapku tajam. “Akan ku tunggu!” Balasku lalu tertawa lagi dan pergi meninggalkan mereka.

“Jangan pergi kau kecoa busuk!” Teriak sooyoung lagi. Aku hanya mengangkat tangan kananku ke atas dan meninggalkan mereka.

_oOo_

Keesokan hari nya saat aku sedang sarapan dikantin, temanku changmin menghampiriku dengan tergesa-gesa. “Kyuh-!” Ucapnya sambil terengah-engah. “Mwo?” Tanya ku sambil menyeruput udon milikku yang lezat ini. “Tas mu! Tas mu digantung di tiang bendera!” Ucap changmin. Dan sukses membuatku tersedak. Aku langsung meminum jus orange ku.

“Kau serius?” Tanyaku. “Memangnya muka ku seperti orang sedang bercanda?” Ucap changmin sedikit kesal. “Iya! Habisnya, muka mu tuh unik!” Balasku dengan bercanda. “Yee! Muke lu jauh!”

“Hahaha. Sudah ah, aku pergi dulu!” Ucapku lalu pergi meninggalkannya.

Saat aku berjalan dikoridor, tiba-tiba Sooyoung menghadang dihadapanku. “Ehm. Ehm! Tas gembel saja digantung ditiang bendera. Merasa terhormat kau, huh?” Dia menyindirku. “Diam kau! Kau kan yang menggantung tas ku!” Balasku kesal. “Kalau iya kenapa? Kau mau marah? Aku kan sudah bilang, aku akan membalas semua perlakuanmu dengan lebih parah lagi!” Ucapnya lagi dengan tatapan menantangku. Bukannya takut, aku malah menyukainya. Aku menyukai matanya yang berani menatap mataku seperti ini.

“Kau itu sebenernya manusia atau bukan sih? Pikiran mu tuh susah dibilang manusia! Kau itu lebih pantas dibilang monyet!” Balasku. Sebenarnya aku tidak bermaksud untuk menghinanya seperti itu, hanya saja menyulut emosi yeoja ini adalah suatu kesenanganku. Melihatnya mengumpat dan menyumpah serapahi ku dengan seribu ekspresinya adalah kebahagiaanku. “Diam kau kingkong! Aku tidak butuh komentarmu!” Ucapnya dengan melotot. Membuat matanya yang bulat itu bertambah bulat. Dan dia terlihat semakin cantik!

Dia berbalik badan dan meninggalkanku. “Hey! Mau kemana kau yeoja gila!” Aku berteriak ke arahnya, tapi yeoja itu tetap berlalu dari hadapanku. “Bukan urusanmu! Urus saja tas gembel mu itu, namja idiot!” Ucapnya tanpa menoleh kearahku. Aku hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalaku. Aku suka caramu menarik perhatianku, choi sooyoung!

_oOo_

Bulan berganti dan kini aku sedang menghadapi ujian. Suasana kelas sangat sepi sekali membuatku mengantuk saja! Kulihat jam didinding kelas. Masih ada sekitar satu jam lagi sebelum waktu ujian habis.

Aku sudah selesai mengerjakan soal-soa ujian ini. Tidak begitu sulit bagiku karena aku ini genius! Hahahaha. Ah! Aku sangat mengantuk! Aku butuh hiburan!

Dan pandanganku langsung beralih ke arah sooyoung. Ku lihat yeoja itu tersenyum senang lalu melihat kearah jam tangannya. Sepertinya dia sudah selesai menyelesaikan ujiannya juga. Aku tahu, dia juga termasuk siswi yang genius disekolah ini. Dan kami berdua selalu menjadi rival dalam nilai-nilai terbaik disekolah.

Ah! Aku punya ide! Daripada aku bosan seperti ini, lebih baik aku mengerjai sooyoung saja! Aku mengeluarkan gumpalan kertas dari saku ku yang sudah ku siapkan sejak semalam. Lalu aku lemparkan gumpalan kertas itu ke meja sooyoung yang berada tepat disebelah ku. Dan saat yang bersamaan, guru pengawas melihat ke arah sooyoung. Kena kau, choi sooyoung!

Guru itu menghampiri meja sooyoung. Sooyoung terlihat ketakutan dan menatap sebal kearahku. Aku hanya bersmirk ria dan mengisyaratkan “mati kau choi sooyoung” dengan gerakan tanganku dileherku.

