KyuYoung Story – At Close ~(Sequel)~


kyuyoung story - at close

At Close

Author : achan_gimbelz

Cast : KyuYoung

Rate : 17

Genre : sweet romance

Lenght : oneshoot

Before Story : Cinta Tak Mungkin Berhenti

Aku memang bodoh. Sangat bodoh. Maafkan aku Choi Sooyoung – Cho Kyuhyun

 

Author pov

Suasana fakultas seni dance terlihat agak sepi. Karena sebagian mahasiswa sedang tidak berada dikelas. Tapi tidak dengan seorang yeoja dengan perawakan yang cukup tinggi. Dia sedang berada di ruangan khusus bersama beberapa temannya dan juga dua orang dosen.

“Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih pada kalian semua yang sudah bersedia hadir dirapat untuk acara wisuda angkatan kalian ini. Kalian yang hadir disini adalah pilihan dari para dosen yang dipercaya untuk menjadi panitia acara wisuda tahun ini. Kami yakin, kalian bisa bekerja sama dan bisa membuat acara wisuda ini sangat berkesan meski kalian dari jurusan berbeda” ucap salah satu dosen -dosen kim-.

Beberapa mahasiswa yang dipilih itupun saling melempar senyum dan menundukkan kepala mereka sebagai tanda sapa.

“Oke, sekarang saya akan bertanya siapa yang mau menjadi ketua panitia acara?” Tanya dosen kim lagi. Semua mahasiswa hanya diam dan saling pandang. Entah karena mereka malu mengungkapkan keinginan mereka menjadi ketua atau karena memang tidak mau menjadi ketua.

Dosen kim memandang ke seluruh para calon panitia itu. Seketika pandangannya berhenti pada seorang yeoja yang duduk paling ujung. Senyum tipis mengembang dibibirnya.

“Sooyoung-ssi! Bagaimana jika kau saja yang menjadi ketua panitianya?” Ucap Dosen Kim. Sontak saja membuat yeoja bernama choi sooyoung itu langsung menoleh ke arah sumber suara.

“Naega?” Tanya sooyoung sambil menunjuk dirinya sendiri. Dosen Kim menganggukkan kepalanya. “Apakah yang lainnya setuju?” Tanya dosen Kim. Calon panitia lainnya hanya menganggukkan kepalanya.

“Baiklah kalau begitu. Selamat Choi sooyoung!” Ucap dosen kim. Membuat sooyoung menampakkan wajah lesunya. “Dosen Kim, kenapa kau suka sekali menguji ku, huh? Dasar Dosen botak menyebalkan!” Batin sooyoung menggerutu.

***

Sooyoung pov

Kenapa hari ini sangat menyebalkan huh? Aku sudah akan lulus dari kampus ini, tapi kenapa kesialan masih mengikutiku? Huuh.. menyebalkan!

“Hey! Jangan mayun terus seperti itu! Nanti bibirmu bisa jadi seperti bebek tahu!” Ucap seorang yeoja disampingku. Kim hyoyeon. Sahabat terbaikku.

“Diamlah! Aku sedang badmood sekarang!” Ucapku datar tanpa menoleh kearahnya. “Lagipula kenapa harus kita sih yang menjadi panitia? Kenapa tidak menyewa EO saja? Merepotkan!” Aku masih menggerutu. Harusnya sekarang aku menikmati masa menganggurku atau harusnya aku mulai mencari-cari pekerjaan. Tapi karena acara ini, semuanya hancur!

“Sudahlah! Nikmati saja semuanya. Toh, ini acara terakhir kita di universitas ini. Percaya atau tidak, nanti kau akan merindukan kampus tercinta kita ini sooyoung-ah!” Ucap hyoyeon lagi. Aku hanya mencibirnya. Dia sih enak hanya jadi panitia acara, sedangkan aku? Ketuanya! Kalian pasti tahu bagaimana tanggung jawab menjadi ketua kan? Apalagi ini acara wisuda salah satu universitas ternama Korea, dimana kesempurnaan harus dijunjung tinggi. Jika saja mengutuk seorang dosen itu semudah seorang ibu mengutuk anaknya, dosen botak itu akan aku kutuk menjadi gondrong!

“Aiishh.. kenapa hidupku selalu berurusan dengan dosen itu? Harusnya aku menikmati waktu kebebasanku setelah hampir gila membuat skripsi dan lolos dari sidang skripsi yang sangat kolot itu!” Aku masih terus menggerutu sepanjang koridor kampus.

“Karena kau murid kesayangan dosen yang kau panggil botak itu sooyoung-ah!” Balas hyoyeon sambil terkekeh. Aku menoyor kepalanya pelan “diam kau!”. Tapi Hyoyeon malah tertawa dengan keras. “Sudahlah! Lebih baik kita ke kantin!” Ucapnya. Aku hanya mengangguk. Sepertinya makan dikantin adalah pilihan terbaik untuk mengalihkan badmood ku ini. Oh makanan, mommy datang!

***

Author pov

Sooyoung berjalan menuju parkiran bersama hyoyeon. “Sooyoung-ah! Bukankah itu Kyuhyun?” Tanya hyoyeon ketika dia tak sengaja melihat kyuhyun menuju mobilnya dari arah lain. Sooyoung terdiam. Memandangi namja yang tiba-tiba dirindukannya. Namja yang dulu pernah dekat dengannya. Tapi, hanya dua minggu saja. Karena setelah pertemuan terakhir, mereka tidak pernah bertemu lagi hampir setahun ini. Karena memang mereka sibuk dengan jadwal kuliah masing-masing. Dan juga karena, sooyoung memang sengaja menghindari namja ini.

“Soo!” Hyoyeon menepuk pelan bahu sooyoung. Yeoja itu jadi melamun ketika melihat kyuhyun. “Gwaenchana?” Tanya hyoyeon lagi. Sooyoung mengangguk dan tersenyum kikuk pada hyoyeon. “Aku tahu kau tidak baik-baik saja sooyoung-ah!” Batin hyoyeon. Tapi dia membalas senyuman sooyoung yang terlihat sangat dipaksakan itu. “Kajja!” Hyoyeon menarik tangan sooyoung menuju mobilnya.

Saat kedua yeoja itu sudah hampir dekat dengan mobil hyoyeon, seseorang memanggil mereka. Hyoyeon berhenti dan menoleh ke arah si pemanggil sedangkan sooyoung malah terus berjalan tanpa mempedulikan si pemanggil. Dia memang sengaja tidak berhenti. Karena dia tahu siapa yang memanggilnya itu. Cho Kyuhyun. Namja yang ada di list paling pertama orang yang paling tidak ingin dia temui. Bukan. Bukan karena dia sangat membenci namja itu. Tapi karena dia akan membenci dirinya sendiri karena dia masih mencintai namja yang dulu pernah membuatnya jatuh cinta. Bahkan sampai detik ini.

“Oh. Kyuhyun-ah, annyeong!” Ucap Hyoyeon. “Annyeong hyo!” Balas kyuhyun. Lalu namja itu menoleh kearah yeoja yang masih melangkah menjauh darinya. Tapi kyuhyun menyusulnya dan menangkap pergelangan tangan sooyoung.

“Sooyoung-ah!” Ucap kyuhyun. Lantas membuat langkah kaki sooyoung berhenti karena panggilan itu dan tangan kyuhyun yang memegang tangannya. Sooyoung memejamkan matanya, menetralisir hatinya yang mulai berdesir. Sentuhan ini~ sudah lama tidak dia rasakan!

“Kenapa kau jalan saja? Kau tidak mendengarku memanggilmu?” Tanya kyuhyun begitu dia berdiri dihadapan sooyoung. Yeoja itu mengangkat kepalanya dan menatap namja yang berdiri didepannya. Menatap wajah kyuhyun yang masih tampan seperti dulu. Wajah yang sangat dirindukannya.

“Soo, bogoshipo!” Ucap kyuhyun setelah berhasil membawa yeoja itu kedalam dekapannya. Sooyoung hanya diam membatu. Tidak tahu berbuat apa. Pelukan ini~ pelukan yang sangat dirindukannya.

