BUTTERFLY


KYUYOUNG BUTTERFLY BY BOLANG FAMOUS

BUTTERFLY

STARING BY:

CHOI SOOYOUNG

CHO KYUHYUN

Seorang gadis berseragam Jamsil High School terlihat berjalan dengan santai di koridor sekolahnya. Wajahnya terlihat lelah tapi tetap terlihat cantik.

Gadis itu bernama Choi Sooyoung atau yang akrab dipanggil dengan Sooyoung. Tangannya menjinjing sebuah box berukuran cukup besar dengan isi berbagai kado dengan beragam ukuran.

“Ugh! Ini berat sekali!” Keluhnya entah sudah yang keberapa kali. Sebenarnya, gadis ini merasa malas untuk membawa box ini. Karena dia harus membawa box tersebut dari kelasnya di lantai tiga sekolahnya.

Hari ini adalah ulang tahunnya. Dan box yang dibawanya itu adalah kado-kado dari para pengagumnya. Oh, apakah gadis ini seorang artis??

Tidak! Sooyoung bukan seorang artis atau model remaja yang sedang naik daun. Dia hanya siswi Jamsil High School kelas tiga. Yang membuatnya memiliki banyak pengagum adalah karena dia gadis yang baik hati, ramah, pintar, tinggi dan tentu saja cantik. Itulah sebabnya banyak yang memuja dirinya. Semua siswa di sekolah ini berlomba-lomba untuk menarik perhatian Sooyoung dan menjadikannya kekasih. Tapi sayang, bahkan sampai mendekati kelulusan gadis itu, tidak ada satupun laki-laki yang berhasil menarik perhatiannya.

BRAKKK

Sooyoung mendaratkan bokongnya dengan sangat kencang, membuatnya meringis kesakitan. Box yang dibawanya jatuh dan membuat kado-kado itu berhamburan.

“Yak! Kalau jalan hati-hati!” Sooyoung berdumel kesal tanpa melihat seseorang yang menabraknya. Sedangkan orang yang menabraknya hanya menunduk penuh takut.

Sooyoung berdiri sambil mengelus bokongnya yang masih terasa nyeri. Dahinya menekuk tajam begitu melihat seorang cowok yang dia kenal sebagai Cho Kyuhyun. Cowok yang berpenampilan culun dengan kacamata tebal dan rambut klimis. Seketika sebuah smirk tercipta dibibir tipisnya. Mendekat ke arah Kyuhyun yang merengut takut.

“Hey, Kyuhyun! Kalau jalan hati-hati! Sudah memakai kacamata tebal masih tidak bisa melihat dengan benar. Makanya, kacamata itu dipakai jangan hanya dilihat saja” Kyuhyun mengerut bingung mendengar perkataan non sense mantan teman sekelasnya saat kelas satu dulu itu.

“A-apa maksudmu, Sooyoung-ah?” Tanya Kyuhyun ragu. Sooyoung menghela nafasnya kasar. Cowok dihadapannya ini memang tidak bisa diajak bercanda. Entah karena memang cowok ini kurang pergaulan atau bagaimana, Sooyoung tidak memahami cowok ini.

Dia tahu, Kyuhyun bukan seperti teman-temannya yang lain. Kyuhyun itu pintar malah bisa dibilang genius. Dia juga memiliki tubuh yang tinggi, wajahnya juga tampan. Hanya saja, jika anak lelaki yang lain lebih memilih sneakers atau topi serta pearching sebagai aksesoris mereka, kyuhyun hanya memilih kacamata minus tebal dan belt khas ahjussi.

Sungguh tidak menarik perhatian gadis manapun, apalagi tatanan rambutnya yang belah pinggir serta klimis. Tapi Sooyoung menilai berbeda dengan gadis kebanyakan. Dia menyukai semua yang ada pada Kyuhyun. Kegeniusannya, ketampanannya, bahkan style nya.

Mungkin kalian bisa menilai Sooyoung kurang waras, tapi percaya atau tidak, dewi kecantikan Jamsil High School ini telah jatuh hati pada Si Culun, Cho Kyuhyun.