“Apa maksud dari gumpalan kertas ini? Kau ingin menyontek yaa sooyoung-ssi?” Tanya guru itu sambil membentak. Sooyoung terlonjak kaget karena suara beliau yang sangat kencang. Bahkan aku dan seisi ruanganpun juga kaget mendengarnya.

“Itu bukan punya ku saenim! Kyuhyun yang melemparnya ke meja ku!” Elaknya. Dan gantian guru itu menatap garang ke arahku. Kini aku yang deg-degan. Choi sooyoung,awas kau!

“Benar kau yang melempar kertas itu?” Tanya guru itu lagi.

“Tidak saenim! Bukan aku yang melempar kertas itu. Mungkin dia yang menyiapkan kertas itu untuk meminta contekan dariku” aku mengelak. Ku lihat sooyoung melotot tidak percaya dengan ucapanku.

“Dia bohong saenim! Untuk apa aku meminta contekan dari namja idiot itu? Tidak berguna sama sekali! Aku pun sudah selesai mengerjakan soal ujian ku saenim! Ini, lihatlah!” Ucapnya membela diri.

“Tapi kenapa gumpalan kertas itu ada dimeja mu?” Tanya saenim lagi.

“Tentu saja untuk menyontek! Untuk apa lagi saenim?” Aku memanasi keadaan.

“Diam kau upil kingkong! Kau ingin menjebak ku kan!” Ucap sooyoung marah.

“Sudahlah mengaku saja! Kau memang ingin menyontek kan macan betina! Maling mana ada yang mau mengaku saenim!” Balasku

“Diam! Kalian berdua keluar!” Ucap saenim botak itu. Aku membelalakkan mataku. Begitu juga sooyoung. “Tapi saenim-” belum sempat sooyoung selesai berbicara, saenim galak itu memotongnya, “tidak ada tapi-tapian! Kalian berdua KELUAR!” Ucapnya sambil menunjuk ke arah pintu.

Aku dan sooyoung hanya bisa pasrah. Kami berdua pun berdiri dan keluar dari ruang ujian. “Ini semua karena ulahmu kadal burik!” Ucapnya lalu jalan mendahului ku keluar ruangan. Aiishh jinjja! Kenapa aku juga ikutan kena sial seperti ini?

***

September 2008

Bumi terus berputar membuat sang waktu masih terus berjalan. Aku menatap sekeliling kampus. Segaris senyum terbit dibibir ku ketika ku lihat Choi sooyoung sedang berjalan dikoridor kampus sambil menelepon seseorang dengan sebuah map ditangannya. Dan ia menghilang dibelokan koridor paling ujung.

Aku mendongakkan kepalaku. Menatap langit yang sedikit mendung karena ini sudah masuk musin gugur. Aku memejamkan mata. Menikmati hembusan angin yang menerpa ringan wajahku. Dalam diam, aku tersenyum dan bersyukur dalam hati. Tanpa disengaja, aku bisa satu universotas dengan sooyoung lagi.

Sungguh! Kali ini aku tidak mengikutinya dengan sengaja. Karena ku fikir, sooyoung akan pindah ke jepang mengikuti jejak oppa nya tercinta, siwon hyung. Tapi ternyata aku salah. Dan kenyataannya, aku dan dia bisa bertemu lagi di universitas yang sama bahkan dijurusan dan dikelas yang sama pula.

Mungkin aku dan sooyoung ditakdirkan untuk terus bersama. Dan aku berharap itu akan jadi kenyataan. Karena aku memang sudah mencintainya sejak lama. Tapi, aku tidak punya cukup keberanian untuk menyatakan perasaanku ini. Bukan takut ditolak, tapi karena aku takut dia akan menjauh dariku. Dan aku tidak ingin itu terjadi !!!!

Aku meningglkan pelataran kampus dan melewati jalan yang dilewati sooyoung tadi. Menuju kelas baru ku. Choi sooyoung, bersiaplah untuk bertemu dengan ku lagi !!! Hahahaha !!!

_oOo_

April 2012

Aku sudah memasuki semester akhir. Dan itu tandanya, sidang skripsi siap dilaksanakan. Selama tiga setengah tahun ini banyak hal yang ku pelajari. Banyak hal yang berubah dalam diriku begitu juga dengan sooyoung.

