Billionaire’s Love Part 4


COVER FF BILLIONAIRE

Billionaire’s Love part 4

Author : @achan_gimbelz

Cast : Choi Sooyoung

Cho Kyuhyun

Choi Siwon

Kwon Yuri

Kim Hyoyeon

Lee Hyukjae

Length : Series

Genre : Romance Comedy, Passion Romance

Rate : 17

Part 1 | Part 2 | Part 3

Author pov

Matahari sudah kembali bersinar, tanda bahwa manusia sudah harus memulai aktivitas mereka. Namun, sinar matahari yang sudah cukup terik itu tidak menggoyahkan semangat Sooyoung yang masih berkelana di dunia mimpi untuk segera bangun dan menghadapi kenyataan bahwa sekarang sudah pukul dua belas siang.

“Choi Sooyoung, bangunlah!” ucap seseorang yang saat ini sedang berada dikamar Sooyoung dan membangunkan beruang betina yang sedang berhibernasi tersebut.

Sekian kali, orang itu menepuk pundak dan pipi Sooyoung, tapi tidak mendapatkan respon apapun. Membuat orang itu merasa kesal.

“Yak! Choi Sooyoung cepat bangun!” Akhirnya Yuri -orang yang sejak tadi membangunkan Sooyoung- benar-benar emosi. Ia pun menarik paksa selimut yang dipakai oleh Sooyoung.

“Eerrgghhh.. biarkan aku tidur yul!” Sooyoung menggeram kesal karena tidurnya terusik.

“Astaga Soo! Bagaimana kau mau mendapatkan pacar kalau jam segini saja kau masih tidur?” Ucap Yuri sambil memandangi Sooyoung yang masih saja memejamkan matanya. Merasa tersinggung, Sooyoung melempar bantal guling ke arah Yuri. “Tidak usah mulai, Yul!”

“Yak! Cepat bangun! Semua sudah menunggu di ruang makan bodoh!” Kini giliran Yuri yang memukul Sooyoung dengan bantal guling. Sooyoung pun akhirnya bangkit dari kubur eh maksudnya bangun dari kasurnya sambil mengacak rambutnya dengan frustasi. Memiliki teman seperti Yuri memang sangat menyebalkan. Dan yang lebih menyebalkan lagi adalah teman yang hanya berbeda dua bulan dengan usianya itu akan menjadi calon kakak iparnya. Sehingga dia harus memanggil temannya ini dengan sebutan eonni, kadang-kadang sih.

“Apa maksudmu dengan semuanya Yul?” Tanya Sooyoung sambil berjalan menuju kamar mandi dan menguap lebar.

“Semuanya ada disini Soo. Hyukjae oppa, Hyoyeon eonni dan Siwon. Mereka sedang ada disini.”

“Ada apa? Tumben sekali semuanya datang kesini? Ah iya, kapan kau dan Siwon oppa pulang?” Sooyoung membasuh mukanya dengan air. Lalu menggosok gigi tanpa menutup pintu kamar mandinya.

“Kami baru sampai dua jam yang lalu karena ada yang ingin Siwon katakan padamu, kami langsung kesini. Sekaligus kita makan siang bersama. Sudah lama kan kita tidak makan bersama-sama?” Ucap Yuri sambil merapikan kasur yang dipakai Sooyoung. Sungguh calon istri dan calon kakak ipar yang sangat baik bukan?

Sooyoung hanya menganggukkan kepalanya dan menyelesaikan ritual bangun tidurnya. Lalu keluar dari kamar mandi.

“Kau tidak mandi?” Tanya Yuri.

“Tidak”

“Isshhh.. Jorok sekali!”

“Masa bodo!” Balas Sooyoung lalu melempar handuk kecil yang dia pakai untuk mengelap wajahnya ke arah Yuri.

“Yak!”

Sooyoung berlalu menuju ruang makan, disusul Yuri dibelakangnya.

“Mana siwon oppa?” Tanya Sooyoung ketika hanya mendapati Hyoyeon di dapur yang menyatu dengan ruang makan.

“Sedang mengurus laporan keuangan dengan Hyukjae diruang tamu.” Balas Hyoyeon tanpa menoleh ke arah Sooyoung. Yuri membantu Hyoyeon yang sedang mengaduk sayur.

Sooyoung hanya ber-oh-ria lalu mencomot yangyeom tongdak buatan Hyoyeon.

“Tolong panggilkan mereka Soo. Makanan sudah siap.” Perintah Hyoyeon. Sooyoung lalu beranjak ke ruang depan. Siwon sedang melihat berkas yang ada ditangannya dengan raut serius. Lalu dia menganggukkan kepalanya.

