My Love My Seonsaengim Part 12 END


My Love My Seonsaengnim Bolangfamous

My Love My Seonsaengnim Part 12

Presented by @achan_gimbelz

Cast : Choi Sooyoung

Cho Kyuhyun

Lee Hyukjae

Kim Hyoyeon

Tiffany

Rate : 17

Length : series

PS : Maaf karena butuh waktu lama untuk update ff ini. Dan akhirnya sampai juga dipenghujung cerita. Mungkin ff ini akan mengecewakan kalian, dan tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan. Dan maaf juga untuk typo yang bertebaran, anggep aja hadiah dari aku ^^

Bagi yang lupa dengan cerita sebelumnya, silahkan buka part sebelumnya disini : part 1 | part 2 | part 3 | part 4part 5 | How To Get Password Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8 | Part 9 | Part 10 | Part 11

Happy reading guys!

Author pov

“Apa kau sudah gila huh? Kau meninggalkan perusahaanmu demi wanita jalang itu? Dimana akal sehatmu Cho Kyuhyun? Sebenarnya apa yang sudah pelacur itu lakukan padamu hingga kau bertekuk lutut padanya samapai seperti ini, huh?”

“HENTIKAN ABOEJI!! DIA ISTRIKU DAN DIA BUKAN WANITA JALANG!”ucap Kyuhyun penuh emosi.

PLAAKK!!!

Tuan Cho menampar pipi kiri Kyuhyun.

“KAU BERANI MEMBENTAKKU? DASAR ANAK KURANG AJAR! KAU ITU SANGAT BODOH CHO KYUHYUN! KAU SUDAH DIBUTAKAN OLEH CINTA HINGGA KAU BERBUAT HAL GILA SEPERTI INI!” ucap Tuan Cho tak kalah emosi.

“HENTIKAN!!” ucap sebuah suara wanita. Dan itu adalah suara Sooyoung.

Semuanya menoleh kearah Sooyoung. Wanita itu masih terlihat pucat. Dengan langkah pelan Sooyoung menghampiri Kyuhyun dan orangtuanya.

“Sebelumnya saya ingin minta maaf jika saya berbicara lancang. Saya memang bukan berasal dari keluarga terpandang seperti keluarga Anda. Saya juga bukan wanita terpelajar. Tapi saya masih punya cinta, dan saya sudah memberikan semua cinta saya pada Kyuhyun” ucap Sooyoung lantang.

Tuan dan Nyonya Cho terdiam, dan Kyuhyun mematung. Merasa terkejut atas pengakuan cinta Sooyoung dihadapan orangtuanya. Hatinya bergetar tapi juga merasa senang. Akhirnya Sooyoung mengakui bahwa istrinya itu mencintainya. Hal ini membuat jantung Kyuhyun berdesir dan menimbulkan percik keberanian dalam dirinya untuk berjuang mendapatkan restu ayahnya.

“Huh, cinta? Apa kau fikir cinta saja cukup? Kau itu masih bocah ingusan! Kau belum mengerti apa itu cinta dan bagaimana kerasnya kehidupan ini!” Balas Tuan Cho dengan sinis.

“Kau salah menilainya Aboeji! Justru, akulah yang belajar apa artinya cinta dari wanita yang kau rendahkan ini. Karena dialah aku bisa mengerti bagaimana kerasnya kehidupan sebenarnya. Kehidupan yang benar-benar harus diperjuangkan dengan keringat sendiri.” Bela Kyuhyun. Namja itu berdiri dihadapan Sooyoung. Melindungi istrinya dibalik punggung tegapnya.

“Karena Sooyoung, aku berhenti mempermainkan wanita. Karena Sooyoung, aku mau berkomitmen untuk menikah. Dan karena Sooyoung, aku tahu bahwa cinta dalam sebuah pernikahan adalah hal yang paling utama. Bukan harta atau tahta.”

“Jadi kumohon aboeji, restuilah pernikahan kami dan hentikan kebencianmu ini” Kyuhyun berlutut setelah menyelesaikan ucapannya.

Sooyoung melebarkan matanya, begitu juga ibu Kyuhyun. Nyonya Cho tidak menyangka jika anaknya rela berlutut demi seorang wanita yang dicintainya.

“Aigoo.. kalian ini terlalu drama sekali!” Suara lembut tapi tegas seorang wanita menginterupsi suasana tegang itu. Kyuhyun menoleh ke sumber suara, begitupun yang lainnya.

“Noona?”

“Ahra?”

Kyuhyun terkejut melihat kakak perempuannya ada disini. Begitu juga Tuan dan Nyonya Cho. Keduanya juga terkejut melihat anak sulung mereka bisa berada disini.

“Ya! Kenapa kau bisa ada disini?” Ucap Tuan Cho. Ahra tersenyum mendengar pertanyaan ayahnya.

“Waeyo? Apa aku tidak boleh mengunjungi tanah kelahiranku? Lagipula, untuk apa aku sendirian di Amerika jika eomma dan appaku sedang mengunjungi adikku disini? Ah! Hai adik kecilku! Apa kabar?” Kyuhyun merasa jengah mendengar ucapan Ahra – yang masih memanggilnya adik kecil- tapi Kyuhyun juga tersenyum culas mendenfar ucapan Ahra yang terkesan sangat cuek dan juga tidak sopan itu.

“Berdirilah Kyuhyun! Kau tidak perlu berlutut pada appa sampai seperti itu!” Tuan Cho melotot kearah Ahra, sedangkan Ahra hanya mencibirnya.

“Jadi, ini adik iparku? Kau memang pandai sekali memilih wanita Cho Kyuhyun!” Ahra mendekat kearah Sooyoung. Membuat yeoja itu menunduk takut. Ahra tertawa melihat sikap Sooyoung yang seperti ini.

“Kemarilah adik ipar! Kau tidak perlu takut padaku. Aku jinak kok!” Gurau Ahra. Perlahan Sooyoung mendekati Ahra, dan dia langsung dipeluk erat oleh kakak iparnya itu.

Sooyoung merasa hatinya menghangat dan terharu, setidaknya kakak iparnya menerimanya dengan baik. Tapi tetap saja, dia belum tenang jika ayah Kyuhyun belum merestuinya.

Kyuhyun tersenyum melihat kakaknya yang ternyata menerima Sooyoung dengan tangan terbuka. Dia lantas berdiri dari berlututnya.

“Ya! Kau mengacaukan semuanya! Dasar yeoja bar-bar! Kenapa aku bisa mempunyai anak sepertimu huh?” Ucap Tuan Cho masih kesal. Nyonya Cho mendelik marah mendengar ucapan suaminya.

“Jaga ucapanmu yeobo! Ahra itu anakmu. Bagaimana bisa kau mengatakan anakmu sendiri sebagai yeoja bar-bar, huh?”

Kyuhyun dan Ahra hanya saling pandang melihat kedua orangtua mereka bertengkar. Kenapa jadi mereka yang bertengkar? Pikir keduanya.