Aku merasa ganjil dengan sikap sooyoung sejak dua tahun yang lalu. Dia benar-berubah! Tidak secara keseluruhan. Dia masih galak padaku seperti sebelum-sebelumnya. Hanya saja dia lebih pendiam dan kadang sering murung. Sungguh bukan sooyoung yang ku kenal sejak hampir sepuluh tahun ini.

Contohnya, saat tiba-tiba dia mengundurkan diri dari jabatan ketua senat kampus. Padahal, itu adalah obsesi terbesarnya karena dia ingin mengalahkanku sebagai saingannya di Tahun pertama kami kuliah.

Aku tidak tahu apa alasannya karena dia hidak memberitahukannya. Saat aku melihatnya mengucapkan kata perpisahan dihadapan pengurus kampus, aku merasa ada suatu hal besar yang disembunyikannya.

Aku mencoba mencari tahu, tapi sampai saat ini pun aku tidak bisa mengetahuinya. Dia menjadi gadis yang lebih pendiam, lebih dingin dan seolah dia sedang sakit. Bahkan, ketika kami sedang berselisih, aku tidak mengenali sosoknya. Sosok Choi Sooyoung yang galak tapi tegas, yang ceria dan hangat tidak ada didalm dirinya. Mata indah nya yang biasanya selalu bersinar dan menantang tajam, kini makin terlihat sayu dan meredup. Sebenarnya apa yang terjadi padamu sooyoung-ah?

Aku berjalan melewati ruang musik. Tapi langkahku terhenti ketika melihat sooyoung sedang berada didalam ruangan itu dengan pintu yang tidak tertutup rapat. Diam-diam aku mengintipnya. Tidak ada yang dia lakukan. Hanya diam sambil menatap piano, tapi lama-kelaman kulihat bahunya bergetar. Apakah sooyoung menangis?

Ada rasa resah dalam hatiku ketika melihat dia menangis. Aku ingin menghampirinya dan memeluk tubuh nya yang terlihat semakin kurus. Aku ingin menenangkannya dan menjadi sandarannya. Tapi, aku tidak punya keberanian. Aku takut!

Aku takut jika aku mendekat, dia akan menjauh dariku. Aku takut jika aku berbicara padanya dia akan mengacuhkanku. Jadi, yang aku lakukan hanya bisa menatapnya dari kejauhan. Sooyoung-ah, jebal uljima!

_oOo_

Aku baru saja selesai membahas skripsi ku dengan dosen pembimbingku. Ditengah jalan, aku melihat sooyoung dari arah berlawanan. Aku punya ide. Aku akan mengagetkannya. Untuk itu, aku bersembunyi dibelakang tembok dekat belokan kearah kampus. Karena ku yakin sooyoung akan ke kantin pada jam segini.

“Hallo nenek sihir !”

Aku berhasil mengagetkannya. Tapi sial, dia malah memukul kepalaku dengan buku-buku tebal yang sedang dibawanya itu. Ini sakit sekaliii!!!

Aku memandangnya kesal tapi dia hanya memandangku datar. Dan aku tidak suka dia yang seperti ini. Aku tidak suka dia yang bersikap dingin seperti ini. Aku ingin dia yang berteriak memaki ku. Tapi itu tidak dilakukannya. Hanya ada sikap dingin dan acuh. Hanya ada tatapan datarnya tapi terselip kesedihan didalamnya. Sebenarnya apa yang sedang terjadi padamu sooyoung-ah?

Tidak ada pertengkaran diantara kami, dia hanya memandangku sebentar lalu pergi men7ju kantin. Tapi aku juga mengikutinya. Aku ingin mencari tahu apa yang sedang terjadi padanya.

Aku melihatnya dikantin. Dia sedang berbicara pada yoona. Tapi tak lama, yoona pun pergi meninggalkannya. Wajahnya jadi bertambah mendung. Aku mendekatinya. Mengambil tempat duduk tepat dibelakang yeoja itu.

Tak lama ku dengar dia berbicara dengan seseorang. Bukankah dia sendirian? Aku mengintip sebentar. Ternyata dia sedang skyping dengan siwon hyung yang berada di jepang.

Aku menguping pembicaraannya. Dia sedang merajuk pada oppa nya itu. Cihh!! Aku tidak pernah melihatnya merajuk seperti itu. Karena yang ku tahu, dia itu galak dan siwon hyung pun tidak pernah menang darinya.

Tapi, aku merasa aneh dengan ucapannya. Dia meminta ah lebih tepatnya memaksa siwon hyung untuk balik ke korea secepatnya. Menemaninya sebelum dia pergi. Memangnya dia mau pergi kemana ???