“Lupakan saja! Sekarang begini, kau sudah menabrakku, membuat bokongku sakit dan kado-kadoku berantakan. Kau harus menolongku membawa box ini sampai ke mobilku. Arra?” Ucap Sooyoung begitu mengintimidasi. Membuat Kyuhyun tambah menundukkan kepalanya. Oh! Kemana Choi Sooyoung yang dianggap ramah??

Ya, Choi Sooyoung hanya akan seperti ini kepada Kyuhyun. Dengar? Hanya pada KYUHYUN! Kenapa demikian? Tentu saja untuk menarik perhatian cowok yang disukainya itu.

“Ba-baiklah” tanpa membantah sedikitpun, Kyuhyun menuruti perintah Sooyoung. Membuat gadis itu tersenyum lebar.

Kyuhyun memungut kado-kado yang berserakan kedalam box besar. Menutup box tersebut lalu membawanya sedikit susah payah.

“Pantas saja sooyoung marah. Box ini berat sekali” batin Kyuhyun.

Sooyoung tertawa dalam hati. Memperhatikan Kyuhyun yang kesusahan membawa box itu. Wajahnya terlihat lebih lucu larena menahan kesal. Entahlah. Sooyoung merasa senang memperhatikan raut Kyuhyun yang terlihat natural. Tidak seperti teman-teman lelakinya yang selalu tebar pesona.

Mereka berdua berjalan dalam diam, Sooyoung tidak tahu bagaimana caranya memulai pembicaraan dengan Kyuhyun. Karena hatinya terus saja berdebar sejak tadi.

“Eum. Soo-Sooyoung ah, hari ini ulang tahunmu ya?” Tanya Kyuhyun gugup. Sooyoung langsung menoleh kearah Kyuhyun.

“Ya. Darimana kau tahu?” Tanya Sooyoung. Mencoba menyembunyikan perasaan senangnya karena Kyuhyun mengetahui hari ulang tahunnya. Dan dia berharap Kyuhyun memberikan ucapan selamat padanya. Oh, Sooyoung! Kau berlebihan!

“Kau mendapat banyak kado. Dan biasanya kado itu identik dengan ulang tahun bukan?” Jawab Kyuhyun sambil menoleh ke arah Sooyoung. Seketika Sooyoung merasa hopeless. Raut wajahnya berybah menjadi sendu dan agak marah. Kyuhyun bingung menatap raut wajah Sooyoung yang berubah itu. Lalu Kyuhyun menundukkan kepalanya lagi.

“Ada apa dengannya? Apa aku salah bicara?” Batin Kyuhyun. Sooyoung mengepalkan tangannya, bersiap untuk meninju Kyuhyun tapi ia urungkan niatnya. Oke, Kyuhyun memang genius. Dia berfikir secara realistis, Choi! Bukan karena memang dia mengingat ulang tahunmu!

Akhirnya, mereka sampai dimobil Sooyoung. Sooyoung membuka pintu belakang mobilnya dan Kyuhyun menaruh box itu disana.

“Terima kasih sudah mau membawakan box itu” jawab Sooyoung dengan nada datar. Dia masih kesal pada cowok dihadapannya ini. Kyuhyun menunduk, merasa sedih karena nada bicara Sooyoung. Sepertinya Sooyoung benar-benar marah, pikirnya.

“Ya. Maafkan aku karena sudah menabrakmu tadi” Kyuhyun membungkukkan badannya. Sooyoung tidak menjawab dan bersiap untuk masuk ke kursi mengudi, tapi Kyuhyun menahan lengannya. Membuat Sooyoung tersentak kaget dan membelalakkan matanya. Dengan segera Kyuhyun melepas tangannya karena merasa perlakuannya itu salah.

“Tunggu sebentar! Aku ingin memberikan sesuatu untuknu” ucap kyuhyun. “Apa?”

Kyuhyun membuka tas ranselnya. Mengeluarkan toples plastik dari dalamnya dan memberikan toples tersebut pada Sooyoung.

Sooyoung menekuk alisnya bingung. “Apa ini?” Ucapnya sambil meneliti isi toples tersebut. Ada banyak daun hijau, dua batang ranting yang melintang dan tiga ekor ulat bulu berwarna hijau. Tunggu! Ulat bulu? ULAT BULU??