“Sudahlah yeobo, apa susahnya kau memberikan restu pada mereka, huh? Lagipula, Sooyoung itu cantik, baik dan aku menyukainya juga. Dan dia juga sedang mengandung cucu kita. Kau mau jika banyak yg mengetahui bahwa Kyuhyun telah menghamili seorang gadis dan kau justru menjauhkan mereka, dan membuat nama baikmu akan tercemar dikalangan pesaingmu, huh?” Nyonya Cho melipat tangannya didepan dada. Wajah yang awalnya lembut dan hanya diam menyaksikan, kini berubah menjadi sedikit berani dan mengintimidasi -khususnya untuk Tuan Cho-

“TAPI AKU-“

“TIDAK ADA TAPI-TAPIAN!”

Belum selesai Tuan Cho berbicara, Nyonya Cho sudah memotongnya terlebih dahulu. Kyuhyun menahan tawanya sedangkan Ahra justru tertawa puas melihat ayahnya yang mati kutu.

“Terserah padamu mau memberikan restu pada mereka atau tidak. Tapi yang jelas, aku sangat merestui mereka berdua. Aku sudah bosan harus pura-pura baik pada calon besan yang kau pilih itu. Mereka hanya lebih mementingkan bisnis mereka untuk bergabung dengan perusahaanmu itu. Dan aku tidak mau menggadaikan Kyuhyun hanya demi keuntungan bisnismu!” Ucap Nyonya Cho panjang lebar.

Kali ini Tuan Cho benar-benar bungkam. Mengusap wajahnya yang terlihat kesal dengan sebelah tangan. Ahra tersenyum melihatnya. Sekeras apapun sifat ayahnya itu, akan tetap luluh jika ibunya sudah berbicara.

Bukan karena Tuan Cho tipe suami takut istri. Tapi karena Tuan Cho memang sangat mencintai Nyonya Cho. Karena itulah, apa yang diucapkan oleh ibunya, ayahnya akan selalu menerima dan menyetujuinya. Dan Ahra bersyukur, ibunya menerima Sooyoung dengan sangat baik. Ahra juga yakin, ayahnya juga pasti akan menerima Sooyoung. Meskipun butuh waktu.

“Ahh.. Terserah kalian saja! Aku pusing!” Ucap Tuan Cho kesal, lalu meninggalkan halaman rumah Sooyoung menuju mobilnya.

Nyonya Cho tersenyum dan Ahra lagi-lagi tertawa terbahak. Kyuhyun juga tersenyum sambil menatap istrinya. Sooyoung hanya bisa menunduk. Menyembunyikan wajahnya karena menangis.

Kyuhyun langsung memeluk Sooyoung erat. Mencoba menenangkan istrinya.

“Tenanglah, sayang! Semuanya sudah selesai” ucap Kyuhyun pelan. Sooyoung mengangguk sekali dalam pelukan Kyuhyun. Dan membalas pelukan suaminya dengan erat.

Ahra tersenyum melihat Kyuhyun dan Sooyoung berpelukan. Dia pun menepuk pelan pundak keduanya.

“Jagalah istrimu dengan baik, Kyu!” Pesan Ahra.

“Kyuhyun-ah!” Panggilan Nyonya Cho membuat Kyuhyun terpaksa melepas pelukannya. Nyonya Cho mendekat ke arah kedua anak dan menantunya. Menghapus dengan lembut air mata yang mengalir di pipi Sooyoung.

“Selamat datang dikeluarga kami, sayang! Kau tidak perlu khawatir tentang ayah mertuamu. Dia pasti akan merestui hubungan kalian dengan cepat.” Ucap Nyonya Cho lembut.

“Kau harus jaga kandunganmu dengan baik karena bayimu akan menjadi cucu pertama dalam keluarga kami. Ah ya, kau boleh tinggal disini untuk beberapa hari kedepan. Tapi setelah itu, kau harus ikut Kyuhyun kembali ke Seoul. Karena Kyuhyun tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya.”

“Tapi-“

“tidak ada tapi-tapian! Pokoknya kau harus ikut bersama Kyuhyun. Karena tidak mungkin kan kami meninggalakn kau sendirian disini? Aku tahu kondisi kandunganmu lemah. Karena itulah, kau tidak mungkin tinggal sendirian dirumah ini.”

Sooyoung hanya diam mendengar perintah ibu mertuanya. Ternyata ibu mertuanya adalah orang yang keras kepala. Sama seperti Kyuhyun dan Tuan cho. Dan juga Ahra. Oh, mereka sekeluarga memang keras kepala semua.

“Baiklah Nyonya-“

“Panggil aku eomma!”

“N-nde eo-eomma!”

“Begitu lebih baik! Cha, lebih baik sekarang kalian istirahat! Ingat pesan eomma!”

“Nde eomma. Gomawo. Jeongmal gomawo!” Kyuhyun memeluk ibunya dengan hangat. Berterima kasih pada seseorang yang sudah melahirkannya dan menyelesaikan masalahnya.

Ahra menuntun Sooyoung untuk berbaring di ranjangnya. Menyelimuti tubuh Sooyoung dengan selimut tebal.

“Jadi ini kamarmu?” Tanya Ahra sambil memperhatikan kamar Sooyoung. Sooyoung juga ikut menatap kamarnya yang sudah sedikit berubah akibat ulah Kyuhyun.

“Ya eonni. Ini kamarku. Dan ini hasil kreativitas tangan Kyuhyun yang dengan seenaknya mengubah kamarku.” Ucap Sooyoung.

“Harusnya dia mengubahnya lebih dari ini. Dasar anak itu!”

“Gwaenchana eonni. Ini sudah lebih dari cukup.”

Keadaan hening sejenak. Ahra sibuk dengan ponselnya, sedangkan Sooyoung terus menatap kakak iparnya itu. Ada yang ingin dia tanyakan sejak pertengkaran kecil tadi berlangsung.

“Kenapa menatapku terus? Jika ada yang ingin kau tanyakan, katakan saja!” Ucap Ahra, lalu menaruh ponselnya didalam tas mahal bermerk.

“Apa boleh aku bertanya?”

“Tentu!”

“Tadi, Nyonya ah- eomma bilang anak yang aku kandung adalah, eum adalah cucu pertama dikeluarga Cho. Apakah, eum.. apakah eonni belum menikah?” Tanya Sooyoung gugup. Merasa tidak enak hati karena menanyakan hal ini. Tapi, otaknya terus bertanya-tanya. Apakah Ahra sudah menikah atau belum. Karena Ahra itukan kakaknya Kyuhyun. Sedangkan saat ini Kyuhyun sudah menikah dengannya.

Ahra tersenyum melihat Sooyoung yang menatapnya dengan intens.

“Aku sudah menikah” jawab Ahra pelan.

“Benarkah?”

“Ya. Tetapi suamiku sudah meninggal dunia.”

“Apa?” Sooyoung terkejut mendengar ucapan Ahra.

“Aku menikah saat usiaku 20 tahun. Saat itu, aku masih kuliah. Tapi Appa sudah menjodohkanku dengan salah satu anak rekan bisnisnya. Suamiku juga seorang pengusaha sukses, sama seperti Kyuhyun. Usia kami terpaut sekitar sepuluh tahu. Tapi aku benar-benar mencintainya. Dia sangat dewasa, selaras dengan usianya. Dia juga sangat baik dan dia sangat menyayangiku meski kami menikah karena perjodohan.” Jelas ahra.