“Jeongmal bogosipho sooyoung-ah!” Ucap Kyuhyun lagi sambil mengeratkan pelukannya. Sooyoung hanya memandang kedepan dengan tatapan kosong. Tidak membalas pelukan kyuhyun atau ucapan namja itu. Otaknya seolah buntu. Sudah hampir setahun dirinya tidak bertemu dengan Kyuhyun. Sekuat hati dia mencoba melupakan kenangannya dengan namja ini. Meski kenangan itu tidak begitu berharga, tapi kenangan itu tetap membekas dihatinya dan meninggalkan sedikit luka dihatinya.

“Kau kemana saja? Kenapa tidak pernah menghubungiku?” Tanya kyuhyun setelah melepas pelukannya. “Mianhae. Aku sibuk” balas sooyoung sambil menundukkan kepalanya. Yeoja itu tidak berani menatap mata Kyuhyun. Karena dia takut. Takut jatuh kembali pada pesona namja ini.

“Ya. Aku tahu kau sibuk. Tapi setidaknya kau harus tetap menghubungiku dan mengabariku!” Ucap kyuhyun lagi. “Untuk apa?” Balas sooyoung masih menundukkan kepalanya. “Bukankah kau sudah memiliki yeojachingu?” Lanjutnya lagi. “yaa tidak untuk apa-apa sih. Tapi kau harusnya menguhubungi mantan pacarmu ini!” Ucap kyuhyun lagi.

Deg…

Jantung sooyoung berdebar sedikit lebih cepat ketika namja itu menyebut dirinya sebagai “mantan pacar”. Sooyoung menatap Kyuhyun. “Aku bercanda sooyoung-ah!” Balas kyuhyun sambil cengengesan karena melihat sooyoung menatapnya datar. Padahal, dalam hati yeoja itu sedikit merasa senang karena kyuhyun secara tidak sengaja mengakui hubungan mereka. Tapi ternyata namja itu hanya bercanda dan itu membuat hati sooyoung kembali terluka. Dia menampakkan senyum kecutnya tanpa membalas ucapan kyuhyun.

“Maaf Kyuhyun-ah, aku dan sooyoung harus pergi sekarang” hyoyeon menyela pembicaraan mereka. Dia tahu, sahabatnya itu sedang tidak baik-baik saja ketika melihat namja ini lagi. Ditambah dengan ucapan namja itu barusan, ia yakin sahabatnya itu makin tidak baik-baik saja.

“Eo? Kalian mau pergi? Biar ku antar!” Kyuhyun menawarkan jasa tumpangan pada kedua yeoja cantik ini. “Tidak perlu. Aku bawa mobil!” Jawab Hyoyeon sambil menunjuk ke arah samping sooyoung dimana tempat mobilnya terparkir. “Ahh.. baiklah kalau begitu. Hati-hati!” Ucap kyuhyun. Hyoyeon tersenyum lalu masuk kedalam mobil. Saat sooyoung ingin melangkah, kyuhyun menahan tangannya lagi. “Aku akan menghubungimu nanti malam” ucapnya pelan lalu melepas tangan yeoja itu. Sooyoung berlalu begitu saja tanpa membalas ucapan namja itu.

Kyuhyun menatap nanar ke arah mobil hyoyeon yang sudah bergerak meninggalkan parkiran. “Kenapa kau berubah sooyoung-ah? Kenapa kau- menjauhiku?” Batin kyuhyun.

***

Sooyoung pov

“Haah” aku menghela nafas kasar. Melempar diriku dengan cukup keras dikasur milikku. Hari ini sungguh sangat melelahkan. Tugas sebagai ketua panitia acara wisuda pasti akan menyita waktuku selama dua minggu kedepan.

Tapi yang lebih melelahkan, karena hari ini aku bertemu kembali dengannya. Cho Kyuhyun. Namja yang sudah berhasil membawa separuh hatiku sejak kejadian itu.

Bukan fisikku yang lelah, tapi hatiku. Sudah hampir setahun aku mencoba untuk melupakannya dan hampir berhasil. Tapi semuanya hancur hanya karena pertemuan singkat hari ini.

Dia memelukku. Pelukan yang sangat aku rindukan disetiap harinya. Pelukan yang hanya beberapa detik tapi mampu menggoyahkan hatiku yang mencoba melupakannya selama hmpir setahun. Tuhan, kenapa kau lakukan ini padaku? Kenapa kau biarkan aku bertemu dengannya lagi?

Aku memejamkan mataku. Membiarkan air mataku mengalir dengan bebas. Air mata yang sejak tadi sore aku tahan, kini ku tumpahkan semuanya.

Bahuku bergetar hebat seiring sesak yang makin menyiksa paru-paruku. Entah apa yang membuatku menangis sampai sesegukan seperti ini. Aku hanya ingin menumpahkan semua perasaanku ini dengan tangisku. Rasa marah, kesal, benci semua yang sedang hatiku rasakan, ku tumpahkan lewat airmataku ini.

Drtt..drrtt..drrtt..drtt

Ponselku bergetar hebat. Tanda ada panggilan masuk. Awalnya aku tidak berniat untuk mengangkatnya. Tapi ponselku masih terus bergetar. Dengan terpaksa aku menerima telepon itu. Aku meraba kasurku guna mencari ponselku yang tadi ku lempar asal.

Aku memandang sebentar nomor pemanggil ini. Meski aku tidak menyimpan nomor ini lagi, tapi aku masih menghapalnya. Sangat menghapalnya!

Aku menarik nafas sejenak untuk menetralkan suaraku sehabis menangis. Lalu ku geser icon telepon berwara hijau dilayar ponselku.

“Yoboseyo” sapa suara namja diseberang sana. Kyuhyun.

Aku memejamkan mata sejenak. “Yoboseyo”

“Sooyoungie, ini aku kyuhyun”

“Eoh!”

“Kau baik-baik saja? Kenapa suaramu berdengung seperti itu? Kau habis menangis?”

“Ani”

“Jangan berbohong padaku! Cepat buka pintu rumahmu. Aku sudah didepan!”

“Mwo?”

“Cepat buka!”

“Aku tidak dirumah”

“Aku tahu kau bohong. Cepat buka pintunya atau aku dobrak pintumu?”

“Aiish. Menyebalkan! Tunggu sebentar!” Ucapku sedikit kesal lalu menutup telpon itu.

Aku berdiri dari ranjangku dan keluar untuk membukakan pintu buat kyuhyun. Kenapa aku menuruti perintahnya? Aku sendiripun tidak tahu.

Cklek

Pintu sudah kubuka dan ku lihat kyuhyun berdiri tepat dihadapanku. Menatap wajahku dengan intens. Apa wajahku terlihat menyedihkan? Entahlah. Aku tidak peduli. Aku memang sengaja tidak menghapus jejak air mataku ini.

Grep

Tiba-tiba kyuhyun memelukku dengan erat. Membuat pertahananku makin runtuh. Air mataku mengalir lagi. Dan aku menangis dalam diam dipelukannya.

“Ada apa denganmu?” Tanya kyuhyun masih memelukku didepan pintu. Aku tetap diam. Tidak menjawab pertanyaannya karena aku masih menangis.

Kyuhyun memelukku lebih erat sejenak lalu melepaskannya. Menatapku dengan lekat dan sangat dekat. Memegang kedua pipiku dan menghapus air mataku dengan lembut.

“Ada apa denganmu?” Dia mengulang pertanyaannya. Aku hanya menggelengkan kepalaku pelan. Apa yang harus ku katakan? Apa aku harus bilang jika aku menangis karenanya? Karena aku sangat merindukan dan mencintai namja ini? Itu tidak mungkin!

Perlahan kyuhyun menuntunku masuk kedalam. Dan mendudukkanku disofa. Namja ini kurang ajar sekali! Memangnya siapa yang menyuruhnya masuk? Seenaknya saja membawaku ke dalam. Dan bodohnya, kenapa aku tidak mencegahnya?

Kyuhyun beranjak dari sofa. Dan tak lama dia kembali dengan segelas air putih dan memberikannya padaku. Sebenarnya yang menjadi tamu disini siapa sih?

Aku menolak air itu dan mengalihkan pandanganku darinya. “Choi sooyoung, ada apa denganmu?” Tanya kyuhyun. “Untuk apa kau kesini?” Tanyaku balik.