KYAAAAAAA!!!!

Sooyoung menjerit histeris dan melempar toples tersebut. Beruntung Kyuhyun langsung menangkap toples itu.

“YAK! CHO KYUHYUN!! APA YANG KAU BERIKAN PADAKU ITU HUH?” Sooyoung berteriak histeris. Sedikit mundur menjauh dari Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun memeluk toplea itu dengan erat.

“A-apa? Aku hanya memberikanmu ini sebagai hadiah untukmu” jawab Kyuhyun takut

“Kenapa kau memberikan ulat bulu ini sebagai hadiah ulang tahunku?” Tanya Sooyoung. Menatap horor toples plastik berisi tiga ulat yang sedang dipegang Kyuhyun itu.

“Kau harus merawat ulat ini lebih dulu agar kau tahu makna dibalik hadiah ulat ini” ucap Kyuhyun lagi.

“Kau gila? Aku? Merawat tiga ekor ulat bulu? Yang benar saja!” Sooyoung kesal bukan kepalang. Lalu dia pergi meninggalkan Kyuhyun yang diam tanpa kata.

“Kau bodoh Cho Kyuhyun!” Makinya pada diri sendiri.

***

Sooyoung POV

Huuuuhhh…

Hari ini melelahkan sekali. Kim seonsaengnim benar-benar kejam padaku! Hanya karena aku tertidur di jam pelajarannya, aku harus membersihkan gudang? Aku tahu, ini memang salahku. Tapi, ini baru pertama kalinya aku tertidur dipelajarannya. Tapi hukumannya sangat sadis! Kejam!

Oke, sekarang aku harus cepat pulang karena hari sudah sangat sore -hampir gelap- waktu sudah menunjukkan pukul 05:30 sore. Sekolah sudah sangat sepi, mungkin tinggal diriku saja yang masih ada disini.

Dengan cepat aku melangkah menuju lokerku. Aku harus mengambil beberapa barangku yang ku letakkan disana. Lorong menuju lokerku sangat gelap. Dan aku merasa seperti ada yang mengawasiku. Apa aku berhalusinasi? Sekolah ini sudah sepi Choi!

Aku berlari menuju loker. Dan saat aku buka lokerku, aku menemukan kotak kecil. Aku menatap bingung pada kotak itu. Lantas mengambil kotak tersebut.

“Maaf, hanya ini yang bisa ku berikan padamu. Mungkin ini tidak berharga. Tapi ku harap kau mau menerimanya.

Karena ini akan menjadi sesuatu yang indah seperti dirimu.

Happy Birthday my beautiful”

CKH

Seketika aku merona setelah membaca tulisan dari kartu ucapan yang terselip di pita kotak ini. CKH? Siapa itu? Apa itu Cho KyuHyun?

Aishh.. kenapa aku berharap kado ini dari dia? Bodoh!

Tapi, yang tahu password gembok lokerku kan hanya Kyuhyun.

Aku langsung membuka kotak tersebut dan yang kutemukan adalah sebuah toples.

Toples kaca yang berukuran tebal dan cukup berat, berisi daun dan ulat bulu. Ulat bulu??

KYAAAA!!

Aku menjerit histeris. Aishh! Aku tahu ini dari siapa. Cho Kyuhyun, enyah kau dari muka bumi ini!!! Aku menghentakkan kakiku kesal. Memungut kembali toples yang ku lempar itu. Beruntung toples ini tidak pecah.

Huuuuhhh..

Apa yang harus aku lakukan dengan toples ini? Ini adalah kado paling aneh yang pernah aku terima sepanjang hidupku. Apa aku harus membuangnya? Tapi ini pemberian spesial dari Kyuhyun. Bagaimana ini?

Baiklah, aku bawa saja dulu toples ini. Entah akan aku apakan nanti ulat bulu itu. Yang pengting, aku harus pulang sekarang!

Cho Kyuhyun, awas kau kalau bertemu denganku!

***

Author POV

Seluruh siswa tingkat tiga Jamsil High School terlihat lelah. Mereka masih berada didalam kelas masing-masing meski waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.