“Suamiku meninggal saat aku dan dia pergi ke Amerika.  Pesawat yang kami tumpangi mengalami kecelakaan saat ingin mendarat, beruntungnya aku dan suamiku sempat bisa dibawa ke rumah sakit. Tapi, suamiku tidak bisa bertahan. Karena kedua kakinya harus diamputasi dan juga gagal ginjal yang dialaminya sudah sangat kritis. Aku sangat menyesal karena tidak mengetahui bahwa suamiku mempunyai penyakit gagal ginjal.” Lanjutnya. Ahra menarik nafas dalam. Memori terburuk dalam hidupnya membuatnya sesak seketika. Sooyoung menggenggam tangan Ahra, menenangkan kakak iparnya itu.

“Maafkan aku eonni. Aku tidak bermaksud-“

“Tidak apa-apa, Sooyoung-ah.” Ahra tersenyum meyakinkan Sooyoung bahwa dirinya baik-baik saja. Kenangan buruk sepuluh tahun yang lalu itu memang tidak akan pernah dilupakan. Namun Ahra sudah bisa menjalani hidupnya dengan lebih baik. Hubungannya dengan keluarga sang suami masih terjalin dengan baik, bahkan Ahra yang meneruskan bisnis sang suami.

“Kau istirahatlah!” Ahra menaikkan selimut Sooyoung sebatas dada. Sooyoung mengangguk patuh dan tak lama terlelap karena memang tubuhnya sangat lelah.

***

Kyuhyun POV

Aku menghampiri Sooyoung yang masih terlelap dikamarnya. Ini sudah waktunya makan malam, tapi dia belum bangun juga. Bahkan dia melewatkan makan siangnya. Dia bilang, dia tidak lapar. Tapi eomma meneleponku dan memarahiku karena tidak memaksa Sooyoung makan. Sepertinya eomma sudah benar-benar menerima Sooyoung sebagai menantunya. Dia sangat perhatian sekali pada Sooyoung. Aku senang sekali.

“Sooyoung-ah, bangunlah! Ini sudah waktunya makan malam.” Ucapku pelan sambil mengusap pipi Sooyoung.

“Eumhh” Sooyoung bergumam kesal karena tidurnya merasa terganggu.

“Bangunlah sayang! Kau harus makan dan minum vitaminmu” bujukku lagi. Sooyoung merenggangkan badannya dengan gerakan lucu. Membuatku tertawa menatap tingkah istriku ini.

“Jam berapa sekarang?” Tanya Sooyoung dengan mata masih mengantuk. “Ini sudah jam tujuh malam sayang”

“Astaga, Aku tertidur lama sekali” ucap Sooyoung sambil menguap lebar. Lalu beranjak dari kasurnya.

“Apa kau merasa sangat lelah?” Sooyoung mengangguk sebagai jawaban. Aku menuntun Sooyoung menuju ruang makan yang menyatu dengan dapur Sooyoung. Mengambilkan nasi beserta lauk pauk untuk Sooyoung. Harusnya, ini pekerjaan Sooyoung tapi dia benar-benar terlihat sangat lelah. Aku hanya tersenyum melihat Sooyoung yang menepuk-nepuk pipinya pelan.

“Makanlah dulu lalu minum vitaminmu. Setelah itu kau bisa tidur lagi.” Kali ini Sooyoung menggeleng membuatku mengerutkan dahi.

“Aku lelah berbaring di kasur seharian. Tapi sialnya mataku sangat kantuk sekali!” Ucap Sooyoung. Aku tertawa melihat tingkah lucu Sooyoung. Apakah ibu hamil akan bersikap seperti ini? Pikirku.

“Yasudah, kau bisa menonton tv nanti. Tapi sekarang, kau harus makan dulu” Sooyoung mengangguk dan langsung melahap makanannya. Selera makannya meningkat begitu sesendok makanan masuk kedalam mulutnya. Aku bersyukur karena Sooyoung menyukai makanan buatan Ahra.

“Ini enak. Kau yang membuatnya?” Tanya Sooyoung tanpa menoleh kearahku karena terlalu fokus dengan makanannya.

“Ani. Ahra noona yang membuatnya sebelum dia pulang tadi sore.” Jawabku. Sooyoung mendongakkan kepalanya lalu menatap kesekeliling rumahnya.

“Jadi, Ahra eonni sudah kembali ke Amerika?” Tanya Sooyoung polos. Aku menggeleng lalu menuangkan air ke gelas Sooyoung.

“Dia pulang ke rumah Aboeji. Dia bilang, dia akan kembali ke Amerika jika kita sudah kembali ke Seoul.” Jawabku.

Sooyoung terdiam mendengar jawabanku. Aku menyadari perubahan sikap Sooyoung. Aku tahu, Sooyoung pasti merasa berat untuk meninggalkan rumahnya.

Tapi Sooyoung tidak memberikan tanggapan apapun dan kembali melanjutkan makannya. Aku merasa kasihan melihat Sooyoung yang menjadi diam seperti itu. Aku tidak bisa menetap disini selamanya, tapi aku juga tidak ingin memaksa Sooyoung untuk pindah ke Seoul dengan cepat. Aku ingin Sooyoung yang mengatakan dengan sendirinya jika dia mau pindah ke Seoul bersamaku.

Keadaan menjadi hening. Setelah selesai makan, Sooyoung langsung masuk ke dalam kamarnya. Aku hanya bisa diam dan melanjutkan pekerjaanku yang sudah sangat menumpuk. Berkas-berkas kerja sudah terletak dimeja ruang tamu. Jika kalian bertanya bagaimana berkas itu bisa ada ditanganku sekarang, maka jawabannya adalah karena Ahra noona yang membawakannya untukku.

Sebelum kesini, Ahra noona ke kantorku terlebih dahulu dan Hyukjae hyung menitipkan berkas-berkas sialan itu padanya. Hyungku yang satu itu benar-benar tidak tahu waktu!

Aku merasakan tepukan ringan dipipiku. Dan aku terkejut karena Sooyoung yang melakukannya. Aku mengusap wajahku pelan, mencoba mengumpulkan kesadaranku kembali. Sepertinya aku ketiduran karena berkas-berkas sialan itu.

“Ada apa Soo? Apa kau butuh sesuatu?” Tanyaku parau. Sooyoung menggeleng dan terus menatapku.

“Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?”

“Eum.. kau terlihat sangat lelah sekali sampai ketiduran disini. Eum.. kau, kau bisa tidur didalam saja” ucapnya terbata. Aku menaikkan sebelah alisku. Apa dia sedang menawarkanku untuk tidur bersamanya?

“Tapi jika kau mau” lanjutnya cepat. Aku menahan tawa karena tingkahnya yang terlihat malu-malu.

“Bolehkah?” Tanyaku.

“Nde?”

“Apa kau mengizinkanku untuk tidur bersamamu dikamarmu?” Tanyaku ulang. Dia terlihat gugup dan juga bersemu merah. Apa dia malu? Haha. Lucu sekali.

Dia mengangguk secara pelan. Aku tersenyum lalu mengusap kepalanya. Lalu dia ingin beranjak berdiri tapi aku menahan tangannya.

“Bisakah aku berbicara padamu sebentar?” Tanyaku. Sooyoung memandangku sejenak lalu menganggukkan kepalanya. Dan dia kembali duduk disampingku lagi.

“Aku sangat senang ketika mendengar pengakuanmu didepan ayahku bahwa kau mencintaiku. Dan aku berterima kasih karena kau mau memberikan kesempatan padaku untubersamamu.” Ucapku. Sooyoung hanya memandangku dengan intens.