“Aku hanya merindukan rumah ini” ucapnya. Dari ekor mataku, kulihat kyuhyun mengamati ruang tamuku ini sambil tersenyum. “Tapi aku lebih merindukan yeoja pemilik rumah ini” ucapnya lagi.

Deg…

Lagi-lagi hatiku berdesir ketika kyuhyun bilang dia merindukanku. Apa maksudmu kyuhyun-ah? Kau bahkan sudah memiliki kekasih. Atau mungkin kekasih mu itu sudah menjadi istrimu sekarang. Aku tidak tahu, karena memang setahun ini aku benar-benar menjauh darinya.

Dia menggenggam tanganku. Membuat jantungku berdetak berkali-kali lipat. Aku tidak bisa seperti ini terus. Lama-lama aku bisa mati muda.

“Kenapa kau diam saja? Kau tidak merindukanku ya?” Ucapnya lagi dengan sedikit kesal. Dia masih sama seperti kyuhyun yang dulu. Tidak berubah sama sekali. Dia tetap si kyuhyun gila yang suka marah padaku dengan sesuka hatinya.

“Untuk apa aku merindukanmu? Memangnya kau siapaku?” Tanyaku cuek. Entah kenapa aku bisa bersikap seperti ini. Padahal tadi siang aku berusaha keras untuk menghindari kyuhyun sialan ini. Tapi sekarang? Kenapa aku malah meladeni namja gila ini?

“Kau kan mantan pacarku. Jadi,  seharusnya kau merindukanku!” Ucapnya dengan rasa percaya diri tingkat provinsi sambil tersenyum.

“Apa? Aku? Mantan pacarmu? Sejak kapan?” Aku mengelak sambil melipat kedua tanganku didepan dada.

“Sejak hampir setahun yang lalu. Sudahlah, mengaku saja! Kau senang kan menjadi mantan pacarku?” Ucapnya sambil menaik turunkan alisnya. Konyol sekali wajahnya. Rasanya, aku mau meninju wajah itu sampai babak belur!

“Ciih! Percaya diri sekali kau iblis!” Balasku. Dan dia hanya tertawa.

Tiba-tiba dia membaringkan kepalanya diatas pahaku. Membuatku terkesiap. Teringat lagi kenangan kami dulu. “Tak terasa, sudah lama ya kita tidak mengobrol seperti ini” ucapnya. Lalu menarik tanganku untuk mengusap-usap kepalanya.

“Kau sih sok sibuk. Eommaku menanyakanmu terus. Kau juga susah sekali dihubungi. Kau menghindariku yah?” Ucapnya lagi.

“Aku bukan sok sibuk cho kyuhyun! Tapi aku memang sibuk! Aku kan harus menyiapkan skripsiku. Kau juga kan!” Ucapku sedikit kesal dan sedikit menjambak rambutnya yang sedang ku usap.

“Yak! Sakit bodoh!” Omelnya padaku. Tapi hanya ku balas dengan menyeletkan lidahku.

***

Author pov

“By the way, bagaimana hubunganmu dengan so eun-ssi?” Sooyoung bertanya sambil tangannya masih mengelus kepala kyuhyun. Sepertinya gadis itu sudah baik-baik saja.

“Haaahh.. datar-datar saja” jawab kyuhyun lesu. “Waeyo?”

“Entahlah. So eun bilang dia sedang sibuk dengan jadwal kuliahnya. Bahkan, sudah sebulan ini kami tidak pernah bertemu” ceritanya sambil memejamkan matanya.

“Jinjja?”

“Ne”

“Lalu, kenapa sekarang kau tidak kerumahnya?”

“Untuk apa?”

“Ya tentu saja untuk mengajaknya berkencan bodoh! Ini kan malam minggu. Harusnya setiap pasangan itu jalan-jalan keluar menikmati waktu bersama. Tapi kau malah dirumahku. Dasar bodoh!” Sooyoung kesal. Sebenarnya dia hanya berniat untuk mengusir kyuhyun secara halus.

“Aku sedang malas kerumahnya. Setiap aku kerumahnya, dia pasti tidak ada” jawab kyuhyun lalu memiringkan kepalanya menghadap perut sooyoung. Membuat yeoja itu sedikit kegelian karena helaan nafas kyuhyun.

“Benarkah? Aneh sekali? Atau jangan-jangan dia selingkuh?” ucap sooyoung asal.

“Tidak usah mengarang choi sooyoung! Dia bukan yeoja seperti itu!” Kyuhyun sedikit kesal. Tidak terima yeojanya dibilang selingkuh.

“Siapa yang tahu kan?” Balas sooyoung. Kyuhyun hanya diam. Perkataan sooyoung mengusik fikirannya. Bagaimana jika itu benar? Tapi, tidak mungkin kan so eun selingkuh? Batin kyuhyun

“Kyu.. kyu.. kau tidur?” Tanya sooyoung sambil menepuk pelan pipi namja itu. “Biarkan seperti ini dulu sooyoung-ah! Aku masih merindukanmu” balas kyuhyun seadanya. Dan membuat sooyoung menghela nafasnya.

Sampai kapan aku harus berurusan dengan namja ini Tuhan? Batin Sooyoung

***

“Baiklah. Aku rasa rapat kita hari ini cukup sampai disini. Jika ada yang perlu disampaikan, kalian bisa menghubungiku atau hyoyeon. Annyeong!” Ucap sooyoung menutup rapatnya dengan beberapa temannya yang lain.

Satu persatu para panitia itu meninggalkan ruangan rapat. “Soo! Bukankah itu kyuhyun?” Tanya hyoyeon pada sooyoung yang sedang merapikan laptop dan notenya.

Yeoja itu melihat ke arah pintu, dimana kyuhyun sedang bersandar dan menunggunya.

“Ne”

“Kau- balikan lagi?” Tanya hyoyeon.

“Aniyo. Kami hanya berteman” jawab sooyoung.

“Mwo? Berteman? Kau- yakin?” Tanya hyoyeon lagi dengan raut bingung.

“Ya. Aku hanya berteman dengannya. Aku yakin. Meski- sulit” jawab sooyoung sambil tersenyum paksa.

“Terserah padamu saja” ucap hyoyeon. Dan sooyoung tersenyum lebih lebar. “Aku duluan. Bye!” Sooyoung berpamitan dan melambaikan tangannya pada hyoyeon.

“Semoga kau tidak sakit hati lagi sooyoung-ah! Batin hyoyeon

Kyuhyun dan sooyoung sedang berada di sebuah mall ternama di daerah gangnam. Mereka baru saja keluar dari sebuah toko baju.

“Sooyoung-ah, kita ke toko itu ya!” Ucap kyuhyun sambil menunjuk sebuah toko perhiasan. Sooyoung mengernyitkan dahinya tapi tetap mengikuti kyuhyun yang menarik tangannya.

“Selamat datang. Ada yang bisa kami bantu?” Tanya seorang pramuniaga toko perhiasan tersebut.

“Ne. Aku ingin memilih cincin” ucap kyuhyun pada pramuniaga tersebut. “Mari ikuti saya”

Kyuhyun dan sooyoung memperhatikan beberapa cincin mewah yang tertera di etalase. Sooyoung menatap kumpulan cincin itu dengan takjub. Andai saja saat ini kyuhyun membelikan salah satu cincin itu untuknya, dia pasti akan senang sekali. Tapi dia tahu, cincin itu pasti bukan untuknya.

“Menurutmu yang mana yang paling bagus sooyoung-ah?” Tanya kyuhyun. “Eumm.. menurutku yang itu” sooyoung menunjuk salah satu cincin yang terpajang. Cincin emas putih dengan dua berlian kecil ditengahnya. Simple tapi terlihat sangat cantik.

“Kau yakin?”

“Aku sih pilih yang itu”

“Boleh dicoba terlebih dahulu?” Tanya kyuhyun. Pramuniaga itu mengangguk dan mengeluarkan cincin tersebut. Kyuhyun mengambilnya dan menyematkan cincin itu di jari manis sooyoung.