Ya, sejak dua hari yang lalu mereka mulai belajar ekstra untuk ujian masuk universitas yang akan dilakukan dua minggu yang akan datang.

Mereka terlihat menguap, ada yang menangkupkan kepalanya diatas meja, tetapi masih ada juga yang mau mendengarkan penjelasan guru didepan meski tak sepenuhnya konsentrasi. Dan salah satu dari mereka adalah Choi Sooyoung.

Gadis itu memperhatikan dengan enggan sang guru yang sedang menjelaskan materi. Sesekali melirik jam tangannya. Tinggal sepuluh menit lagi dan kelas akan bubar.

“Apa kalian mengerti?” Tanya sang guru. Hanya beberapa yang menjawab, sisanya hanya diam. Mungkin sudah terlelap diatas meja.

Tak lama bel sekolah berbunyi. Setelah berpamitan dan sedikit memberi wejangan, sang guru keluar dari ruangan. Para murid pun langsung bergegas dan satu persatu mulai meninggalkan kelas.

Sooyoung menarik nafasnya lega. Dia sudah sangat merindukan kasurnya. Dengan tergesa, Sooyoung merapikan buku-bukunya kedalam tas.

“Choi Sooyoung!” Seseorang menyapanya ketika dia ingin berbelok menuju parkiran. Itu Kyuhyun! Cowok yang memberikan kado aneh padanya.

Sooyoung berhenti, menunggu Kyuhyun yang terlihat berjalan dengan gugup menuju ke arahnya.

“Ada apa?” Tanya Sooyoung ketus. Entahlah, dia tiba-tiba merasa emosi melihat Kyuhyun. Mungkin teringat dengan kado aneh yang diberikan oleh cowok culun itu. Bahkan kado tersebut belum dijamah olehnya. Toples berisi ulat tersebut hanya dia letakkan didekat kaca kamar tidurnya.

“A-aku.. mianhae” ucap Kyuhyun menunduk.

“Maaf untuk apa?”

“Maaf karena memberimu kado yang aneh”

“Sudahlah. Aku tahu kau cowok aneh, jadi aku tidak heran dengan kado aneh darimu. Kau tenang saja, aku menerima kado darimu” jawab Spoyoung. Dengan takut, Kyuhyun menatap Sooyoung.

“Terima kasih karena sudah mau menerima kadoku. Tapi, aku tahu kau hanya mendiamkan ulat itu kan?” Tanya Kyuhyun. Sooyoung sedikit terkejut. Kenapa namja ini tahu? Tentu saja aku diamkan ulat itu. Memangnya harus aku apakan ulat itu? Aku mandikan dan memberinya makan, begitu? Batin Sooyoung.

“Tidak, kau tidak perlu memandikan ulat itu Sooyoung-ah! Kau hanya perlu memberinya makan. Ini, bebrapa daun yang harus kau berikan pada ulat itu. Kau hanya perlu membersihkan daun-daun yang ada ditpplea itu dan menggantinya dengan daun-daun ini” ucap Kyuhyun sambil menyerahkan plastik berisi daun pohon jambu segar.

“Apa? Mengganti daun-daun di toples itu? Kyu, melihat toples itu saja aku merasa geli, apalagi aku harus mengambil daun-daun bekas makan ulat bulu? Hiihh” Sooyoung bergidik geli. Membayangkan bagaimana tanganya menyentuh dedaunan itu. Bagaimana jika ulat itu hinggap ditangannya?

“Tapi soo, ulat itu juga butuh makan!” Jawab Kyuhyun keukeuh.

Sooyoung menghela nafasnya pelan. Memang butuh kesabaran ekstra untuk menghadapi mantan chairmate nya ini.

“Baiklah, begini saja. Kau tahu aku takut dengan ulat bulu. Tapi kau dengan keras kepala menyuruhku untuk me.ra.wat ulat itu. Aku tidak akan mau! Bagaimana jika kau saja yang memberikan ulat-ulat itu makan?”

“Tapi bagaimana-“

“Kau bisa datang kerumahku setiap kali kau mau memberikan makan ulatmu itu”

“Nde?”