“Mulai sekarang, aku berjanji akan melakukan apapun untukmu. Kau maukan terus bersamaku sampai akhir waktu nanti? Menemaniku dalam keadaan apapun. Mengingatkanku ketika aku mulai salah langkah. Menjadi tempatku bersandar ketika aku lelah dan menjadikanku satu-satunya pria yang paling kau cintai didunia ini?” Tanyaku.

Sooyoung menatapku lama dalam diam. Matanya yang jernih membiaskan wajahku dilensanya. Namun, tiba-tiba mata indah itu berkaca-kaca hingga membendung air mata yang siap tumpah hanya dalam satu kedipan mata saja.

Aku bingung kenapa tiba-tiba Sooyoung menjadi seperti ini. Apa perkataanku salah? Apa dia tidak benar-benar menerimaku?

“Kau tahu, aku tidak pernah jatuh cinta pada seorang lelaki. Akupun juga tidak pernah dicintai oleh seorang lelaki.” Jawabnya sambil menundukkan kepalanya.

“Tapi, kau datang dalam hidupku. Membuat hidupku yang kelam bertambah gelap hingga kedasarnya karena perjanjian kita ini. Aku membencimu, tapi aku juga mencintaimu. Aku ingin menjauh darimu, tapi hatiku meminta untuk bersamamu. Aku ingin lari darimu, tapi kakiku tidak ingin melangkah sedikitpun. Aku ingin memakimu, tapi lidahku kelu tidak bisa berucap apapun. Aku ingin melupakanmu, tapi kau selalu hadir dalam fikiranku setiap detiknya. Aku ingin berteriak didepan wajahmu bahwa aku sangat membencimu. Tapi aku tidak bisa, karena hatiku justru berteriak bahwa aku sangat mencintaimu dan membutuhkanmu. Aku harus bagaimana?” Ucapnya lirih karena terisak. Aku tercengang mendengar pengakuannya lagi. Tapi aku juga tersenyum karenanya.

Aku menaikkan dagunya dengan jariku untuk menatapku. Mengusap air mata yang mengalir dipipi chubbynya. Tuhan, aku sangat bersyukur karena kau mempertemukanku dengan wanita ini. Tetima kasih karena kau memberikan wanita yang sangat luar biasa untukku.

“Dengarkan aku! Aku tidak akan memaksamu untuk mencintaiku dan menerimaku dengan cepat. Karena perasaan tidak bisa dipaksakan. Dan aku akan terus berusaha untuk membuatmu mencintaiku disetiap waktunya.” Ucapku sambil tersenyum.

Dia menatapku lalu berkata dengan pelan, “Ajarkan aku untuk terus mencintaimu!”

“Dengan senang hati!”

Perlahan aku memajukan wajahku. Mencium dengan lembut bibir tipis miliknya. Mengecupnya secara perlahan sebagai tanda aku mencintainya. Begitupun dengan dia yang membalas kecupanku.

Aku melepaskan ciuman kami, lalu memeluknya dengan erat. Bahagia menyelimuti seluruh ruang dihatiku saat ini.

“Kyu, ayo kita tidur didalam. Aku sangat lelah. Besok kita harus pindah ke Seoul, bukan?” Ucap Sooyoung pelan, lalu dia menguap kecil. Aku melepaskan pelukan kami. Menatap wajahnya dengan sedikit bingung. Apa yang diucapkannya tadi? Dia ingin pindah ke Seoul? Besok?

“Kenapa kau melamun begitu, Kyu?”

“Ani, tadi kau bilang apa? Kita pindah ke Seoul besok?” Tanyaku. Sooyoung mengangguk dua kali.

“Kau yakin?” Tanyaku lagi, dan Sooyoung mengangguk empat kali.

“Serius?”

“Kau ini bawel sekali! Tentu saja aku serius, Kyu! Aku tidak tega melihatmu kelelahan mengerjakan pekerjaanmu dimeja kecil ini. Aku juga tidak mungkin terus membiarkanmu menelantarkan pekerjaanmu dan menyusahkan Hyukjae oppa dan Hyoyeon eonni disana.”

“Tapi, apa kau yakin ingin pindah besok?” Sooyoung mengangguk mantap.

“Kau tidak ingin berpamitan dengan anak didikmu? Tiga hari lagi peresmian gedung sekolah baru untuk anak didikmu kan?” Kali ini Sooyoung diam. Nah kan! Dia pasti masih ingin disini bersama anak didiknya.

Sooyoung menundukkan kepalanya. Astaga, dia bersedih lagi? Tadi dia bersemangat ingin cepat-cepat pindah tapi begitu mengingat anak didiknya, dia kembali diam. Apakah ini ada hubungannya dengan pengaruh hormon ibu hamil?

Aku kembali memeluknya erat. Mengusap punggungnya dengan pelan.

“Kau tenang saja. Kita bisa kembali ke Seoul kapanpun kau siap. Sudah kubilang, aku tidak akan memaksamu kan?” Sooyoung tetap diam.

“Baiklah begini saja, bagaimana jika kita kembali ke seoul empat hari lagi? Setelah peresmian gedung sekolah baru, kita ajak semua anak didikmu ke tempat wisata? Eotteokhae? Kau setuju?”

Sooyoung langsung melepaskan pelukanku dengan cepat. Menatapku dengan pandangan berbinar seperti kucing dengan puppy eyesnya. Astaga, lucu sekali istriku ini!

“Benarkah Kyu?” Tanyanya penuh semangat. Aku mengangguk berkali-kali.

“Terima kasih Kyu!”

“Eitt.. tapi ada syaratnya!”

“Syarat? Kenapa kau selalu memberikan syarat padaku, huh?”

“Yasudah kalau tidak mau menerima syaratku. Aku batalkan saja rencana perginya” ucapku pura-pura merajuk.

“Yak! Bagaimana bisa begitu? Janji itu harus ditepati! Baiklah, aku terima syaratmu itu. Apa syaratnya?” Ucapnya berapi-api.

“Panggil aku yeobo!”

“Mwo?”

“Yasudah kalau tidak mau. Rencana batal!”

“Aku kan biasa memanggilmu Kyu atau Tuan. Aneh sekali memanggilmu yeobo!”

“Aneh apanya? Aku ini kan suamimu. Kau saja memanggil Hyukjae dengan sebutan oppa. Harusnya kau memanggilnya dengan sebutan ahjussi” ucapku lalu tertawa.

“Harusnya kau yang lebih pantas dipanggil ahjussi. Dasar ahjussi buncit ! Hahhaha” lalu Sooyoung berlari menuju kamarnya.

“Ya! Sudah berani mengataiku huh?” Ucapku pura-pura marah. Sooyoung hanya memeletkan lidahnya lalu masuk ke dalam kamarnya. Aku hanya bisa menggeleng dan tersenyum melihat tingkahnya itu.

***

Sooyoung pov

Saat ini, kami sedang berada ditaman wisata. Sesuai dengan janji Kyuhyun, setelah peresmian gedung sekolah baru, dia mengajak kami semua kesini.

Aku senang karena Kyuhyun sangat baik pada anak didikku. Membuat hatiku semakin yakin untuk belajar mencintainya.

“Seonsaengnim, ayo kita naik itu!” Kyungsan menunjuk sebuah wahana yang cukup ekstrem. Aku tersenyum melihatnya. Sepertinya akan seru jika aku naik wahana itu bersama anak didikku.