Dia menutup laptopnya dengan kasar dan aku mendengar dia menangis. Kenapa dia menangis??? Bahkan suara tangisnya sangat terdengar memilukan. Entah kenapa hatiku juga ikut merasa sakit mendengar tangisnya. Dan lagi ada rasa ingin menenangkannya. Aku ingin dia menangis dipelukanku. Berbagi masalah yang sedang dihadapinya.

Aku bangkit dari kubur eh maksudnya dari dudukku dan menghampirinya. Aku menyapanya dengan ejekan. Sebenarnya aku ingin menyapanya dengan menyebutkan namanya, tapi rasanya terlalu err~ awkward sekali. Kalian tahu kan aku dan dia tidak pernah akur.

Dia menghapus air matanya tapi tidak mau menatapku. Dan aku benci itu! Aku tidak suka dia mengabaikanku! Aku bertanya apa yang terjadi padanya. Tapi dia tetap diam dan malah membereskan laptopnya dengan cepat. Dan dia ingin beranjak pergi meninggalkanku.

Aku menahan langkahnya dengan memegang lengannya. Dia menatapku tajam tapi terlihat jelas ada kesedihan dimatanya. Dia meminta ku untuk melepaskan tangannya. Dengan ucapan datar nan dingin. Tapi aku justru memegangnya lebih erat lagi. Sudah ku bilang, aku tidak suka jika sooyoung seperti ini!

“KU BILANG LEPASKAN TANGANKU CHO KYUHYUN!!” ucapnya terengah dan bibir nya bergetar. Aku tahu dia sedang marah semarahnya orang marah. Dan reflek aku melepaskan tangannya. Aku terkejut. Bukan karena teriakannya. Tetapi karena darah segar keluar dari hidungnya.

“Sooyoung-ah! Hidungmu berdarah!” Ucapku sambil menunjuk kearah hidungnya. Dia mengusap hidungnya. Dan tangannya bergetar melihat darah itu. Aku segera mengambil tisu yang ada dimeja kantin dan membersihkan darah dihidung sooyoung. Tapi dia menepis tananku dan merebut tisu itu. Lalu dia pergi meninggalkanku.

Aku termangu ditempatku berdiri. Begitu banyak pertanyaan berkecamuk diotak ku. Sebenarnya sooyoung kenapa? Kenapa dia bisa mimisan seperti itu? Kau kenapa sooyoung-ah?

****

Sudah tiga hari sooyoung tidak masuk kuliah. Aku mencoba mencari tahu, tapi aku tidak mendapatkan informasi apapun. Aku frustasi! Semenjak terakhir kali aku bertemu dengan sooyoung itu, aku terus memikirkannya. Apakah dia baik-baik saja?

Aku keluar dari ruangan dosen pembimbingku. Tapi seseorang menabrakku. Dia yoona. Suatu keberuntungan bisa bertemu dengannya. Karena ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padanya. Tentu saja tentang sooyoung.

Dan betapa shock nya diriku begitu yoona memberitahukan kabar tentang sooyoung. Aku berharap yoona bercanda, namun kenyataannya itu semua benar. Yoona sedang tidak bercanda. Dia serius!! Dan dia memintaku untuk mengehntikan “perang” dengan sooyoung. Sooyoung-ah, jadi selama ini kau sakit? Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?

_oOo_

Waktu terus berlalu dan sidang skripsi akan dilaksanakan hari ini. Aku terlihat tidak baik. Karena aku terus memikirkan sooyoung. Aku mencoba mencarinya kerumah sakit tempat dia dirawat, tapi dia tidak ada disana. Dan sialnya, pihak rumah sakit tidak bisa memberitahukan dimana sooyoung dipindahkan. Oh double shit!!

Aku menatap sekeliling, berharap menemukan sosok kurus dan tinggi nya diantara orang-orang itu. Kebetulan, aku dan dia mendapat jadwal sidang dihari yang sama. Dan aku harap dia datang hari ini. Sooyoung-ah, aku merindukanmu !!

Dosen ku sudah memanggilku untuk masuk kedalam ruang sidang. Aku menghembuskan nafasku kasar. Dan masih berharap sooyoung datang hari ini.