“Baiklah. Omset yang didapat lebih baik dari bulan lalu. Ku harap kedepannya semakin baik lagi. Tapi, ada beberapa pengeluaran yang perlu diefisiensikan lagi.” Ucap Siwon sambil menatap Hyukjae.

“Baiklah. Aku juga merasa pengeluaran bulan ini terlalu banyak. Aku akan merevisi apa-apa saja yang harus dikurangi nanti.”

“Aku percayakan padamu.” Balas Siwon sambil menepuk pundak Hyukjae.

“Sudah selesai membicarakan bisnisnya? Makanan sudah siap loh!” Ucap Sooyoung menginteruspi kedua namja itu. Siwon memandang Sooyoung dengan datar, sedangkan Hyukjae tertawa melihat Sooyoung sangat fokus memakan ayam goreng ditangannya itu dengan lahap.

“Kau sudah bangun?” Tanya Hyukjae. Sooyoung hanya mengangguk sebagai jawaban karena mulutnya sibuk mengunyah.

“Astaga Soo! Bagaimana bisa seorang gadis bangun tidur sesiang ini? Dan lihatlah cara makanmu? Pantas saja kau tidak mendapatkan kekasih sampai saat ini!” Omel Siwon karena kesal melihat kelakuan adiknya itu.

“Tidak usah bawel!” Sooyoung melempar sisa potongan ayam goreng yang ia makan tepat ke arah wajah siwon. Lalu berlari sekencang mungkin menghindari Siwon yang siap meledak.

“YAK!!”

Hyukjae menggeleng sambil tertawa melihat keakraban adik kakak beda orang tua ini.

“Ampuni dosa wanita itu, Tuhan!” Ucap Siwon dengan rendah. Sebisa mungkin menahan kesalnya karena ulah menyebalkan adiknya itu.

“Sabar bro!” Hyukjae menepuk bahu Siwon.

Mereka pun menyusul menuju ruang makan karena Hyoyeon berteriak memanggil mereka.

“Kenapa kau berteriak oppa?” Tanya Yuri yang sedang menyendokkan nasi untuk Siwon. Calon suaminya itu langsung duduk di sebelahnya.

“Temanmu itu sangat menyebalkan, sayang!” Jawab Siwon.

“Dia adikmu, Siwon!” balas Yuri.

Sooyoung hanya menjulurkan lidahnya ke arah Siwon yang menatapnya tajam. Siwon memang kesal pada adiknya itu. Tapi semarah apapun, Siwon tidak akan bisa sampai membentak dengan kasar pada Sooyoung.

“Sudahlah, lebih baik kita makan dulu. Siwon, pimpin doanya!” Ucap Hyoyeon menengahi perdebatan konyol mereka.

Siwon pun membaca doa dan semuanya mulai makan diselingi dengan obrolan ringan.

“Aku punya kabar bagus untuk kita bertiga girls.” Ucap Yuri.

“Mwoya?”

“Siwon mengizinkan kita berlibur ke Hawai. Dan dia akan membiayai semuanya.”

“MWO?” Tanya Sooyoung dengan wajah yang benar-benar terkejut.

“Kau yakin, Siwon?” Tanya Hyoyeon.

“Ya. Tidak hanya kalian bertiga yang akan berlibur,tapi kita semua. Tapi tidak dalam minggu ini.” Balas Siwon.

“Kau yang terbaik oppa!” Ucap Sooyoung dengan senyuman manis. Lalu memberikan love sign dengan kedua tangannya diatas kepala.

“Ah iya, Yuri bilang kau ingin mengatakan sesuatu yang penting padaku. Ada apa?” Tanya Sooyoung lalu melanjutkan kembali makannya.

Siwon menghela nafasnya sejenak. Dan meminum air sebelum melanjutkan berbicara.

“Ini tentang Cho Kyuhyun” ucapan Siwon sukses membuat semuanya menoleh ke arahnya. Sooyoung menghentikan suapan yang hampir saja masuk kedalam mulutnya.

“Kyuhyun si billionaire yang mendekati Sooyoung itu?” Tanya Hyukjae. Siwon menganggukkan kepalanya.

“Sooyoung-ah, ternyata Kyuhyun adalah” Siwon menggantung perkataannya. Membuat semuanya menatap dengan penasaran. Kecuali Sooyoung yang memandangi makanannya.

“Anak dari Hanna eomma”

Kini semuanya menatap Sooyoung dengan pandangan terkejut karena ucapannya, termasuk Siwon.