“Baiklah! Kajja!” Ucapku sambil berteriak.

“Andwaeeee!!” Suara teriakan Kyuhyun menghentikan langkahku dan anak-anak.

“Waeyo ahjussi?” Tanya Kyungsan.

“Wahana itu terlalu ekstreme! Lagipula tinggi kalian belum mencukupi untuk menaikinya. Dan kau! Kau fikir aku akan mengizinkanmu naik itu huh? Ingat, kau itu sedang hamil, Soo!” Ucap Kyuhyun lagi.

“Yaak! Sejak tadi kau selalu melarangku untuk naik ini-itu. Jika aku tidak boleh naik wahana disini, kenapa mengajakku huh?” Ucapku penuh emosi. Bagaimana tidak, sejak datang ke tempat ini dua jam yang lalu, aku selalu dilarang menaiki wahana. Lalu, untuk apa aku kesini? Aku tahu, ibu hamil memang dilarang, tapi aku ingin sekali naik wahana disini. Ini pertama kalinya aku kesini. Tuhaaaann.

“Yang Kyuhyun katakan itu benar Sooyoung-ah! Kau itu sedang hamil. Bagaimana jika nanti sesuatu yang buruk terjadi pada kandunganmu, huh? Dasar anak nakal!” Ucap Tiffany yang juga ikut bersama kami.

“Yak, eonni! kenapa kau ikut-ikutan membela ahjussi gendut ini, huh?” Protesku padanya.

Kyuhyun menatapku tajam mendengar ejekanku. Dan kubalas dengan tatapan tajam juga. Dia menatapku lebih tajam lagi. Aku pun semakin melebarkan mataku dan mengerucutkan bibirku. Tiba-tiba saja dia mengecup bibirku dengan cepat. Membuatku malu tentu saja. Apalagi diligat oleh anak didikku yang justru menertawakanku. DASAR KYUHYUN SIALAN!!!!

“YAAK!! JANGAN TERTAWAKAN AKU!! AWAS KALIAN, KALAU TERTANGKAP AKAN AKU KELITIKI SAMPAI PINGSAN! HIYAAAAA” aku pun mulai mengejar anak didikku. Mereka berpencar dan membuatku sulit untuk menangkap mereka.

Waktu terus berlalu hingga tanpa terasa sore telah tiba. Semua anak didikku terlihat lelah, begitu juga denfan tiffany eonni. Tapi rasa bahagia terpancar jelas diwajah mereka.

“Apa kalian senang?” Tanyaku pada mereka setelah tiba didekat bus di parkiran.

“Neee!!!” Mereka mengangguk penuh antusias.

“Seonsaengnim, apa benar setelah ini kau tidak akan mengajar kami lagi?” Tanya salah satu anak didikku.

Aku menatap mereka sedih. Benar, setelah ini aku akan berpisah dengan mereka. Dan memulai kehidupan baru dengan Kyuhyun. Tanpa terasa air mataku menetes. Dan aku semakin terisak.

Aku merasakan sebuah dekapan hangat dipundakku. Aku mendongak dan menemukan Kyuhyun disampingku.

“Itu benar. Sooyoung seonsaengnim tidak akan mengajar kalian lagi. Tapi bukan berarti Sooyoung seonsaengnim akan melupakan kalian. Sooyoung seonsaengnim tetaplah guru kalian. Dan ahjussi janji, kami akan sering mengunjungi kalian kesana.” Ucap Kyuhyun. Aku menatapnya. Benarkah yang dikatakannya itu?

Kyuhyun tersenyum kearahku dan menganggukkan kepalanya. Seolah menjawab pertanyaan hatiku tadi. Dengan refleks, aku memeluknya erat.

“Terima kasih yeobo. Aku benar-benar mencintaimu” ucapku tulus.

“Ya sayang. I love u too, my seonsaengnim” Kyuhyun membalas pelukanku dan mengayunkan tubuhku pelan.

Aku bahagia. Benar-benar bahagia. Kyuhyun sangat mengerti inginku. Aku janji, aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuknya. Dan juga menantu yang baik untuk orangtuanya.

Kyuhyun melepaskan pelukan kami dan menatapku dengan senyumannya. Aku juga membalasnya dengan senyumku. Dan aku mengecup pipinya cepat. Kyuhyun semakin tersenyum lebar.

“Baiklah anak-anak, saatnya masuk bus!” Ucap Kyuhyun. Anak-anak langsung berbaris rapi. Sebelum masuk, mereka memelukku satu persatu. Jika seperti ini, aku tidak akan merasa sedih lagi. Melihat wajah bahagia mereka tidak membuatku sedih untuk berpisah dengan mereka semua. Dan ini karena Kyuhyun, suamiku.

“Eonni, aku titip anak-anak padamu yaa. Jaga mereka dengan baik. Aku akan mengunjungi kalian nanti.” Ucapku sambil menggenggam kedua tangan eonniku ini.

“Tentu sayang. Aku akan menjaga mereka dengan baik. Kau juga harus jaga dirimu dan calon anakmu dengan baik juga! Jangan lupa untuk terus menghubungiku. Arrachi?” Balas Tiffany.

“Siap kapten!” Aku menggangguk dan memberikan sign hormat padanya. Dan kami tertawa bersama.

Aku memeluk Tiffany sekali lagi sebelum dia masuk kedalam bus bersama anak didikku.

Aku dan Kyuhyun melambaikan tangan hingga bus yang mereka tumpangi keluar parkiran. Kyuhyun menggenggam tangan kiriku, membuat aku menoleh kearahnya.

“Sudah siap untuk tinggal dirumahku?” Tanyanya. Aku mengangguk mantap. “Harus siap!”

Kyuhyun tersenyum dan mengusap kepalaku pelan. “Saranghae” ucapnya.

“Nado neomu saranghae” balasku.

Kami sudah tiba dirumah Kyuhyun. Sudah berulang kali aku mengatur nafasku dengan baik, tapi tetap saja gugup ini tidak hilang juga.

“Tenanglah sayang! Aboji tidak menggigit kok!” Kyuhyun mencoba bercanda untuk menghilangkan rasa gugupku. Aku memukul lengannya pelan. Meski tidak berpengaruh banyak, tapi aku cukup terhibur.

“Kajja”

Begitu sampai didepan pintu, kami disambut dengan para maid yang berbaris rapi disisi kanan dan kiri. Dan kulihat eomma serta ahra eonni ada dibagian ujung barisan. Aku merasa ini sedikit berlebihan. Mereka seolah sedang menyambut raja dan ratu dari kerajaan. Ahh, aku lupa, Kyuhyun kan memang raja disini.

Kyuhyun menuntunku untuk memasuki rumahnya. Dan kami langsung disambut dengan pelukan hangat eomma dan Ahra eonni.

“Selamat datang dirumah kami. Dan sekarang akan menjadi rumahmu juga, sayang!” Ucap eomma lembut.

“Terima kasih eomma.” Beliau hanya mengangguk pelan.

“Ekhem” suara ayah Kyuhyun dibelakang eomma membuatku terkejut. Tubuhku sedikit menegang karena masih sedikit takut padanya.