“Ya. Kau bisa datang kerumahku cowok keras kepala. Kau yang mengambil ulat itu dari alam kan? Maka kau juga yang harus merawatnya!” Ucap Sooyoung lalu bergegas pergi. Namun dia menghentikan langkahnya sejenak.

“Kau belum lupa alamat rumahku kan?” Dan Sooyoung melanjutkan langkahnya untuk pulang.

Sebuah senyum mengembang dibibir Kyuhyun. Entah apa yang membuatnya tersenyum, tapi dia merasa senang. Ini merupakan sebuah “kode” bagus yang diberikan Sooyoung. Dia diizinkan main kerumahnya? Itu berarti Kyuhyun memiliki banyak kesempatan untuk bertemu dengan gadis itu. “Sepertinya, aku harus berterima kasih pada ulat bulu itu” batinnya.

***

Untuk ketiga kalinya Kyuhyun datang kerumah Sooyoung untuk memberikan makan ulat bulu tersebut. Kini, Kyuhyun sedang berada diteras kamar Sooyoung. Sedangkan gadis itu duduk disampingnya sambil memakai sarung tangan plastik. Agak berlebihan memang, tapi sepertinya hal ini dianggap wajar karena gadis itu takut pada ulat kan?

Ini hari minggu dan keduanya tidak memiliki acara apapun. Dan Sooyoung dengan sikap bossy-nya menyuruh Kyuhyun untuk datang kerumahnya. Tentu saja untuk mengurus hewan peliharaan mereka.

“Untuk apa kau memakai sarung tangan plastik seperti itu Sooyoung-ah?” Tanya Kyuhyun bingung.

“Aku mau mencoba memegang ulat bulu itu. Sejak pertama kali kau memberikannya padaku, aku tidak pernah menyentuhnya. Jadi sekarang aku mau menyentuhnya” ucapnya masih sibuk memakaikan karet diujung tangannya.

“Kau yakin?”

“Tentu”

“Tapi kan, ulatnya tidak perlu dikeluarkan dari toplesnya. Lagi pula, ini akan jadi makanan terakhirnya. Mungkin tiga atau empat hari kedepan, ulat ini akan berubah menjadi kepompong”

“Apa? Kenapa secepat itu?” Tanya Sooyoung. Raut wajahnya terlihat sedih. Entah karena apa.

“Tentu saja bodoh! Memangnya kau fikir dia akan selamanya menjadi ulat? Tentu saja tidak Choi Sooyoung!” Tanpa sadar, Kyuhyun mengatai Sooyoung bodoh. Oh, sejak kapan dia berani berucap seperti itu? Apakah hubungan mereka sudah lebih dekat? Tapi, secepat ini?

Sooyoung masih diam sambil memandangi ulat didalam toples kaca itu. Dan Kyuhyun justru memandangi wajah sooyoung yang jaraknya tidak begitu jauh dari wajahnya sendiri.

Ada perasaan berdebar yang membuat pipinya merona merah. Namun dengan cepat Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari Sooyoung. Dia harus menata hatinya agar tidak terlalu jauh terpesona pada Sooyoung. Karena baginya, Sooyoung bukanlah untuknya.

“Lalu, jika ulat ini sudah menjadi kepompong, apakah mereka akan menjadi kupu-kupu yang cantik?” Tanya Sooyoung.

Kyuhyun memasukkan daun baru terakhir ke dalam toples tersebut. Lalu menutup toples itu rapat.

“Tergantung. Jika metamorfosisnya sempurna, maka ulat ini akan menjadi kupu-kupu yang indah. Namun jika gagal, mereka akan mati sia-sia” jawab Kyuhyun sambil mengangkat toples itu ditangannya.

Sooyoung terdiam. Apa yang dikatakan Kyuhyun barusan mengusik fikirannya.

“Jika metamorfosisnya sempurna, maka dia akan berhasil menjadi kupu-kupu yang indah. Akan tetapi jika metamorfosisnya gagal, mereka akan mati. Bukankah mereka sama seperti manusia? Jika ingin menjadi manusia yang berhasil, maka harus berjuang. Jika tidak, maka kau hanya akan menjadi manusia yang tidak berguna” batin Sooyoung.