“Kau- sudah tahu?” Tanya Siwon.

“Ya. Semalam dia menemuiku di klub. Dan dia mengatakan semuanya padaku dan membawa bukti yang sangat jelas.”

“semalam? Kenapa kau tidak memberitahu kami?” Tanya Hyoyeon.

Ya, mereka semua tahu masa lalu Sooyoung. Dan mereka juga tahu siapa Hanna. Dan mendengar kenyataan ini, tentu saja membuat mereka semua terkejut.

“Aku malas menceritakannya”

“Lalu, bukti apa yang dia bawa?” Tanya Hyukjae penasaran.

“Sebuah fotoku bersama Hanna eomma dan- surat wasiat.”

“Surat wasiat?” Tanya semuanya serempak.

“Ya. Surat permintaan Hanna eomma untuk menikahkanku dengan Kyuhyun.”

“MWO??”

“Hanna eomma memintaku untuk menikah dengan anaknya. Dan yah, dia adalah Cho Kyuhyun.”

Kini semuanya diam, begitu juga dengan Sooyoung.

“Jadi, apa keputusanmu?” Tanya Siwon. Sooyoung memandangi satu persatu eonni dan oppa nya itu. Dia sendiri juga tidak tahu apa yang harus dia putuskan.

“Entahlah”

***

Kyuhyun pov

Aku memasuki klub XX yang sangat ramai. Setiap kali aku kesini, suasaanya selalu sama. Ramai dan penuh pengunjung. Aku akui, klub malam ini memang sangat berbeda dari klub malam pada umumnya. Tempatnya sangat luas dan konsep serta interiornya berbeda dengan klub lainnya.

Aku langsung menuju ruangan yang sudah Siwon siapkan untuk pertemuan kami. Ya, siang tadi Siwon menghubungiku untuk datang kesini. Ada yang mau dia katakan padaku.

Aku langsung masuk ke dalam begitu seorang pelayan yang mengantarku membukakan pintu. Ku lihat Siwon sudah ada disana dan sedang sibuk dengan ponselnya. Tapi perhatiannya langsung menuju ke arahku begitu aku masuk.

“Lama tidak bertemu, Siwon-ssi!” Ucapku, lalu kami saling berjabat tangan. “Seminggu yang lalu, Cho Kyuhyun-ssi” Aku duduk di hadapannya. Dan ku lihat Siwon menatapku intens.

“Jadi, ada apa kau mengundangku kesini, Siwon-ssi?”

“Ini tentang hubungan dirimu dan adikku Sooyoung.” Ucap Siwon dalam. Aku mengernyitkan alisku. Apa maksudnya? Apa dia sudah mengetahui semuanya?

“Apa maksudmu?”

“Aku tahu, kau adalah anak dari Cho Hanna. Seseorang yang sudah Sooyoung anggap sebagai ibu kandungnya sendiri. Dan kau mendapat wasiat untuk menikahinya. Benarkan?” Ucapnya.

Aku cukup terkejut mendengarnya, jadi dia sudah mengetahui hal ini? Apa Sooyoung yang menceritakannya?

“Aku tidak mengetahui semua ini dari Sooyoung. Jika itu yang ada di dalam fikiranmu. Aku mengetahui ini semua karena aku sendiri yang menyeledikimu.”

Kini, aku lebih terkejut lagi. Jadi, secara diam-diam Siwon menyelidiku? Untuk apa?

“Well, aku cukup terkejut mendengar kau menyelidiku.”

“Aku melakukan ini karena untuk melindungi adikku. Aku tahu, saat pertama kali kau datang kesini, kau bertemu Sooyoung dan memaksanya untuk menikah denganmu. Bahkan kau ingin memberikan 25 persen sahammu padanya. Bukankah itu aneh? Jadi, aku menyelidikimu.”

Apakah Siwon benar-benar sangat menyayangi Sooyoung sebagai adiknya? Kenapa dia sampai melakukan semua itu demi Sooyoung. Atau jangan-jangan, Siwon menyukai Sooyoung? Itu tidak boleh terjadi! Bagaimanapun juga, Sooyoung harus jadi milikku.

“Ya, aku melakukan itu karena aku ingin memiliki Sooyoung. Bahkan aku sudah menyiapkan pesta pernikahan kami. Minggu depan, aku akan menikahinya.”

“APA?” Siwon terlihat sangat terkejut bahkan sampai berdiri.

“Kau tidak bisa berbuat seenaknya saja, Cho Kyuhyun-ssi!”

Aku tersenyum miring ke arahnya.

“Ada apa denganmu? Kenapa kau melarangku? Memangnya kau siapa?”