Dan keinginanku terkabul, begitu aku keluar dari ruang sidang, aku melihatnya. Aku melihat sooyoung yang sedang duduk dengan siwon hyung dan yoona. Aku tersenyum. Aku fikir hari ini adalah hari keberuntunganku. Aku dinyatakan lulus dan bisa melihatnya lagi hari ini.

Kami mengobrol sebentar karena sooyoung harus masuk kedalam ruang sidang. Gilirannya untuk sidang skripsi. Aku memberikannya semangat yang hanya dibalas senyuman kaku darinya. Tidak apa, setidaknya dia mau membalas ucapanku. Semangat sooyoung-ah !! ^^9

Sudah hampir dua jam kami menunggu nya akhirnya dia keluar juga. Dia langsung memeluk siwon hyung. Lalu bergantian memeluk yoona. Mereka berdua menangis bersama. Aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka. Dan bersyukur karena sooyoung memiliki sahabat seperti yoona. Dan saat dia menatap kearahku, aku hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Mengulurkan tanganku untuk berjabat tangan denannya dan dia membalasnya.

Saat ingin pulang, aku meminta izin pada siwon hyung untuk membawa sooyoung ke suatu tempat. Dan untung saja sooyoung setuju. Karena ada yang ingin dia bicarakan padaku. Siwon hyung mengiyakan dan berpamitan pulang duluan. Aku memegang tangan sooyoung dan menuntunnya menuju mobil ku diparkiran kampus.

_oOo_

Kami sampai didaerah Gwanghwamun. Aku memakirkan mobil didepan sebuah toko. Aku membukakan pintu untuk sooyoung. Dan lagi, aku menggandeng tangan sooyoung. Dan dia tidak menolak. Oh senangnya !!

Aku mengajaknya mampir dulu kesebuah kedai kopi. Aku tahu, ini adalah kedai kopi favoritnya sejak zaman kami junior high school dulu. Bagaimana aku bisa tahu? Tentu saja! Karena aku ini semacam fanboy nya sooyoung. Jadi, aku mengetahui banyak hal tentangnya. Kkkkk ^^

Setelah dari kedai kopi, aku mengajaknya kesebuah taman. Taman yang juga menjadi tempat favorite sooyoung jika berada diwilayah sini. Kami duduk berdua dalam diam. Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padanya. Tapi aku bingung ingin menanyakan yang mana terlebih dahulu.

Setelah sekian lama kami terdiam, akhirnya aku mulai bertanya padanya. Awalnya hanya sekedar basa-basi menanyakan apakah dia baik-baik saja. Tapi dia menjawab dengan berbohong. Dan saat itulah aku langsung to the point.

Aku bertanya kenapa dia menyembunyikan kabar tentang penyakitnya. Dia bilang itu tidak penting. Tapi aku menampiknya dan ku bilang bahwa itu sangat penting bagiku. Karena aku mencintainya.

Awalnya dia tidak percaya, tapi aku berusaha meyakinkannya. Aku berlutut dihadapannya. Mengungkapkan perasaanku yang sudah lama aku pendam. Yang sudah ku coba untuk melupakannya. Tapi nyatanya aku tidak bisa. Semakin aku mencoba melupakannya, semakin sulit aku lakukan dan malah bertambah besar rasa cinta ku padanya.

Dan ternyata dia juga memiliki perasaan yang sama dengan ku. Bukankah itu sangat menyenangkan? Aku bahagia! Karena sooyoung juga mencintaiku. Akhirnya, kau mengabulkan doaku Tuhan! Terima kasih~

Kami berpelukan. Menyalurkan rasa sayang kami yang selama ini tersamarkan oleh rasa benci. Bukan! Bukan rasa benci yang seaungguhnya. Tapi rasa gengsi yang malah menjebak kami dalam permusuhan.

Tiba-tiba soyoung merasa kepalanya sakit. Dan dia jatuh pingsan. Aku terkejut dan langsung membawanya kerumah sakit. Kau harus bertahan,sooyoung-ah!

_oOo_

Juni 2012

sooyoung

Sudah sebulan lebih sooyoung dirawat. Keadaannya semakin memburuk. Dan dokter bilang sudah tidak ada harapan lagi untuk sooyoung. Aku marah pada dokter itu. Bagaimana bisa seorang dokter berbicara seperti itu? Dia belum melakukan sesuatu untuk mencoba menyembuhkan sooyoung tapi dia sudah memvonis begitu.