“Sooyoung! Choi Sooyoung!” Kyuhyun menepuk pelan pundak Sooyoung. Menyadarkan gadis itu dari lamunannya.

“Kau kenapa?”

“Tidak. Aku tidak apa-apa”

“Kalau begitu aku pulang dulu. Tugasku merawat ulat bulu ini sudah selesai” ucap Kyuhyun sambil tersenyum. Lalu, namja itu membereskan sisa daun kedalam plastik.

Sooyoung hanya memandang kosong ke arah Kyuhyun. Tugas namja itu sudah selesai. Ulat yang mereka rawat akan segera menjadi kepompong. Dan itu artinya, Kyuhyun tidak akan datang kerumah Sooyoung lagi untuk mengurus ulat tersebut. Kenapa aku jadi sedih begini karena Kyuhyun tidak akan datang lagi? Ada apa denganku? Batin Sooyoung.

Lagi-lagi Sooyoung merasa terkejut karena Kyuhyun menepuk pundaknya pelan. Namja itu sudah berdiri disampingnya dan bersiap untuk pulang.

“Kau sudah mau pulang?” Tanya Sooyoung. Merasa bodoh karena pertanyaan anehnya sendiri.

“Tentu tugasku sudah selesai” dan keduanya menjadi diam.

Kyuhyun menggaruk tengkuknya karena merasa malu ditatap Sooyoung dengan lekat. “Sebenarnya Sooyoung kenapa?” Batinnya bertanya.

“Terima kasih ya, sudah mau memberikan kado aneh ini. Meskipun aneh, tapi aku menyukainya” ucap Sooyoung tulus sambil tersenyum.

Dan senyum itu menular pada Kyuhyun. Namja berkacamata itu juga tersenyum cerah pada gadis dihadapannya. Hatinya kembali berdebar. Karena setelah hampir dua tahun tidak berkomunikasi dengan gadis ini, akhirnya dia bisa dekat lagi dengan gadis yang dulu sempat mencuri hatinya ini. Dan bahkan sampai sekarangpun masih menjadi gadis pujaannya.

“Aku senang jika kau senang dengan kado anehku ini” keduanya kembali terdiam. Kyuhyun menunduk sambil membenarkan kacamatanya.

“Kalau begitu, aku pamit pulang dulu Sooyoung-ah. Senang bisa main kerumahmu lagi”

“Ya. Terima kasih sudah mau repot-repot berkunjung demi merawat ulat ini”

“Tidak apa-apa. Mulai sekarang, kau harus fokus pada ujian. Tidak perlu memikirkan tentang ulat aneh itu. Arrasseo?”

“Tck. Arra! Kau masih sama saja seperti dulu Cho!” Sooyoung menggeleng kecil sambil tertawa. Sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum malu.

“Baiklah. Aku pulang dulu. Jaga dirimu baik-baik! Annyeonghaseyo” Kyuhyun membungkuk singkat lalu meninggalkan rumah Sooyoung.

“Bye!” Sooyoung melambai pada Kyuhyun hingga cowok itu hilang dibalik pagar rumahnya.

END?

Belum!

Hari kelulusan Jamsil High School terasa sangat ramai. Hiruk pikuk para siswa dan orang tua memenuhi aula sekolah yang menjadi tempat acara kelulusan.

Acara sudah selesai sejak tiga puluh menit yang lalu. Namun mereka semua masih sibuk saling memberilan ucapan selamat satu sama lain dan berfoto bersama. Tidak terkecuali Sooyoung. Gadis itu terus mengedarkan pandangannya. Mencari sosok yang sejak pagi ditunggunya.

“Hey, sungmin-ah, kau melihat Cho Kyuhyun?” Tanya Sooyoung pada salah satu teman sekelasnya saat kelas satu dulu. “Kyuhyun? Sepertinya dia ada ditaman belakang. Coba saja kau cari kesana. Ah, selamat atas kelulusanmu ya Sooyoung-ah!” Ucap Sungmin.

“Ya. Terima kasih dan selamat untukmu juga Ming!”