“Wah. Ukurannya pas!” Ucap kyuhyun. “Tapi, apa jariku sama dengan so eun-ssi?” Tanya sooyoung setelah melepas kembali cincin itu. “Aku rasa-sama! Aku mau yang itu” ucap kyuhyun. Pramuniaga itu langsung berlalu ke dalam sebuah ruangan dan tak lama, kembali dengan sebuah paper bag ditangannya dan menyerahkannya pada kyuhyun. Setelah membayar, mereka keluar dari toko itu.

“Kau mau melamar so eun lagi ya?” Tanya sooyoung. Mereka berjalan menuju lift dekat toko perhiasan tadi. “Ya. Aku ingin melamarnya lagi” jawab kyuhyun sambil tersenyum lalu mereka berbelok untuk sampai didepan lift.

“Kau benar-benar serius padanya?” Tanya sooyoung sedikit ragu. Yeoja itu bahkan menggigit bibir bawahnya. “Tentu saja!” Jawab kyuhyun mantap sambil tersenyum pada sooyoung.

Ting!

Pintu lift terbuka. Kyuhyun dan sooyoung bersiap untuk masuk. Tapi langkah mereka terhenti ketika melihat orang yang berada didalam sana.

Sooyoung membelalakkan matanya sambil menutup bibirnya dengan tangannya sedangkan kyuhyun mengepalkan tangan kanannya. Rahangnya mengeras dan wajahnya merah padam.

Didalam lift sana, ada kim so eun, kekasih kyuhyun yang sedang berciuman dengan seorang namja. Mereka tidak menyadari jika kini pintu lift sudah terbuka. Mungkin karena mereka terlalu larut dalam pagutan mesra mereka itu. Hingga so eun melepas pagutan itu dan tersenyum pada namja yang menciumnya.

Tapi, seketika senyumnya menghilang ketika dia melihat kyuhyun berdiri didepan pintu lift.

“Kyu- kyuhyun oppa!” Ucap so eun pelan. Sangat pelan. Tapi masih bisa didengar oleh namja dihadapannya. Namja itupun menoleh ke belakang dan melihat kyuhyun dan sooyoung yang masih menatap mereka.

“Kau kenal mereka chagi?” Tanya namja itu. So eun hanya diam mematung sambil masih menatap kyuhyun. Pintu lift hampir menutup kembali tapi kyuhyun menahannya.

Lalu kyuhyun maju dan..

BUGH!!

Kyuhyun meninju namja yang mencumbu yeojanya itu. “Dasar brengsek!” Kyuhyun meninju namja itu sekali lagi. Sooyoung memekik keras dan langsung menahan tangan kyuhyun yang sudah bersiap untuk meninju namja itu lagi.

Lalu sooyoung menarik kyuhyun keluar dari lift itu. So eun membantu namja yang sudah ditinju oleh kyuhyun itu untuk berdiri. “Jangan pernah muncul dihadapanku lagi brengsek!” Maki kyuhyun pada kedua orang itu. Dan pintu lift menutup kembali.

“AAARRGGHH!!” Kyuhyun memekik keras. Membuat beberapa orang yang melintas disekitar mereka menoleh. “Kyu, tenanglah!” Ucap sooyoung sambil memegang sebelah bahu kyuhyun. Mencoba menenangkan namja yang sedang berada dipuncak emosi itu.

“Brengsek!” Umpat kyuhyun lagi. “Sabarlah kyu!” Ucap sooyoung lagi masih sambil menenangkan kyuhyun.

Suasana dalam mobil kyuhyun sangat hening. Tidak ada yang ingin membuka suara. Sesekali terdengar kyuhyun mendesis sebal dan kecepatan mobil makin bertambah cepat.

“Kyu! Pelan-pelan! Tenangkan dirimu!” Ucap sooyoung sedikit takut. Karena kyuhyun makin menambah kecepatan mobilnya hingga diatas batas normal.

“Kyu! Kubilang pelankan mobilnya!” Sooyoung mulai berteriak. Karena kyuhyun benar-benar gila mengendarai mobilnya. Tapi namja itu tetap diam.

“Yak! Cho kyuhyun! Awaass!!” Sooyoung berteriak sangat kencang ketika ada sebuah mobil box besar dihadapan mereka. Kyuhyun membelokkan stirnya ke arah kanan. Mobil mereka berputar-putar ditengah jalan raya. Dan kyuhyun menginjak rem dengan sangat keras. Menimbulkan suara gesekan ban mobil yang sangat memekakkan telinga. Beruntung jalanan sedang sepi. Tidak ada mobil yang melintas dan mereka selamat.

“Sooyoung-ah! Gwaenchana?” Tanya kyuhyun panik. Sooyoung membuka matanya yang terpejam erat. Tangannya memegang pegangan yang ada diatas pintu. Nafasnya terengah-engah seperti orang habis marathon.

“Soo, gwaenchana?” Tanya kyuhyun lagi. Namja itu juga terengah-engah karena tadi dia berteriak cukup keras juga sama dengan sooyoing.

“Yak! Cho Kyuhyun! Kau gila huh? Kau ingin mati? Jangan mengajakku! Aku masih ingin hidup” sooyoung mengomel pada kyuhyun. Namja itu masih menatapnya dan menggenggam tangan sooyoung.

“Mianhae. Aku benar-benar minta maaf” ucap kyuhyun penuh penyesalan. “Huuuhh” sooyoung menetralkan pernafasannya.

“Jangan berbuat gila lagi! Aku tahu kau sedang emosi, tapi tahanlah sebentar! Kita sedang berkendara bodoh! Kau mau kita dalam bahaya?” Sooyoung masih mengomel. “Mianhae” hanya itu yang bisa kyuhyun ucapkan. Merekapun melanjutkan perjalanan mereka.

Kini kyuhyun dan sooyoung berada dirumah sooyoung. Kyuhyun terlihat lesu sekali tapi masih tersirat emosi diwajahnya.

“Ige. Minumlah!” Sooyoung menyodorkan segelas coklat panas pada namja itu. Tapi kyuhyun hanya diam. Tidak merespon sama sekali.

Merasa lelah karena diabaikan, akhirnya sooyoung menaruh gelas itu diatas meja dan duduk disamping kyuhyun.

“Sudahlah. Jangan terlalu difikirkan. Mungkin namja itu hanya temannya so eun-ssi saja!” Ucap sooyoung sambil mengelus bahu kyuhyun. Mencoba menenangkan namja yang saat ini masih emosi.

“Tssk! Teman? Teman macam apa yang berani berciuman didepan umum? Tidak tahu malu!” Umpat kyuhyun kesal.

Sooyoung diam. Dia tidak tahu harus berkata apalagi.

“Yasudah. Istirahatlah. Tenangkan fikiranmu! Sebaiknya kau menginap saja dirumahku. Aku tidak ingin sesuatu padamu terjadi dijalan” ucap sooyoung lagi. Kyuhyun hanya menghela nafasnya pelan.

“Aku tinggal sebentar ya! Aku bereskan dulu kamar untukmu” sooyoung menepuk pelan bahu kyuhyun lalu dia bangkit berdiri. Saat ingin melangkah, kyuhyun memegang tangannya.

“Jangan pergi. Temani aku disini!” Ucap kyuhyun.

“Tapi aku-“

“Jebal sooyoung-ah!” Ucap kyuhyun lirih.

“Baiklah!” Akhirnya sooyoung duduk kembali disamping kyuhyun. Dan kyuhyun langsung membaringkan kepalanya dipaha sooyoung -seperti biasa-

Dengan perlahan, sooyoung mengelus kepala kyuhyun. Dia tahu, namja ini sedang terluka. Sekuat apapun namja, pasti dia akan terluka juga hanya karena dikhianati oleh cinta.

“Apa yang harus ku lakukan sekarang sooyoung-ah?” Tanya kyuhyun sambil memeluk pinggang sooyoung erat. Membenamkan wajahnya pada perut rata sooyoung.

“Kau masih mencintanya setelah melihat kejadian tadi?” Tanya sooyoung. “Entahlah. Aku sangat kecewa. Tapi aku belum bisa melepaskannya soo!” Jawab kyuhyun

“Kalau begitu, tenangkan dulu hatimu. Kalau sudah tenang, baru kau ikuti kata hatimu. Karena hati takkan bisa berbohong kyu!” Ucap sooyoung bijak. Dia tidak tahu harus memberikan solusi seperti apa. Sebenarnya, sooyoung berharap jika kyuhyun memutuskan yeojanya itu. Tapi sudut hatinya tidak berkata demikian.