Aku nyaris meninju dokter itu jika saja siwon hyung tidak menahanku. Dia menarikku keluar dari ruang rawat sooyoung. Dan dia membawaku kesebuah taman. Disana dia menceritakan aemua tentang sooyoung.

Dan aku langsung merasa menjadi namja yang tidak berguna untuk orang yang ku cintai. Untuk sooyoung! Siwon hyung bilang, penyakit sooyoung memang sudah sangat parah. Karena sel kanker nya sudah menyebar kemana-mana. Kalau dioperasi pun, kemungkinan berhasilnya hanya lima persen.

Maka dari itu, keluarga sooyoung hanya bisa berdoa dan mengharapkan keajaiban dari Tuhan. Karena hanya dengan kuasa Tuhan, sooyoung bisa bertahan sampai hari ini.

Aku masih terus menatapnya dalam diam. Dalam hati aku berdoa, semoga mata indah itu masih tetap bisa terbuka sampai nanti. Sampai kami benar-benar bisa bersatu dalam sebuah ikatan pernikahan.

Sooyoung menatap kearahku dengan bingung. Dia bertanya kenapa aku tidak istirahat dirumah. Aku menggelengkan kepalaku. Aku bilang padanya kalau aku akan selalu menjaganya. Sama seperti aku menjaganya selama sebulan lebih dia dirawat disini.

Dia menyuruhku pulang. Lebih tepatnya menyuruhku untuk istirahat karena dia tidak mau aku sakit. Aku menolaknya tapi dia mengancamku. Dia bilang tidak mau berbicara padaku jika aku tidak beristirahat dirumah hari ini saja.

Jangankan untuk istirahat, untuk ke toilet pun rasanya aku malas. Karena aku ingin selalu mengawsinya. Menjaganya. Karena aku takut. Aku takut jika akmeninggalkannya sedetik saja, maka dia akan pergi meninggalkanku untuk selamanya. Aku tidak mau itu!

_oOo_

Acara wisuda akhirnya tiba. Aku dan yoona menunggu kedatangan sooyoung dan keluarganya didekat pintu. Tak lama, mereka pun datang. Aku dan yoona menghampiri mereka. Mengambil alih tugas siwon hyung dan choi aboeji untuk membawanya menuju kursi yang sudah disediakan.

Saatnya penyematan toga. Aku sooyoung dan yoona naik keatas panggung. Untuk mewakili angkatan kamk dan untuk menerima penghargaan karena kami lulus dengan ipk terbaik. Setelah penyematan toga, kami semua turun panggung. Tapi dosen meminta sooyoung untuk bernyanyi.

Sooyoung memang dikenal sebagai yeoja supel. Tidak hanya pintar dalam bidang akademik, tapi dia juga pandai membuat sebuah lagu. Dan yang lebih mengagumkan adalah, dia sangat pandai memikat hatiku. Mengikatku dengan pesonanya. Membuatku benar-benar jatuh cinta padanya dan tidak bisa berpaling darinya.

Aku tersenyum malu ketika sooyoung menyebutkan namaku didalam ucapan terima kasihnya diatas panggung sana. Senyum manisnya masih mampu menghipnotisku meski wajahnya sangat pucat.

Dia menyanyikan lagu ciptaannya. Sebuah lagu yang dia persembahkan untukku. Sebuah lagu yang mengungkapkan perasaannya untukku. Aku tahu, dia bukan tipikal yeoj yang dengan mudah mengungkapkan perasaannya. Entah itu perasaan senang, sedih atau kecewa. Dia akan mengungkapkan perasaanya lewat lagu.

Dia mengakhiri lagunya. Lalu ia menatapku. Dengan air mata yang mengalir dipipinya. Aku hanya menatapnya dengan senyumanku. Dan dia juga membalasnya.

_oOo_

Acara sudah selesai dan kami sudah mengambil banyak foto bersama. Saat ingin pulang, sooyoung menolaknya. Dia bilang ingin ke suatu tempat bersamaku. Keluarganya sempat melarang karena wajah sooyong beenar-benar pucat. Mereka menyuruh sooyoung untuk segera beristirahay dirumah.

Tapi sooyoung menolaknya. Dia tetap memaksa ingin pergi denganku. Dan kami semua tidak ada yang bisa mengalahkan sifat keras kepalanya itu. Akhirnya keluarganya mengabulkan permintaannya itu.