“Sooyoung itu adikku. Dan aku tidak menyetujui Sooyoung menikah dengan orang sepertimu!” Aku cukup tersinggung mendengar ucapannya. Apa maksudnya dengan orang sepertimu?

“Sooyoung adikmu? Tapi aku tidak pernah mendengar berita apapun tentang keluargamu kalau keluarga Choi memiliki anak perempuan” ucapku.

“Sooyoung memang bukan adik kandungku. Tapi aku dan keluargaku sudah menganggapnya seperti anggota keluarga kami sendiri.”

“Hah. Alasan klasik sekali. Bilang saja kau menyukai Sooyoung. Iya kan?” Balasku sarkastik.

“Ya Tuhan. Aku tidak menyukainya. Aku hanya menganggapnya adik. Lagipula aku sudah punya tunangan.” Ucapan Siwon membuatku terdiam. Benarkah yang diucapkannya itu? Kalau benar, baguslah!

“Tapi aku tidak akan membiarkan adikku menikah denganmu! Kau dengar itu baik-baik!” Setelah berkata seperti itu, Siwon pergi meninggalkan ruangan ini.

Aku mendengus kesal. Kenapa duo Choi ini sangat keras kepala? Aku sendiri tidak tahu apa alasanku sangat menginginkan Sooyoung. Ibuku memang meninggalkan wasiat untuk menikahinya. Tapi sungguh, bukan itu alasan utamaku untuk menikahi Sooyoung.

Jika kalian berfikir aku memang sudah mencintai Sooyoung, kalian juga salah. Aku tidak mudah jatuh cinta pada wanita. Tapi memang ketika pertama kali melihatnya, aku langsung tertarik padanya. Ingat, hanya tertarik bukan jatuh cinta.

Dia unik. Dia memang seorang wanita penghibur tapi ketika tahu dia masih perawan, itu cukup membuatku terkejut. Dia wanita yang baik tapi aku tidak mengerti kenapa dia memilih kehidupan menjadi wanita penghibur seperti ini.

Itulah yang membuatku ingin memilikinya. Tapi kurasa, itu tidak mudah. Karena secara terang-terangan dia menolakku. Menolak semua pesona dan harta yang aku miliki. Kalau wanita lain, pasti langsung menerima tawaranku untuk menikah denganku, tapi Sooyoung tidak. Dan sifatnya yang dengan keras kepala menolakku itu, membuatku semakin ingin memilikinya.

Baiklah, kita lihat saja nanti nona Choi. Aku pasti akan mendapatkanmu!

***

Author pov

Sooyoung sedang berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan. Hyundai departement store. Salah satu departement store terbaik di Korea dan ini adalah milik keluarga Choi.

Sudah sejak sejam yang lalu, yeoja itu keluar-masuk hampir seluruh toko yang ada disini. Dan beberapa paper bag belanjaan sudah berada ditangannya.

Semalam dia izin tidak bekerja lagi. Karena itulah dia bisa bangun pagi hari ini. Dia memang sengaja tidak masuk kerja karena dia yakin Kyuhyun akan datang ke klub lagi. Dan hal itu membuat Sooyoung semakin pusing. Menghadapi namja arogan keras kepala sepertinya cukup membuat emosinya terkuras. Terlebih lagi, namja itu memaksanya untuk menikah.

Hah, menikah? Bagaimana bisa ada seseorang yang sangat memaksa untuk menikahinya sementara mereka tidak saling mengenal. Oke, Kyuhyun dan Sooyoung memang tidak saling mengenal. Tapi mereka memiliki hubungan yang tidak kasat mata.

Sooyoung menggelengkan kepalanya ketika mengingat masalah pernikahan itu. Usianya baru 23 tahun. Dan dia belum memikirkan tentang pernikahan, dan yah karena dia belum memiliki pacar jadi dia tidak pernah memikirkan bagaimana kehidapan masa depannya.

Hingga tiba-tiba Kyuhyun datang dan mengganggu fikirannya dan kehidupannya.

“Sooyoungie!” Sooyoung menghentikan langkahnya ketika seseorang memanggil namanya. Dia membalikkan tubuhnya dan melihat Nyonya Choi -ibu angkatnya- sedang berdiri dibelakangnya.

“ibu?” Sapa Sooyoung tersenyum cerah. Lantas dia berlari kecil menghampiri ibu angkatnya itu dan memeluknya dengan hangat.

“Astaga sayang. Aku sangat merindukanmu!” Ucap nyonya Choi bahkan air mata menggenang dipelupuk matanya.