Dia wanita. Dia pasti tahu bagaimana rasanya jika diputuskan. Tapi, dia juga tidak mau menjadi wanita yang egois.

“Aku harus bagaimana?” Tanya kyuhyun lagi “temui dia dan bicarakan dengan baik-baik padanya” ucap sooyoung apa adanya.

Kyuhyun diam, tidak merespon apa-apa. “Istirahatlah. Aku tahu kau lelah” Ucap sooyoung masih mengusap lembut rambut kyuhyun.

**

Sudah seminggu berlalu sejak kejadian hari itu. Sooyoung semakin sibuk dengan kegiatannya untuk acara wisuda kampusnya. Dan kyuhyun tidak terlihat sama sekali hampir seminggu ini.

Sudah beratus kali sooyoung mencoba menghubungin kyuhyun. Tapi namja itu tidak pernah mau mengangkatnya. Bahkan dua hari ini, ponselnya tidak aktif. Dan itu semakin membuat sooyoung khawatir.

Dia tahu, kyuhyun pasti membutuhkan waktu untuk menenangkan dirinya. Tapi ini sudah seminggu berlalu dan namja itu tidak ada kabar.

“Soo-ah! Gwaenchana?” Hyoyeon menghampiri sooyoung yang sedang melamaun dipinggir panggung.

“Soo!” Hyoyeon menyapa sekali lagi sambil memegang pundak sooyoung. Membuat sooyoung terkejut. “Nde? Ada apa hyo?”

“Kau melamun?” Tanya hyoyeon. Sooyoung menggelengkan kepalanya dan menunduk. Hyoyeon tahu, pasti ada yang sedang mengganggu fikiran sahabatnya itu.

“Ikut aku!” Hyoyeon memarik tangan sooyoung untuk mengikutinya. Dan membawa yeoja itu ke kantin kampus.

Hyoyeon datang sambil membawa nampan yang berisi dua gelas lemon tea dan dua piring spagheti ke meja dimana sooyoung sudah duduk. Lagi-lagi sooyoung melamun sambil menggenggam ponselnya.

“Jja! Makanlah!” Ucap hyoyeon begitu dia duduk dihadapan yeoja itu. Sedangkan sooyoung menghela nafasnya kasar.

“Kau kenapa?” Tanya hyoyeon. “Aniyo” jawab sooyoung sambil mengalihkan tatapannya dari hyoyeon.

“Kau tidak bisa berbohong padaku miss!” Hyoyeon mendesak sahabatnya itu untuk bercerita.

“Aku mencemaskan kyuhyun!” Akhirnya sooyoung buka suara. Karena dia merasa sudah tidak sanggup lagi memendam kegelisahannya seorang diri.

“Kyuhyun? Ada apa dengannya?” Tanya hyoyeon lagi. Dia tahu, hanya namja itu yang bisa membuat fikiran sooyoung kacau. Tapi, kali ini apa lagi masalahnya? Sampai-sampai sooyoung terlihat frustasi sekali.

“Seminggu yang lalu aku dan dia pergi bersama. Kyuhyun baru saja membeli cincin untuk melamar so eun-ssi lagi. Tapi, dihari yang sama kami bertemu so eun-ssi sedang… selingkuh” jawab sooyoung lesu.

“Mwo?” Hyoyeon cukup terkejut mendengar cerita sooyoung. Pasalnya, so eun itu memang dikenal sebagai kekasih kyuhyun. Dia adalah hoobae mereka. Dan so eun dijuluki sebagai penakluk playboy. Karena so eun berhasil membuat kyuhyun bertekuk lutut padanya.

“Lalu apa yang terjadi?” Tanya hyoyeon lagi. “Tentu saja kyuhyun mengamuk dan dia meninju selingkuhan kekasihnya itu. Dan setelah itu dia menghilang. Tidak mengabariku sama sekali. Dan sekarang ponselnya tidak bisa dihubungi. Aku khawatir sekali padanya hyo” ucap sooyoung lirih.

Hyoyeon menggenggam tangan sooyoung. Mencoba memberikan ketenangan pada sahabtanya itu. Dia tahu, meski sooyoung tidak ada hubungan apa-apa dengan kyuhyun, tapi yeoja itu masih memiliki rasa cinta yang besar pada mantan pacar bohongannya itu.

“Tenangkan hatimu soo-ah! Kau bisa menemuinya dirumahnya” sooyoung menatap hyoyeon. Benar juga! Kenapa tidak terlintas difikirannya itu untuk menjenguk kyuhyun.

“Tapi bagaimana dengan acara wisuda? Aku tidak bisa meninggalkan ini begitu saja. Masih banyak yang harus dipersiapkan dan waktu kita tidak banyak” ucap sooyoung lesu. Mengingat pekerjaan mereka yang masih banyak dan waktu yang sudah mepet. Tiga hari lagi, acara wisuda mereka akan digelar.

“Kau tidak perlu khawatir. Kau tidak bekerja sendiri sooyoung-ah! Kami bisa membantumu” hyoyeon tersenyum. Dosen kim memang tidak salah memilih sooyoung sebagai ketua. Karena yeoja itu sangat bertanggung jawab.

“Apa tidak apa-apa?” Tanya sooyoung ragu. “Tentu sja! Nanti biar aku yang menghandle kerjaanmu untuk sementara” jawab hyoyeon.

“Kau memang sahabat yang baik hyo! Kalau begitu aku pergi dulu” sooyoung beranjak dari kursinya. Sebelum pergi dia mengecup pipi sahabatnya itu.

“Yak! Habiskan dulu makananmu!” Teriak hyoyeon begitu sooyoung melangkah menuju pintu keluar kantin. “Kau saja yang habiskan! Aku pergi! Bye!” Dan sooyoung menghilang dibalik pintu kantin.

“Bagaimana caranya aku menghabiskan ini semua?” Ucap hyoyeon frustasi sambil memandangi spageti dihadapannya.

Kini sooyoung sudah berada diapartemen kyuhyun. Awalnya, dia pergi ke rumah orang tua kyuhyun. Tapi namja itu tidak ada disana. Noonanya bilang, kyuhyun tinggal di apartement yang dia beli sendiri. Apartemen yang dia sediakan untuk nanti setelah kyuhyun dan so eun menikah.

Sooyoung menatap pintu apartemen didepannya dengan nanar. Kyuhyun sudah benar-benar mencintai so eun. Tapi yeoja itu malah mengkhianati kyuhyun.

Air mata sooyoung mengalir begitu saja. Apakah ini karma untuk kyuhyun? Karena dulu, kyuhyun juga telah mempermainkan perasaan sooyoung? Tapi, kyuhyun dan sooyoung dulu kan hanya karena taruhan.

Sooyoung menggelengkan kepalanya. Lalu dia memasukkan kode apartemen milik kyuhyun. Tadi ahra yang memberitahukan passwordnya. Ternyata, kode passwordnya adalah empat digit nomor belakang ponsel sooyoung.

Cklek

Sooyoung masuk ke dalam apartemen itu. Suasana gelap menyapanya. Meski ininmasih siang, tapi tidak ada sinar matahari yang menembus kedalam apartemen ini. Seolah semua celah telah ditutup.

Begitu sooyoung sampai diruang tamu, yang pertama dilihat adalah ruangan yang seperti kapal pecah. Bantal sofa tidak ditempatnya, banyak botol soju berserakan dan juga banyak pecahan botol.

“Kyuhyun-ah! Neo eoddiga?” Sooyoung berucap cukup kencang. Yeoja itu berjalan menuju dapur. Tapi dia tidak menemukan namja itu. Yang dilihatnya hanya meja makan yang berisi dengan beberapa botol vodka. Serta keran dari westafel yang masih menyala dan airnya meluber hingga ke lantai. Sooyoung langsung berlari untuk mematikan air tersebut.

“Astaga! Apa yang sudah dilakukan oleh namja itu?” Sooyoung bergumam. Dia langsung berlari ke arah kamar kyuhyun. Karena dia baru saja mendengar suara pecahan botol.

Sooyoung membuka pintu kemar dengan keras. Dan dia langsung membelalakkan matanya karena keadaan kyuhyun sangat mengenaskan.