Mereka semua memeluk dan mencium sooyoung lama. Kenapa perasaanku jadi tidak enak begini yah? Melihat mereka memeluk dan mencium sooyoung sambil menangis seolah mengisyaratkan jika ini adalah pertemuan terakhir mereka. Tapi aku langsung menepis fikiran buruk itu.

Kami tiba ditempat tujuan kami. Taman yang menjadi saksi kisah cinta kami. Tempat yang sangat memberikan kenangan berharga untuk kami.

Kami duduk ditempat yang sama saat aku menyatakan perasaanku. Sooyoung tetap menggenggam tanganku. Ku rasaan tangannya sangat dingin padahal cuaca sangat panas karena ini memang masih dipenghujung musim panas.

Dia mengucapkan selamat atas kelulusanku. Karena memang sejak sidang skripsi dia tidak mengucapkannya padaku. Aku berterima kasih. Dan juga sedikit mengejeknya. Aku baru sadar, semenjak kami berpacaran,kami tidak pernah saling mencaci lagi. Yang ada, aku yang terus menggombalinya dengan kata-kata romantis.

Ditengah perselisihan kami, aku mengatakan bahwa aku ingin menikah dengannya. Dia tidak percayya dan menganggapku hanya bercanda. Tapi aku langsung berlutut dihadapannya. Melakukan hal uang sama saat aku menyatakan perasaanku. Tapi kali ini aku memberikan sebuah cincin. Buti nyata bahwa aku benar-benar ingin menikah dengannya. Ingin membangun rumah tangga dengannya. Dan menghabiskan sisa waktu hidupku dengannya hingga takdir memisahkan kami.

Bukannya menjawab,sooyoung malah memelukku sambil menangis. Dan dia bilang dia sangat mencintaiku. Aku tahu, itu beraryi dia menerima lamaranku. Dia ingin menjadi istriku dan hidup sebagai pendampingku.

Aku membas pelukannya dan mengatakan aku juga sangat mencintainya.

Setelah puas menangis, dia melepas pelukan kami. Aku memasangkan cincin ini ke jari manisnya. Kami sama-sama tersenyum dan aku mencium lebut bibir manisnya. Aku yakin, ini adalah ciuman pertamanya. Begitupun dengan ku.

Dia tersenyum manis kearahku. Dan aku juga membalas senyumnya. Dia memelukku. Katanya ingin tidur sebentar saja. Kepalanya terasa sakit. Aku menyuruhnya untuk pulang saja tapi dia menolaknya. Lagi-lagi aku tidak bisa menolak permintaannya. Dia bilang sangat mencintaiku,keluarganya dan juga yoona. Dan dia menyuruhku untuk menyampaikan hal itu pada mereka. Tskk!! Dia ini bicara apa? Seperti orang yang ingin mati saja. Aku hanya mengiyakan perkataannya.

Suasana menjadi hening. Sooyoung tidak merespon ucapanku. Aku coba untuk memanggilnya,tapi dia tidak merespon. Aku mengguncangkan tubuhnua pelan tapi dia tetap tidak merespon. Ku coba mengguncangkan tubuhnya sedikit lebih kencang, tapi dia tetap juga tidak merespon.

Kepalanya terkulai mendongak kearahku. Betapa kagetnya aku melihat darah segar keluar dari hidungnya sangat banyak. Matanya tertutup rapat. Tidak mungkin sooyoung meninggalkanku secepat ini!

Aku masih terus mengguncangkan tubuhnya sambil memanggil namanya. Tapi dia tetap diam tak merespon. Tangannya terkulai lemas. Aku memeriksa denyut nadinya tapi aku tidak merasakan denyut itu.

Sooyoung telah pergi meninggalkanku. Dia pergi dengan meninggalkan cinta dan kenangan dalam hati ku. Kenapa kau pergi secepat ini soououng-ah ? Kenapa ? Aku masih sangat membutuhkanmu choi sooyoung! Kenapa kau tega meninggalkanku? SOOYOUNG-AH!!!!!

END…

September, 2014

Aku kembali lagi kesini Choi Sooyoung.

Tempat yang menjadi saksi kisah cinta kita.