“Kalian sudah tiba?” Tanya ayah Kyuhyun. Aku hanya bisa menganggukkan kepalaku dengan kaku. Sedangkan Kyuhyun menjawabnya dengan santai. Seolah sudah melupakan kejadian beberapa hari lalu.

“Choi Sooyoung, ikut denganku!” Ucap ayah Kyuhyun. Aku menoleh ke arah Kyuhyun seolah bertanya apa yang akan ayahnya lakukan padaku. Tapi Kyuhyun hanya membalas dengan mengangkat kedua bahunya.

“Sudahlah, ikut saja dengan ayahmu.” Ibu menjawab kebingunganku disertai anggukan pelan.

Aku hanya bisa menelan ludah dengan susah payah, dan itu keliahatan sekali. Hingga Ahra eonni menertawaiku.

Aku berjalan mengikuti ayah mertuaku yang sudah jalan terlebih dahulu. Lalu kami masuk ke sebuah ruangan yang menurutku adalah sebuah perpustakaan kecil.

“ehemm” Tuan besar Cho menggumam sebentar sebelum memulai pembicaraan. Kini dia duduk dihadapanku. Aku hanya bisa menunduk karena aku belum berani menatap wajahnya.

“Aku minta maaf”

Tiga kata yang diucapkan tuan besar Cho berhasil membuatku tertegun. Aku menatap ke arahnya. Dan tuan besar Cho ternyata juga sedang menatapku.

“A-apa maksud Anda, Tuan?” Tanyaku gugup.

“Aku minta maaf padamu karena sudah merendahkanmu dan menilai buruk dirimu.” Ucapnya.

Aku diam dan Tuan Cho jufa diam sejenak. Tapi dia melanjutkan perkataannya lagi.

“Pertengkaran kita saat dirumahmu itu menyadarkanku. Dan aku sadar bahwa kau memang gadis yang sangat baik. Kau merelakan kehidupanmu jatuh pada lubang hitam yang Kyuhyun ciptakan hanya demi pendidikan anak didikmu.”

“Itu memang suatu tindakan bodoh. Tapi terkadang, kita memang harus merelakan kebahagiaan kita dan bersikap bodoh untuk kebahagiaan orang yang kita sayangi.”

“Dan aku bersyukur karena akhirnya Kyuhyun justru benar-benar mencintaimu. Aku tahu, anak nakal itu memang sudah sering bermain wanita dan dia membuat imagenya sendiri menjadi buruk agar dia bisa menolak perjodohan yang aku buat. tapi setelah bertemu denganmu, dia telah mantap untuk berkomitmen dan menikah.”

“Maaf karena aku sudah menilaimu buruk dan aku berterima kasih padamu, Sooyoung-ah. Boleh aku memanggilmu seperti itu?” Ucap ayah mertuaku. Aku terdiam mendengarnya. Apakah secepat ini dia menerimaku? Aku tidak salah dengar, kan?

Kulihat tuan besar Cho berdiri dari duduknya dan menghampiriku.

“Berdirilah, nak!”

Aku pun berdiri sesuai perintahnya. Dan tiba-tiba dia memelukku. Erat. Dan pelukan ini menyadarkanku bahwa apa yang aku dengar tadi itu adalah nyata. Aku senang. Sangat senang hingga membuat dadaku sesak karena terlalu bahagia.

“Kau mau kan memaafkan ayah mertuamu ini?” Ucap Tuan Cho. Aku mengangguk pelan dalam pelukannya.

“Tentu Tuan.”

“Panggil aku ayah”

“Ya, ayah” balasku dan membalas pelukannya.

“Terima kasih anakku.” Air mataku mengalir. Ya Tuhan, apakah ini akhir dari penderitaanku? Apakah mulai sekarang aku akan hidup bahagia bersama suami dan keluarga baruku? Jika iya, aku sangat berterima kasih padaMu, Tuhan.

END

Tapi bohong!!! ;D

=Epilog=

Keadaan rumah keluarga Cho terlihat ramai. Itu dikarenakan Sooyoung dan kakek Cho sedang mengejar kedua malaikat kecil yang sedang berlari-larian diruang makan karena mereka tidak mau disuruh makan.

Ya, tuan besar Cho sudah benar-benar menjadi seorang kakek untuk cucunya. Sooyoung melahirkan sepasang anak kembar. Cho SooHyun untuk nama anak laki-lakinya dan Cho Hyunsoo untuk nama anak perempuannya.

Perjuangan berat Sooyoung lalui ketika masa kehamilannya. Di kehamilan pertamanya, ternyata Sooyoung ternyata mengandung anak kembar. Meski mengalami masa ngidam yang berat dan sering sakit, tapi Sooyoung bersyukur bisa melahirkan dengan normal.

Kini kedua anaknya sudah berumur tiga tahun. Dan mereka sedang dalam masa aktif mereka. Dan karena sifat mereka yang terlalu aktif itu, kadang membuat Sooyoung merasa lelah untuk merawat keduanya. Bahkan kakek Cho pun juga ikut merasakan lelah yang Sooyoung rasakan.

Seperti sekarang, tuan Cho mengikuti cucu laki-lakinya yang sejak tadi berjalan kesana-kesini sambil membawa mainannya.

“Soohyun-ah, Hyunsoo-ah, tidak bisakah kalian diam? Eomma dan haraboji lelah mengikuti kalian terus.” Protes Sooyoung. Ibu muda ini bertolak pinggang sambil menatap kedua anaknya. Lantas si kembar pun langsung diam ditempat mereka. Mereka merasa takut jika eomma yang mereka sayangi ini sudah berdiri dengan tangan dipinggang, itu berarti eomma sooyoung sudah benar-benar marah.

“Kalian tahu kan, kalau mau makan itu harus duduk dengan baik.” Ucap Sooyoung melembut. Kedua anaknya mengangguk.

“Nah, kalau begitu ayo kita duduk di meja makan dengan baik”

“Tapi eomma, aku tidak lapal (lapar)” ucap keduanya berbarengan.

“Ini sudah lewat jam makan siang dan kalian belum makan. Eomma sudah memasakkan makanan kesukaan kalian. Apa kalian tidak mau memakannya?” Bujuk Sooyoung. Kedua anaknya diam. Mereka menatap kearah mangkuk yang Sooyoung bawa. Merasa tergiur dengan makanan yang Sooyoung buat.

“Kalian tidak mau kan makanan ini eomma buang?” Keduanya menggeleng sambil menatap makanan itu.

“Kalau begitu ayo kita makan!”

“Tapi aku belum lapal, eommaaaa” rengek Hyunsoo. Soohyun melihat kakak kembarnya itu dengan polos.

“Kajja oppa kita makan dulu. Setelah itu kita main lagi” ajak Soohyun. Sooyoung tersenyum melihat anak perempuannya telah luluh.

Akhirnya Soohyun dan Hyunsoo mendekat kearah meja makan. Namun Hyunsoo masih menekuk wajahnya karena dia masih tidak mau makan. Sooyoung menggeleng menatap putra kecilnya itu. Anak laki-lakinya memang sangat susah jika disuruh makan.

“Kalian tahu tidak, banyak anak diluar sana yang tidak bisa makan seperti kalian loh.” Ucap Sooyoung dambil menyendokkan nasi ke mangkuk putra dan putrinya.

“Memangnya kenapa eomma?” Tanya Soohyun

“Karena mereka tidak memiliki uang untuk membeli makanan.”