Namja itu terbaring dilantai dengan pecahan botol disekitarnya. Kamarnya sangat berantakan melebihi sisa perang dunia II. Tapi yang lebih parah, dari mulut kyuhyun keluar busa.

Sooyoung menghampiri kyuhyun dengan tergesa. Diangkatnya kepala kyuhyun diatas pangkuannya. “Kyu! Kyu! Bangunlah! Kyu!” Ucap sooyoung dengan panik. Dia langsung menelpon ambulance.

“Bertahanlah kyu!”

***

Aula gedung universitas seoul tampak sangat ramai. Para tamu sudah duduk ditempat yang sudah disediakan. Begitu juga dengan para mahasiswa yang akan diwisuda serta para dosen sudah berjajar rapi diatas panggung.

Beberapa panitia acara sibuk mondar-mandir di backstage. Dan diantara orang sibuk itu, ada yang paling sibuk. Choi sooyoung. Yeoja dengan jubah wisuda itu tampak sibuk berbicara dengan HT ditangannya.

“Apa semuanya sudah siap? Acara akan kita mulai sebentar lagi” ucap sooyoung. “Semua sudah beres!” Balas suara namja dari HT tersebut. “Baiklah”

“Semua panitia harap kumpul kesini sebentar” sooyoung berteriak cukup kencang dan seluruh panitia sudah berkumpul didekatnya. Mereka membentuk lingkaran dan merapatkan barisan.

“Baiklah, sebentar lagi acara wisuda ini akan segera dimulai. Ada baiknya jika kita berdoa terlebih dahulu agar diberi kemudahan. Berdoa menurut kepercayaan masing-masing, berdoa dimulai” semuanya langsung menundukkan kepala dan mengepalkan tangan merapal doa.

“Selesai. Baikah teman-teman, mari kita laksanakan acara wisuda angkatan 45 ini dengan baik. Angkatan 45… fighting! Fighting! Fighting!” Ucap sooyoung memberi komando dan mereka melakukan highfive.

Setelah selesai berdoa, mereka membubarkan diri dan kembali ke tempat tugas mereka masing-masing.

Acara wisuda sudah dibuka dengan dosen kim sebagai pembawa acaranya. Dari samping panggung, sooyoung mengedarkan pandangannya ke arah para tamu undangan. Dia melihat sosok ayah dan ibunya yang duduk dibarisan ketiga dari depan. Tapi, bukan kedua orang tuanya yang dicari. Dia sedang mencari salah satu anggota keluarga cho kyuhyun.

“Apakah Kyuhyun tidak datang diacara wisuda ini?” Batin sooyoung.

“Soo, kau sedang apa?” Hyoyeon menepuk pundak sooyoung. Membuat yeoja itu terlonjak kaget.

“Nde? Ah, aniyo” sooyoung mengelak. “Apa kau mencari kyuhyun?” Tanya hyoyeon usil. “Itu tidak mungkin. Kau tahu kan kyuhyun sedang dirumah sakit?” Lagi-lagi sooyoung mengelak.

“Tapi, bagaimana jika kyuhyun datang?” Tanya hyoyeon lagi.

“Itu akan menjadi surprise untukku! Ahh sudahlah, aku harus ke bagian konsumsi. Aku akan memeriksa apakah semuanya sudah beres atau ada yang kurang” lalu sooyoung turun dari panggung. “Kau akan mendapatkan surprise itu sooyoung-ah!” Batin hyoyeon sambil tersenyum memandangi sooyoung yang meninggalkannya.

Acara wisuda terus berjalan dengan lancar. Para petinggi universitas sudah memberikan sambutan dan wejangannya. Kini saatnya untuk simbolik penyematan toga bagi para wisuda ini. Sooyoung perwakilan dari seni dance, jessica perwakilan dari jurusan design dan tiffany perwakilan dari jurusan seni musik.

Mereka bertiga berdiri ditengah panggung untuk mewakili para teman-temannya untuk penyematan toga. Sedangkan para wisudawan yamg lainnya sudah berdiri disamping para wali mereka. Karena wali mereka yang akan menyematkan toga tersebut pada anak kebanggaan mereka.

Suara riuh tepuk tangan menggema diseluruh aula universitas seoul ini. Bahkan ada beberapa yang menangis haru karena terlalu bahagia. Setelah ini, mereka akan menghadapi dunia yang sesungguhnya. Bekerja lalu berkeluarga. Dan acara ini akan menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan.

Tiffany dan jessica juga sudah memberikan sambutan dan terima kasih mereka untuk para dosen dan seluruh staff universitas yang terlibat. Tanpa mereka, delapan semester mereka mungkin tidak akan berarti apa-apa.

Kini giliran sooyoung yang memberikan sambutannya. Dia berdiri diatas podium dan mengumbar senyumannya.

“Sebelumnya aku mengucapkan terima kasih pada Tuhan yang Maha Esa yang sudah memberikan kesempatan bagi kita semua untuk melaksanakan acara wisuda ini.

Terima kasih untuk kedua orang tuaku yang sudah membesarkanku, membimbingku, mengajariku dan memberikan cinta mereka dengan tulus sampai saat ini.

Terima kasih juga untuk Dosen kim, dan dosen lainnya yang sudah memberikan ilmu kepada kami. Tanpa jasa, kesabaran serta didikan dari kalian, mungkin kami tidak akan pernah bisa melaksanakan wisuda ini.

Dan aku juga ingin mengucapkan terima kasih banyak pada seluruh panitia acara yang sudah bekerja keras untuk menyelenggarakan acara wisuda angkatan 45 ini dengan sangat baik. Thank u so much guys!” Ucap sooyoung. Dan disambut teriakan dan tepuk tangan dari para semua panitia karena bangga sudah disebutkan namanya meski mereka hanya bekerja dibalik layar.

“Semoga, dengan apa yang sudah kita dapat ini, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Berguna untuk bangsa dan negara, keluarga dan juga untuk diri sendiri. Jangan pernah menyombongkan diri sendiri dengan title yang sudah kita raih. Memang, semakin besar pohon maka semakin besar pula badai yang menerjangnya. Semakin kita sukses, semakin banyak pula cobaan dan rintangan yang akan menguji kita. Tapi kita tetap harus seperti padi. Semakin berisi semakin merunduk. Maksudnya, setinggi apapun jabatan kita nanti, sesukses apapun katir kita dimasa depan, tetaplah untuk selalu rendah hati. Karena, sehebat apapun manusia, akan terlihat hancur hanya karena sifat sombong.

Aku rasa, cukup sekian sambutan dariku. Saya memang tidak pandai untuk merangkai kata. Hehehe. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih untuk semuanya. Dan nikmatilah acara kami selanjutnya. God bless you all” sooyoung mengakhiri ucapannya dan disambut tepuk tangan meriah dari seluruh orang yang ada disini. Bahkan Dosen kim pun mengacungkan jempolnya dan memberikan wink eyes pada sooyoung. Membuat yeoja itu tertawa.

“Untuk sooyoung-ssi, dimohon untuk tidak meninggalkan panggung terlebih dahulu” ucap hyoyeon. Yeoja itu kini mengambil alih tugas dosen kim sebagai pembawa acara.

Sooyoung menunjuk dirinya sendiri dan menatap ke arah hyoyeon. Hyoyeon menuntun sooyoung menuju ke tengah panggung. “Ada apa?” Sooyoung berbisik. Sedangkan hyoyeon hanya tersenyum.

“Sooyoung-sii, hari ini ada seseorang yang ingin mengucapkan selamat secara special padamu” ucap hyoyeon.

“Mwo?” Sooyoung terkejut sambil menatap penuh tanya pada hyoyeon. Begitupun para tamu dan seluruh wisudawan juga ikut terjekut.

“Nde. Hari ini, orang special ini secara khusus datang pada saya. Dia meminta izin untuk menyela acara ini sebentar. Katanya, ada yang ingin dia sampaikan pada choi sooyoung” ucap hyoyeon lagi dengan senyum yang semakin lebar.

“Untuk seseorang yang special, kami persilahkan untuk naik ke atas panggung” lanjut hyoyeon.

Tiba-tiba seluruh lampu di aula dipadamkan. Hanya ada lampu yang menyorot ke arah sooyoung dan ke arah ujung panggung.