Bagaimana harimu?
Tinggal beberapa hari lagi musim panas berakhir
Entah kenapa, aku merasa akhir – akhir ini sangat melelahkan
Ketika dedaunan berbuah warna di jalanan Gwanghwamun
Waktu itu, ketika aku kembali berani mengangkat kepala ini

Kita seharusnya tersenyum cerah bersama
Tapi, sekarang kita hanyalah dua orang asing
Dalam pelukanmu, disanalah duniaku
Selamat tinggal, untuk hari bahagiaku

Hari ini, seperti orang bodoh aku berdiri disini
Membiarkan tubuh ini basah dibawah hujan
Menunggumu, kau yang pasti tidak akan datang
Aku bahagia
Ketika mengingat kenangan
Kita yang berjalan sambil berpegangan tangan
Aku berbalik ke belakang, berharap kau berdiri disana

Aku tidak tahu jika ternyata arti hidup ini
Untuk selalu menemukan orang baru
Ketika aku tiba dijalan ini, seketika aroma kopi menyambutku
Dan saat itulah aku berani untuk tersenyum

Kau adalah orang pertama yang membuatku gugup
Hanya kau seorang
Kau yang terlihat cantik dibanding siapapun
Tapi, kenapa kau meninggalkanku?

Hari ini, seperti orang bodoh aku berdiri disini
Membiarkan tubuh ini basah dibawah hujan
Menunggumu, kau yang pasti tidak akan datang
Aku bahagia
Ketika mengingat kenangan
Kita yang berjalan sambil berpegangan tangan
Aku berbalik ke belakang, berharap kau berdiri disana

Disini, akhirnya aku sadar
Ternyata aku yang selama ini berubah
Dimasa yang akan datang, berikanlah aku satu senyuman
Aku bahagia
Karena hari ini, tempat ini indah seperti pada kenangan kita

Tanpa alasan, seperti orang bodoh aku berdiri disini
Membiarkan tubuh ini basah dibawah hujan
Menunggumu, kau yang pasti tidak akan datang
Aku bahagia
Ketika mengingat kenangan
Kita yang berjalan sambil berpegangan tangan
Aku berbalik ke belakang, berharap kau berdiri disana

= FIN =

Mungkin bagi banyak orang “cinta tidak harus memiliki” itu bulshit, tapi tidak untukku. Karena bagi ku, tidak semua yang kita cintai harus kita miliki. Untuk itu, jika kau tidak ingin kecewa karena tidak bisa memilikinya hanya ada satu hal yang harus kau lakukan. IKHLAS.

Ingatlah ini!

Cintailah seseorang yang mencintaimu, jangan mencintai orang yang kau cintai. Karena, orang yang kau cintai bisa pergi meninggalkanmu. Akan tetapi orang yang mencintaimu akan selalu berada disisimu, menjagamu dan menyayangimu sampai ia tak mampu.

μ•ˆλ…ˆν•˜μ„Έμš” ^^

Achan comeback egen !!

Ada yang nungguin gak? *nungguin lilin maksudnya* :v

Hahahhaa πŸ˜€ becanda gaes!

Gimana nih after story nya? Ancur yee?? Kayaknya sih gitu.

Abisnya achan bingung mau gimana bikin ceritanya. Ide mogok ditengah jalan ditambah lagi ada something problem dikerjaan. Huufth -_-

Semoga suka deh yaa ^^

Oh iya, jangan lupa komen and like ya dear ! πŸ˜‰

Masih kecewa sama siders sih tapi yaudahlahyah. Da aku mah apa atuh? Aku kudu piye? *ini ngomong apa tjoba/?* hahhaa πŸ˜€

Yasyudah yah gaes, see you next time πŸ™‚

Love,

β™₯achanβ™₯

Advertisements

16 thoughts on “(Another Story) Wind Flower At Gwanghwamun

  1. Kyu, aku mau gantiin soo eonni dihatimu πŸ˜€ *digebukinauthor* *dilemparinkertassamasparkyu* *diamukmassasooyoungster* *dihantuisyongoenni*
    Oke ralat, kyu sabar yaa syong eonni tetap mencintaimu walau kalian udh beda dunia. Kyuhyun ah fighting! author jjang! ^^

    Like

  2. huweeee bener-bener deh lagu nya berkaitan *menurut knight mah gitu, nama nya juga shipper gpp dong yaa berhayal πŸ˜€
    bener itu
    cinta ngga harus miliki
    dengan kita ngeliat dia bahagia, kita juga bahagia
    yaa walopun ngga munafik ada rasa sakit dan iri liat dia ketawa bukan karna kita tpi aku.cukup seneng liat dia begitu
    aku ngga ngada-ngada, ini nyata hehe

    Like

DON'T BE SHY, LEAVE A COMMENT!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s