“Ya! Kenapa masih suka sekali memanggilku seperti itu?” Sungmin protes. Namun Sooyoung tidak mempedulikan protes temannya itu. Dia hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan Sungmin.

***

Sooyoung mengatur nafasnya karena habis berlari menuju taman belakang sekolahnya. Mengedarkan pandangannya dan menemukan sosok Kyuhyun yang sedang duduk melamun dibawah pohon. Perlahan, Sooyoung berjalan menuju tempat Kyuhyun berada lalu duduk disamping cowok itu.

“Hai!” Sapa Sooyoung. Kyuhyun hampir terjengkang ke belakang karena kaget melihat Sooyoung berada disampingnya. Padahal dia baru saja melamunkan gadis tersebut.

“Ha-hai!” Balas Kyuhyun ragu.

“Sedang apa kau disini?”

“Tidak ada. Hanya memandangi tempat favoritku yang mungkin akan ku rindukan suatu saat nanti. Kau sendiri sedang apa disini? Bukankah harusnya kau menemui para fansmu itu? Kulihat tadi kau menerima banyak sekali kado dan bunga dari mereka”

“Untuk itulah aku kesini. Aku lelah menghadapi mereka”

Kyuhyun hanya memgangguk pelan. Merasa paham akan sikap Sooyoung. Keheningan pun melanda mereka.

“Eum.. Kyu” panggil Sooyoung pelan. Kyuhyun pun menoleh ke arah gadis itu.

“ada apa?”

“Ada yang ingin aku tunjukkan kepadamu” kyuhyun menaikkan sebelah alisnya. Menunggu Sooyoung yang katanya mau menunjukkan sesuatu. Namun gadis itu terlihat ragu dan menyembunyikan sesuatu dibalik pinggangnya.

“kau kenapa Soo?”

Sooyoung terlihat ragu, tapi akhirnya dia menunjukkan apa yang dia bawa.

“Tada!” Sooyoung menyodorkan toples berisi tiga buah kupu-kupu yang terlihat sangat cantik. Kyuhyun tersenyum begitu juga Sooyoung.

“Wah, cantik sekali!” Ucap Kyuhyun. Sooyoung mengangguk “sama seperti pemiliknya kan?” Kyuhyun menggeleng mendengar ucapan Sooyoung namun di iringi dengan senyuman.

“Aku fikir salah satu atau bahkan semua ulat itu akan mati. Karena dua hari setelah kau memberi mereka makan terakhir, ulat ini sudah berubah menjadi kepompong. Lebih cepat dari perkiraanmu. Aku tidak ingin mereka mati. Untuk itu aku selalu berdoa agar Tuhan membiarkan mereka hidup dan menjadi kupu-kupu indah. Dan akhirnya doaku dikabulkan” cerita Sooyoung panjang lebar.

“Lalu, apa yang akan kau lakukan pada kupu-kupu ini?” Tanya Kyuhyun. Sooyoung diam sambil memandangi kupu-kupu tersebut.

“Sepertinya aku akan melepaskan mereka. Aku tidak tega melihat mereka terkurung seperti ini” sooyoung merubah raut wajahnya menjadi sendu.

“Itu pilihan bagus!”

“Ya aku tahu. Meskipun aku suka melihat mereka didalam toples ini, tapi aku tidak tega. Melihat mereka terkurung didalam toples ini selama dua minggu lebih,  aku jadi kasihan. Aku akan lebih menyukai mereka terbang di alam bebas” jawab Sooyoung lagi.

“Kalau begitu, lepaskan saja sekarang”

“Tapi, jika aku melepas kupu-kupu ini, itu berarti aku tidak mendapat kado ulang tahun darimu dong?” Sooyoung sedikit merajuk. Membuat Kyuhyun tersenyum. Astaga! Apakah gadis ini memang sangat menginginkan kado berharga darinya.

“Sudah lepaskan saja. Aku akan memberikan kado yang lain untukmu” ucap Kyuhyun.

“Benarkah? Kau mau memberiku kado apa?” Tanya Sooyoung antusias.