“Tapi kan appa punya banyak uang eomma.” Balas Hyunsoo sambil menerbangkan pesawat mainannya dengan tangan.

“Hidup orang itu berbeda-beda sayang. Dan kita yang memiliki kehidupan yang lebih baik harus bersyukur karena kita masih bisa makan dengan baik, tidur dirumah dengan nyaman, bisa membeli mainan yang banyak. Karena itu, kalian tidak boleh menyia-nyiakan makanan. Arrachi?” Ucap Sooyoung.

“Eomma, apa maksudnya dengan hidup orang berbeda-beda? Sepertinya kita semua sama saja eomma” Tanya Soohyun lagi. Sooyoung tersenyum mendengar pertanyaan anaknya. Mereka memang sedikit nakal. Itu wajar karena usia mereka masih kecil. Tapi Sooyoung bersyukur karena anaknya sangat pandai dan rasa ingin tahu mereka sangat besar.

“Kau akan mengerti jika sudah besar nanti sayang. Cha! Sekarang kalian makan, oke? Hyunsoo-ya, taruh dulu pesawatmu itu!” Ucap kakek Cho.

“Kau memang selalu bisa mengajari anakmu hal yang baik, sooyoung-ah!” Ucap kakek Cho yang ikut duduk disamping cucunya.

“Itulah kewajiban yang harus dilakukan oleh orangtua, ayah. Selalu mengajarkan mereka pada kebaikan” balas Sooyoung. Kakek Cho tersenyum pada menantu kesayangannya itu.

Si kembar pun langsung makan dengan lahap. Menu chicken katsu curry rice buatan Sooyoung adalah makanan kesukaan mereka. Karena itu, mereka sangat lahap memakannya. Itu juga salah satu makanan kesukaan author loh.. *pliss deh chan, gada yg nanya. Jadi gak usah ngerusak cerita. Oke?* (abaikan pliss)

—-

Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Sooyoung baru saja keluar dari kamar anaknya karena habis membacakan buku cerita hingga mereka terlelap.

“Anak-anak sudah tidur?” Sooyoung terlonjak kaget karena Kyuhyun tiba-tiba berdiri dibelakangnya.

“Ya! Oppa! Kau mengejutkanku!” Ucap Sooyoung sambil memegang dadanya yang berdebar. Kyuhyun tersenyum lebar karena istrinya benar-benar kaget. “Ya, mereka baru saja tidur” lanjut Sooyoung.

“Huuh. Padahal aku ingin bermain dengan mereka.” Ucap Kyuhyun.

“Kalau kau ingin bermain dengan mereka, maka kau harus mengurangi waktu kerjamu, Presdir Cho” ucap Sooyoung sambil mencolek hidung Kyuhyun. Membuat pria itu tersenyum kecil lalu memeluk pinggang istrinya. Membawa kekasih hatinya itu kedalam kamar tidur mereka yang terletak bersebelahan dengan kamar anak mereka.

“Apakah nyonya Cho ini merindukanku, hum?” Goda Kyuhyun begitu mereka menutup pintu kamar mereka. Dan Kyuhyun langsung menyudutkan Sooyoung dibelakang pintu.

“Kalau aku mengatakan ya, apa kau akan percaya?” Balas Sooyoung polos.

“Ada satu cara untuk mempercayainya”

“Mwonde?”

CHUUU~

Kyuhyun mencium Sooyoung dengan lembut. Menyesap bibir manis sang istri yang membuatnya candu. Sooyoung pun membalas ciuman Kyuhyun. Karena nyatanya, dia memang merindukan suaminya itu.

Kyuhyun melepas ciumannya dan mengusap bibir istrinya.

“Aku percaya sekarang” sooyoung tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun.

“Cha.. lebih baik sekarang kau mandi tuan Cho! Karena kau bau sekali!”

“Aku ingin mandi, tapi aku ingin melakukan olahraga malam dulu denganmu.”

“Maaf oppa, tapi aku lelah sekali. Seharian ini si kembar sangat aktif hingga aku dan ayah sangat kelelahan mengurus mereka” ucap Sooyoung. Dan rasa lelah itu memang terpancar jelas diwajahnya. Membuat Kyuhyun jadi kasihan pada istrinya itu. Tapi rasa ingin melakukan itupun sangat terlihat dikedua mata suami istri ini.

“Aku kan sudah bilang, seharusnya kau menyewa pengasuh untuk mereka. Tapi kau tidak mau. Kau jadi kelelahan seperti ini kan?” Ucap Kyuhyun sedikit kesal. Pasalnya, Kyuhyun memang menyuruh Sooyoung untuk menyewa pengasuh. Karena dalam fikiran Kyuhyun, mengurus anak kembar itu tidak mudah. Dan itu benar. Tapi Sooyoung tetep kekeh tidak mau menyewa jasa pengasuh. Karena Sooyoung merasa dirinya mampu untuk merawat kedua anaknya dengan tangannya sendiri.

“Dan aku juga sudah bilang padamu kalau aku tidak mau menyewa pengasuh. Aku memang lelah mengurus mereka, tapi bukan berarti aku menyerah dan tidak mau mengurus mereka. Aku tidak ingin kedua anak kita justru lebih sering diasuh dengan orang lain daripada orang tuanya sendiri. Aku juga tidak ingin kedua anakku tidak bisa merasakan kasih sayang kedua orangtuanya karena dirawat oleh orang lain yang bukan keluarganya. Aku akan merawat mereka semampuku seperti kedua orang tuaku merawatku dulu hingga mereka meninggalkanku.” Balas Sooyoung. Matanya mulai berkaca jika sudah menyinggung kehidupannya yang dulu.

“Ya Tuhan. Ku mohon jangan menangis sayang. Oke. Aku minta maaf, aku janji tidak akan membahas tentang menyewa pengasuh lagi, heum” Kyuhyun langsung panik karena Sooyoung justru merasa sedih. Kyuhyun merasa bodoh karena lupa jika istrinya itu memang sangat tidak mau menyewa pengasuh.

“Maafkan aku sayang” ucap Kyuhyun lagi, lalu mencium kening Sooyoung dan mencium kedua mata Sooyoung yang otomatis terpejam menerima kecupan itu.

“Gwaenchana oppa” balas Sooyoung dan tersenyum untuk meyakinkan Kyuhyun.

“Jadi, apa saja yang sudah mereka lakukan seharian ini hingga membuatmu dan abeoji kelelahan, hum?” Tanya Kyuhyun sambil menyelipkan helaian rambut Sooyoung ke belakang telinga.

“Mereka tidak mau makan, dan mereka terus saja berlarian. Aku dan ayah sampai lelah mengejar mereka. Tapi akhirnya mereka mau makan setelah aku membujuk dan memberikan wejangan pada mereka.”

“Wejangan?”

“Ya, aku bilang pada mereka untuk selalu bersyukur dan harus menghargai makanan yang sudah Tuhan berikan pada mereka.”

“Kau tahu, aku sangat bersyukur karena Tuhan telah mempertemukanku denganmu. Hingga kau menjadi istriku dan ibu bagi anak-anakku. Kau bukan hanya menjadi istri yang baik untukku, tapi juga ibu yang bisa menjadi teladan bagi anak-anak kita. Kau selalu bisa mendidik mereka dengan caramu. Dan hal itu yang membuatku selalu jatuh cinta padamu lagi dan lagi.” Ucap Kyuhyun pelan. Menatap Sooyoung dengan tatapan penuh cinta.