Hening sejenak langsung tergantikan dengan suara dentingan piano. Kyuhyun naik ke atas panggung. Dan suara riuh serta tepuk tangan terdengar. Dan suasana kembali hening ketika kyuhyun mulai bernyanyi.

뒷모습이 참 예뻤구나

Dwimoseubi cham yebbeottguna

Your back side was really pretty

Jadi figur belakangmu ternyata begitu cantik

 

가는 널 보고서야 알게 되었어

Ganeun neol bogoseoya alge dwieosseo

I finally realized this after seeing you leave

Bodohnya aku baru menyadari ketika kau pergi meninggalkanku

 

눈물 흘리니까 맘 아프구나

Nunmul heullinigga mam apeuguna

So my heart aches when tears fall

Hatiku sakit ketika air mata ini perlahan jatuh

 

우는 널, 가는 널 보고서야 알았어

Uneun neol, ganeun neol bogoseoya arasseo

I finally realized this after seeing you cry, after seeing you leave

Tapi aku baru menyadarinya ketika melihatmu menangis, ketika melihatmu pergi

 

이제 와서 미안해 진작 널 알아보지 못한

Ije waseo mianhae jinjag neol araboji mothan

It’s too late but I’m sorry, I didn’t realize how good you were

Semua terlambat tapi maafkan aku, Aku yang tidak menyadari betapa baiknya dirimu

 

나 참 우습지 나 참 우습지

Na cham useubji na cham useubji

I’m such a fool, I’m such a fool

Aku si bodoh, aku si bodoh

 

떠나가지 말아줘 붙잡아도 넌 가겠지만

Ddeonagaji marajwo butjabado neon gagettjiman

Don’t leave me, although you will leave even if I hold onto you

Jangan tinggalkan aku, meskipun aku tahu kau akan tetap meninggalkanku

 

나 참 못났지 나 참 못났지

Na cham motnattji na cham mottnatji

I’m so pathetic, I’m so pathetic

Aku sungguh menyedihkan, sungguh

menyedihkan

 

Kyuhyun mendekati sooyoung yang diam mematung ditengah panggung. Memberikan sebuket besar bunga mawar merah yang dipegangnya kepada sooyoung. Dan menggenggam erat sebelah tangan sooyoung.

 

왜 사랑은 이제서야 아는 걸까

Wae sarangeun ijeseoya aneun geolgga

Why did I realize this love now?

Kenapa baru aku sadari cinta ini sekarang?

 

왜 눈물은 이제서야 나는 걸까

Wae nunmureun ijeseoya naneun geolgga

Why are tears coming now?

Kenapa air mata baru mengalir sekarang?

 

왜 그렇게도 난 널 몰랐을까

Wae geureohgedo nan neol mollasseulgga

Why didn’ t I know you?

Kenapa aku baru menyadarimu sekarang?

 

참… 사랑은, 참… 사람은 바보 같다

Cham…sarangeun, cham…sarangeun babo gatda

Love is so… Love is so foolish

Cinta itu sungguh.. cinta itu sungguh bodoh

 

네 손은 참 따뜻했구나

Ni soneun cham ddaddeuthaettguna

So your hands were very warm

Jadi genggaman tanganmu hangat seperti ini

 

 

늘 잡던 네 체온을 이제야 느껴

Neul jabdeon ni cheoneul ijeya neuggyeo

I finally feel your body warmth though I held you before

Bodohnya aku baru menyadari hangat tubuhmu meski aku pernah memelukmu

sebelumnya

 

 

너는 참 눈빛이 예뻤었구나

Neoneun cham nunbitchi yebbeosseottguna

So your eyes were very pretty

Jadi matamu cantik seperti ini

 

 

늘 웃던, 날 보던 네 모습만 생각나

Neoneun cham nunbitchi yebbeosseottguna

I can only think of you, who always smiled, who looked at me

Aku terus saja memikirkanmu, senyumu, kau yang hanya melihatku

 

 

이제 와서 미안해 진작 널 채워주지 못한

Ije waseo mianhae jinjag neol araboji mothan

It’s too late but I’m sorry, I didn’t fill you up before

Semua terlambat tapi maafkan aku, Aku yang tidak menyadari betapa baiknya dirimu

 

 

나 참 우습지 나 참 우습지

Na cham useubji na cham useubji

I’m such a fool, I’m such a fool

Aku si bodoh, aku si bodoh

 

 

떠나가지 말아줘 이미 네 맘은 떠났지만

Ddeonagaji marajwo butjabado neon gagettjiman

Don’t leave me, although your heart has already left

Jangan tinggalkan aku, meskipun aku tahu kau akan tetap meninggalkanku

 

 

나 참 못났지 나 참 못났지

Na cham motnattji na cham mottnatji

I’m so pathetic, I’m so pathetic

Aku sungguh menyedihkan, sungguh menyedihkan

 

 

왜 사랑은 이제서야 아는 걸까

Wae sarangeun ijeseoya aneun geolgga

Why did I realize this love now?

Kenapa baru aku sadari cinta ini sekarang?

 

 

왜 눈물은 이제서야 나는 걸까

Wae nunmureun ijeseoya naneun geolgga

Why are tears coming now?

Kenapa air mata baru mengalir sekarang?

 

 

왜 그렇게도 난 널 몰랐을까

Wae geureohgedo nan neol mollasseulgga

Why didn’t I know you?

Kenapa aku baru menyadarimu sekarang?

 

 

참… 사랑은, 왜… 사랑은

Cham…sarangeun, wae…sarangeun

Love is so… Why is love so…

Cinta itu sungguh.. cinta itu sungguh..

 

 

왜 사랑은 이제서야 아는 걸까

Wae sarangeun ijeseoya aneun geolgga

Why did I realize this love now?

Kenapa baru aku sadari cinta ini sekarang?

 

 

왜 눈물은 이제서야 나는 걸까

Wae nunmureun ijeseoya naneun geolgga

Why are tears coming now?

Kenapa air mata baru mengalir sekarang?

 

 

왜 그렇게도 난 널 몰랐을까

Wae geureohgedo nan neol mollasseulgga

Why didn’t I know you?

Kenapa aku baru menyadarimu sekarang?

 

 

참… 사랑은, 내 사랑은 바보 같다

Cham…sarangeun, nae sarangeun babo gatda

Love is so… My love is so foolish

Cinta itu sungguh.. cintaku sungguh bodoh

Selesai bernyanyi, kyuhyun langsung berlutut dihadapan sooyoung. Meski wajahnya masih terlihat pucat, tapi kebahagian terpancar jelas diwajahnya.

“Aku memang bukan namja baik. Aku memang bukan namja yang sempurna dan aku bukan namja yang pantas untuk dirimu. Aku hanya seorang namja bodoh yang selalu menyakiti yeoja paling baik sepertimu. Aku namja bodoh yang sudah memperjuangkan cinta yang salah. Aku hanya menyakiti diriku sendiri. Aku memang bodoh. Tapi, aku mau untuk berubah untuk menjadi namja yang baik untukmu. Aku ingin berubah menjadi namja yang sempurna agar bisa bersanding dengan yeoja sempurna seperti dirimu. Sooyoung-ah, maukah kau menerima ku sebagai namjamu? Menerimaku sebagai pendamping hidupmu? Dan menerimaku sebagai ayah dari anak-anakmu? Sooyoung-ah, would you marry me?” Ucap kyuhyun tulus.

Sooyoung menatap kyuhyun dalam. Mencari kesungguhan dari kata-kata yang baru saja diucapkan oleh namja itu. Dan itu semua terpancar jelas di netra kyuhyun. Membuat sooyoung mengangguk dan meneteskan airmatanya lebih deras.

Kyuhyun berdiri dan langsung memeluk sooyoung dengan erat. Seluruh lampu diaula kembali menyala dan tepuk tangan mengiringi mereka. Bahkan hyoyeon bersiul dari pinggir panggung.

“Saranghaeyo sooyoung-ah! Jeongmal saranghae!” Ucap kyuhyun sambil mencium kening sooyoung.

“Nado saranghaeyo kyu!” Balas sooyoung sambil memejamkan matanya.

“Ya! Lebih rapat lagi! Bagus! Hana..dul..set.. Klik!”