“Ini” kyuhyun menyodorkan sebuah kalung dengan bandul kupu-kupu. Sooyoung terpana melihat kalung tersebut.

“Ini untukku?” Kyuhyun mengangguk. “Tapi ada syaratnya”

Sooyoung mengerutkan alisnya bingung. “Apa?”

“Jika kau kau mau menerima kalung ini, kau harus mau menjadi pacarku” ucap Kyuhyun serius. Sooyoung membelalakkan matanya.

“Ka-kau se-serius Kyu?” Sooyoung jadi sedikit gagap. “Tentu saja Choi. Tapi jika kau tidak mau, ya tidak apa-apa”

Tanpa menunggu waktu lama, Sooyoung mengangguk mantap. Tidak ada keraguan sama sekali diwajahnya. Dia senang karena Kyuhyun akhirnya menjadi kekasihnya. Sejak awal mengenal laki-laki ini, Sooyoung sudah jatuh hati. Laki-laki ini berbeda dengan yang lainnya. Jika laki-laki lain sering memberinya hadiah, Kyuhyun justru memberikan arti pelajaran hidup. Hal yang lebih berarti dari barang termahal didunia sekalipun. Dan Sooyoung bersyukur karena namja ini menjadi kekasihnya.

Mereka berdua teesenyum, lalu Kyuhyun memasangkan kalung tersebut di leher Sooyoung.

“Ja, sekarang mari kita lepaskan kupu-kupu ini!” Ucap Sooyoung penuh semangat.

Kyuhyun memegang toples tersebut dengan kedua tangannya dan Sooyoung membuka tutup toplesnya. Satu persatu Kupu-kupu tersebut terbang. Meninggalkan tempay yang beberapa hari menjadi sarangnya. Dan mereka kembali ke habitatnya.

Mereka berdua memandangi kupu-kupu yang terbang jauh lebih tinggi diatas mereka sambil tersenyum.

“Saranghaeyo my butterfly” bisik Kyuhyun pelan sambil menggenggam tangan Sooyoung. Sooyoung pum tersenyum lembut dan membalas genggaman tangan Kyuhyun.

“Nado saranghaeyo”

=END=

Jangan ada yang protes karena aku malah update ff gaje ini dan tidak update MLMS part 7. Honestly, aku belum ketik sama sekali part 7 itu. Belum dapat inspirasi dan belum ada waktu luang buat ngetik.

Oke, sebenernya ff ini mau aku kirim untuk ikutan lomba. Tapi aku batalin karena aku gak yakin sama cerita ini. Dan aku juga sebenernya males buat update disini. Karena gak yakin ceritanya bisa membuat kalian tertarik.

BTW, TERIMA KASIH BANGET LOH BUAT KALIAN YANG MASIH SETIA BERKUNJUNG DAN KOMENTAR DI BLOG KU INI!! *ketjup satu-satu*

Yaudah sih gitu ajah. Bye-bye! See you :*

Advertisements

13 thoughts on “BUTTERFLY

  1. keren thor.. walau Sooyoung eonni cantik dan populer di sekolah nya tapi dia gak sombong + gak milih2 temen dan dia malah suka sama Kyuhyun oppa yg orang nya culun..
    chukkae Kyuyoung, semoga langgeng dan selalu so sweet.. kkk~
    di tunggu ff nya yg lain thor.. keep writing 🙂

    Like

  2. bagus kok ffny. sarat bgt akn makna khidupan yg kyu ajarkan pd soo. bisa kita petik t, tp lbh bgus lg klo n ff ad sequelny hhee

    ok..next ffmu yg MLMS part 7 smga lkas dpat inspirasi shingga bsa sgera update
    tetap semangat oen

    Like

  3. tersentuh aku baca ceritanya thor si cowok culun sama cewek populer.

    aku masih nungguin next partnya MLMS soalnya udah penasaran gimana akhir ceritanya.

    Like

  4. hahaa;soo suka ama cowok culun .cie cie ,, gak kebayang liat muka soo pas liat tuh ulet ,,pasti kocak .hahah.. Di tunggu ff lainnya thor salam kenal ..kabuurrr

    Like

DON'T BE SHY, LEAVE A COMMENT!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s