“Sudah menjadi kewajibanku untuk menjadi ibu yang baik yang bisa mendidik anak-anaknya. Dan kau juga selalu membuatku jatuh cinta lagi dan lagi karena kau benar-benar menjadi ayah yang bertanggung jawab pada keluarga kecil kita dan keluargamu juga. Saranghae jeongmal nae yeobo.” Ucap Sooyoung sambil mengelus pipi Kyuhyun.

“Nado neomu saranghae, my love my seonsaengnim” balas Kyuhyun. Dan mereka kembali menautkan bibir mereka. Saling menyalurkan rasa cinta yang tidak bisa lagi mereka ungkapkan dengan kata-kata. Dan sudah waktunya mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang lebih indah lagi.

Terkadang, kita harus merasakan sakit hati terlebih dahulu untuk bisa merasakan betapa indahnya cinta. Terkadang kita harus rela berkorban dahulu untuk bisa merasakan betapa bergunanya dirimu untuk orang lain. Dan terkadang, kita harus merasakan penderitaan terlebih dahulu untuk bisa merasakan kebahagiaan diakhir.

Dan semoga ff ini bisa menginspirasi kalian semua, untuk mau berkorban demi orang lain. Tenang saja, jika kau ikhlas melakukannya, maka percayalah Tuhan akan mengganti apa yang sudah kau perbuat untuk orang lain dengan yang lebih baik 🙂

E.N.D

FIUUUUHHHHHHHHH….

Akhirnya gue bisa nyelesain cerita iniiiii!! *senyum pepsodent*

Ceritanya aneh yaa? Gaje yaa? Mengecewakan yaa? Yaudahyaa maapin aja.. soalnya, emang kelemahan gue itu bikin bagian ending cerita.

Dan maklumin aja yaa. Karena ini ff series pertama gue. Jadi yaa maap maap kate kalo ceritanya emang gaje dan ngaret banget waktu publishnya. Karena dari awal ide ceritnya on going *nah loh?* maksudnya gini:

Jadi, gue kan pernah baca artikel di internet tentang kisah seorang guru yang jadi pelacur demi anak muridnya *entah kisah ini nyata atau tidak*. Di kisah itu, sang guru meninggal karena dibunuh sama orang yang katanya mau ngasih sumbangan besar buat dia. Nah, gue terinspirasi deeh ama cerita ini. Tadinya mau gue bikin oneshoot tapi pas nulis malah kepanjangan, jadinya diubah deh jadi ff series. Tapii, karena bingung mau ngembangin ceritanya jadi gimana, ya jadinya nunggu dapet “ilham” dulu deeh buat ngembangin jalan ceritanya.

Daaannn, alasan lain karena lama banget ngelanjutinnya adalah karena gue sibuk kerja. Pulang kerja cape jadi langsung tidur. Giliran ada waktu buat ngetik, idenya belom dapet. Giliran udah dapet ide, waktu buat ngetik gada. Giliran udh ada waktu dan ide, media untuk ngetik ceritanya yang lobet *hape gue suka eror soalnya* gitu aja terus sampe akhirnya sungmin nikah duluan ngelangkahin leeteuk *lah?*

Yaudinlah. Pokoknya gitu dah. Gue harap siih kalian mau maapin gue karena kelamaan publish ni cerita. Dan gue harap kalian mau ngisi itu kolom komentar. Seterah dah, mau maki2 gue disitu juga boleh. Jangan sampe kaga komentar dan bikin gue kecewa kayak di ff sebelumnya. Sedih banget gue kaga ada yg komentar di ff cinta sejati. Padahal kan itu ff gue dedikasiin buat anniv knight. Tapi yaudahlah, guenya aja kali yak yg terlalu ngarep banget ama kalian, akhirnya gue sendiri yang baper. Hahahaha.

Oh iya, THANKS BANGET LOOOHH BUAT YANG UDAH MAU KOMENTAR DARI PART 1-11. Jangan lupa komentar lagi yaak di part ini 😀

Yaudahya, udah terlalu panjang. Bhayyyy~ :*

Advertisements

17 thoughts on “My Love My Seonsaengim Part 12 END

  1. Oh jdi ff ni trispirasi dr True Story gto!
    Sekeras²nya hati Tn.Cho trnyata bkal luluh jg oleh grombolan wanita di sekitarnya.
    Buat aku endingnya cukup memuaskan kok ya walaupun endingnya bsa ktebak. Tapi jd sweet ending dan gk mengecewakan.
    Keep writing aja Chingu.

    Like

  2. Aku komen jga lagi disini walaupun komenan ku sdh ku dm ke chigu tapi kurang afdol gk komen di sini soalny kemarin gk bsa sih jdi skrng deh Keren bgts dan aku suka bgts soalny part 12ny panjaaangg bgts jdi puas deh bcanya gk sia2 aku bca dri awal krn endingny happy ending untung aj chigu gk buat ceritanya sma kaya cerita aslinya kalau iya kan kasian sooeoni mati di bununh gk rela Tapi endingny keren bgts kyuyoung sweet bgts aku deh pokokny gk mengecewakan deh ku harap aku bsa baca karya2 terbaru dri chigu next part di tnggu ya

    Like

  3. wahh akhirnya ff ini di post.. dan seneng bgt mereka bisa bersatu.. dan seneng bgt anak mereka kembar.. hati berdebar-debar baca ff ini.. semangat ya kak..

    Like

  4. finally happy ending. appa nya kyu akhirnya mau menerima sooyoung sebagai menantu nya.
    kyuyoung bisa bersatu..!! senengnya lihat mereka punya anak kembar…

    Like

  5. Huwaaaa finally rnding juga kerwnn bgt thor,, ditunggu karya2 slanjutnya^^ btw mau nanya ff inikan udah lama trus baru dilanjut lagi aku agak lupa sama critanya trus mau baca part sbelumnya tapi kok di protek sih?:((

    Like

  6. U/ eoni nya kyu jinak lw tdk bs2 soo d’gigit. Kwkw
    knp aq rs endingnya kecepetan y?
    Tp,aq sk endingnya.
    N nm anak nya kyuyoung np ngg d’tkr aj chingu,Cho Hyunsoo anak laki2 nya n Cho Soohyun anak perempuannya.

    Like

  7. Huaa…. akhirnya selesai juga, trnyata aq udh baca smpe part11. Tpi lupa, jdi ya baca lagi smpe selesai :v

    soo udah bahagia, dan dpt restu dri mertuanya itu lega banget. Tpi masih kurang ceritanya 😀 mungkin bolehlah d tmbah AS hehehe…..
    Next karya lainnya, semangat chingu ^^

    Like

  8. Yeeee.. happy end..
    anaknya kembar.. hadeeh kgak kebayang ribetnya gmna…
    yaudahlah.. meskipun rasanya masih kurang greget.. tapi okelah..
    semangat untuk karya yang lain ya Authornim…

    Like

  9. akhirnya direstui juga and happy ending walaupun ga’tau awal ceritanya karena dari awal sampe’episode 11 di pasword aku minta PW nya ya min dan aku dah imbox di facebook kamu di balas ya min terima kasih.

    Like

DON'T BE SHY, LEAVE A COMMENT!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s