Sooyoung dan kyuhyun beserta keluarga mereka baru saja berfoto bersama. Setelah sebelumnya sooyoung sudah berfoto berdua dengan hyoyeon, kyuhyun, seluruh panitia acara dan juga dosen kim.

Sooyoung menatap kyuhyun yang memeluk pinggangnya dari samping. “Wae? Kenapa menatapku seperti itu?” Tanya kyuhyun. “Kenapa kau datang ke acara wisuda ini? Bukankah kau harusnya dirawat dirumah sakit? Ingat! Kau harus dirawat secara intensif karena kemarin kau hampir mati kercunan alkohol bodoh!” Sooyoung mengomel pada namjanya. Tapi kyuhyun hanya tersenyum lembut karena tubuhnya masih lemas.

“Aku memang harus datang ke acara ini chagi! Kau lupa? Aku kan juga harus diwisuda hari ini. Dan yang terpenting, karena aku ingin melamarmu menjadi istriku” ucap kyuhyun lagi dan sukses membuat sooyoung tersipu malu.

“Ekehm!” Gumaman keras dari ayah sooyoung mengejutkan pasangan yang sedang kasmaran itu. Kyuhyun langsung melepaskan peluknnya dari pinggang sooyoung. Dan mereka menjadi kikuk karena mnjadi tontonan keluarganya dan juga hyoyeon.

Kyuhyun menjadi sedikit tegang. Pasalnya, namja ini belum meminta izin terlebih dahulu pada Tuan Choi untuk melamar sooyoung.

“Cho kyuhyun, kenapa kau memeluk anakku dengan seenaknya saja? Apakah kau sudah meminta restuku? Dan apakah aku sudah menerima hubungan kalian?” Tanya Tuan Choi dengan raut serius. Membuat keluarga kyuhyun dan juga nyonya choi terkejut.

Sooyoung menatap kyuhyun seolah meminta penjelasan “jadi kau belum bilang pada ayahku jika kau ingin melamarku?” Dengan tatapan tajamnya. Sedangkan kyuhyun terlihat tegang. Wajahnya yang pucat karena belum sembuh semakin bertambah pucat dan lemas.

“Mi..mianhae aboeji eum- maksudku ahjussi. Aku- lupa!” Jawab kyuhyun.

Sooyoung makin menatapnya dengan tajam. Jadi, kyuhyun belum membicarakannya pada orang tuaku?

Sekuat hati tuan choi menahan tawanya. Sebenarnya, sebelum kyuhyun naik ke atas panggung, hyoyeon sudah menceritakan niat kyuhyun untuk melamar sooyoung dan tentunya kedua orang tua kyuhyun juga sudah bertemu dan membicarakannya dengan Tn. Dan Ny. Choi. Ini hanya akal-akalan tuan choi saja. Dia ingin menguji mental calon menantunya itu.

“Lupa? Kau bilang kau lupa minta izin padaku? Kalau begitu, aku tidak menerima lamaranmu! Aku tidak setuju kau menikah dengan putriku!” Ucap tuan choi.

Membuat semua orang disitu terkejut. “Mwo?” Dan kyuhyun langsung pingsan. Dia terlalu kaget mendengar calon mertuanya itu menolak lamarannya.

“Cho kyuhyun!” Pekik semua orang. Bahkan Tuan Choi pun juga terkejut karena kyuhyun tiba-tiba pingsan.

“Appa. Apa maksudmu? Apa kau tidak merestui kami?” Tanya sooyoung dengan raut sedih. Bahkan yeoja itu menangis.

“Bu-bukan begitu sayang. Appa- appa hanya bercanda tadi!” Ucap Tuan Choi sambil menggaruk kepalanya yang botak bagian depan seperti profesor.

“Mwo?” Lagi-lagi semuanya terkejut mendengar ucapan tuan choi.

“Appa hanya ingin mengetes kyuhyun saja. Appa hanya bercanda. Tapi sepertinya kyuhyun terlalu menganggapnya dengan serius”.

“NDE?!!”

END

Hahaa. Annyeoong!

Achan comeback membawa sequel dibulan april. Ada yang nungguin? *kagaaaak*

Maaf buat sequel yang kacau balau seperti ini. Awalnya, ideku tidak seperti ini. Tapi karena moodku lagi labil *efek batal liburan* jadi yaa ceritanya gak jelas deh. Jeongmal mianhae..

Btw, aku juga sedang bikin project ff series. Tapi entahlah kapan mau aku kerjain. Haahah *evil laugh*

Oh iya, aku juga pengen bikin sequel 7 years of love, tapi aku lihat dulu komen dan like ff ini laku atau engga. kalo cuma sedikit yang komen, dengan terpaksa aku batalkan. hahahaha 😀

Okedeh, last but not least,

Leave ur precious coment, please !

See you next time !!!

Love,

Achan_gimbelz

Advertisements

19 thoughts on “KyuYoung Story – At Close ~(Sequel)~

  1. huh ! lega….
    stlh ad sequel akhirny hub kyuyoung mbaik meski bnyak halanganny dlu…
    dan syukur dh kyu sadar dg perasaanny dsaat yg tepat sblm soo mmlh utk lbh mjauh dariny…
    mgkin hal yg mnimpa kyu adlh karma ats perbuataanny pd soo dlu…
    tp bgian akhir it sukses. comedy bgt.
    kyu pingsan hhhaaa

    sequel 7 years of love dtunggu

    Like

    • tengkyu udah baca ^^ tadinya mau bikin sad end juga. tapi kasian ama kyuhyunnya. wkwkwk 😀 tapi aku rasa, ceritanya masih aneh. heehee ^^v aku masih cari lagu yang pas buat sequel dr 7 years of love. so, ditunggu aja yaa 🙂 gomawo *bow*

      Like

  2. senenenganya hubungan kyuyoung mulai membaik. sempet kesel sih awalnya kyu berencana mau ngelamar so eun, kasihan banget gitu sooyoung nya. untung nya takdir berkehendak lain, ternyata so eun selingkuh dibelakang kyu, jadi kyu membatalkan rencana lamaran nya. dan akhirnya.. kyuhyun sadar juga tentang perasaan nya pada soo. alhamdulillah kyu segera menyatakan cintanya pada soo sebelum soo lebih memilih untuk menjauhi nya. ngakak banget pas baca endingnya.. ya ampun appa nya soo kan cuman bercanda nah si kyu malah sampe pingsan gitu. wkwkwkkk.
    ditunggu ff lainnya..

    Like

  3. “Krain aq oneshoot at close tu gk da sequelx yg endingx hax menyisakan KyuYoung tidak bersatu,,Tpi terxta aq bru nemu nie sequel,,,uhh akihrx KyuYoung brsatu,,Tpi smpet sbel sma Kyuppa yg msih mmpertahankn soo eun,,pdahal udh jelas bhwa dia tu sbenarx cinta sma Sooyoung unnie bukn sma soo eun..Heh gregetan bacax,,tpi seneng endingx KYUYOUNG arkihrx bersatu kembali,,,Jdi KNIGHT gk ad yg sedih trmasuk aq,,”
    “Baguzz & Daebak thor,,Ceritax bagus persaan bca ff ini campur aduk kesel,sedih,,,dll.. Uh neo daebak buat authorx,,tpi thor ceritax msih kurang jelass,,coba bikin sequel lgi yg pas KYUYOUNG menikah,,pasti so sweet banget,,”

    Like

    • maaf sebelumnya, mungkin ff at close yang kamu baca sebelumnya itu di KSI ya? Kalo iya, kamu salah baca dear. Ini sequel dari ff aku sebelumnya yang judulnya Cinta Tak Mungkin Berhenti 🙂

      Like

  4. ahhh ff nya seru bgt ini udh di lanjut blm ff nya soalnya kayaknya saya udh baca ff nya dehh.. terharu sma cara kyuhyun ngelamar sooyoung

    Like

  5. Cie cie kyuyoung,,.duuhh ini ff lucu masa?? Kyu pingsan,,hadeuuh gak keren haha. Hahaha
    pegel bacanya ,panjang sih*plak
    eh ini komenan nongol gak yah??

    Like

DON'T BE SHY, LEAVE A COMMENT!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s