Sooyoung melepaskan pelukan itu dan merasa bersalah ketika melihat ibunya hampir menangis.

“Aku juga merindukanmu ibu. Sangat!” Balas Sooyoung.

“Lalu kenapa kau tidak pernah mengunjungi ibumu ini, huh? Dasar anak nakal!” Sooyoung meringis kecil karena Nyonya Choi mencubit pipinya.

“Maaf ibu.” Hanya itu yang bisa Sooyoung katakan.

“Kau selalu berkata seperti itu. Ah, kau sudah makan siang, sayang?” Tanya ibunya. Sooyoung menggeleng sebagai jawaban.

“Kalau begitu kau harus ikut ibu pulang. Kita makan siang dirumah.”

“Disini ada bayak restoran,bu. Tapi kenapa ibu mengajakku makan dirumah?” Tanya Sooyoung.

“Tidak. Aku tidak mau mengajakmu makan disini. Aku ingin memasakkan sesuatu untukmu. Sudah lama kan ibu tidak masak untukmu. Sekalian, kita makan siang bersama dengan ayah dan oppamu”

“Tapi mereka pasti sedang sibuk di kantor ibu.”

“Ibu tidak peduli. Kapan lagi ibu bisa memaksamu untuk datang ke rumah, huh? Sudah, lebih baik kita pulang sekarang!” Nyonya Choi langsung menyeret Sooyoung bersamanya. Sooyoung hanya meringis kecil mendapat paksaan dari ibunya itu.

“Aku tidak mau pulang kerumah” rengek Sooyoung dalam hati.

Sesuai dengan ucapan Nyonya Choi, Sooyoung dibawa paksa ke rumahnya Rumah yang sangat luas seperti istana itu selalu membuat Sooyoung kagum.

Tidak seperti rumah mewah lainnya, meski luas dan besar, rumah ini tetap terlihat hangat. Itu semua karena Nyonya Choi benar-benar merawat rumahnya dengan sepenuh hati.

“Kau bisa istirahat dulu di kamar. Ibu siapkan makanan dulu untukmu” Sooyoung memandang ibunya itu penuh haru. Jika nyonya Choi bilang akan menyiapkan makanan untuknya, itu berarti beliau benar-benar menyiapkannya dengan kedua tangannya sendiri. Tanpa bantuan para pelayan rumah tangga, atau koki khusus dirumah ini.

Sooyoung tersenyum melihat ibunya mulai sibuk menyiapkan bahan masakan. Meski beliau hidup bergelimang harta dengan banyak pelayan yang siap diperintah apa saja, tapi tetap saja Nyonya Choi turun tangan langsung untuk Sooyoung.

Dan wanita muda itu bersyukur karena dia memiliki seorang ibu angkat yang benar-benar menyayanginya.

Sooyoung mendekat lalu tiba-tiba memeluk ibunya itu dari samping. Nyonya Choi merasa terkejut mendapat pelukan hangat dari anaknya itu, tapi dia tetap melanjutkan kegiatan memasaknya.

“Aku sayang padamu, bu” ucap Sooyoung pelan. Sambil menyenderkan kepalanya dibahu ibunya. “Ibu juga menyayangimu nak!” Balas Nyonya Choi lalu mencium kepala Sooyoung yang sedang bersandar.

Sooyoung melepas pelukannya dan mencium pipi ibunya. Lalu membantu Nyonya Choi menyiapkan makanan.

Setelah hampir setengah jam berkutat dengan peralatan dapur, akhirnya makanan pun telah siap. Sooyoung tersenyum memandangi hasil masakan eommanya itu.

“Sooyoungie? Kau disini nak?” Ucap tuan Choi yang baru saja tiba dirumah. Sooyoung menganggukkan kepalanya lalu menghampiri ayahnya itu.

“Pantas saja ibumu memaksaku pulang untuk makan siang bersama. Ternyata ada kau disini. Ayah senang sekali sayang.” Ucap tuan Choi sambil memeluk Sooyoung hangat. Sooyoung tersenyum dalam pelukan ayahnya. Merasa terharu karena orang tuanya sangat menyayanginya.

“Dimana Siwon? Kau tidak menghubunginya, sayang?” Tanya tuan Choi pada istrinya.

“Aku disini ayah” jawab Siwon yang baru saja tiba diruang makan. Sooyoung tersenyum begitu melihat Yuri juga ikut bersama Siwon.

“Ah, menantuku, kau datang juga rupanya.” Sambut Nyonya Choi pada calon menantunya itu.

“Ye, eommonim.” balas Yuri

“Akhirnya kau pulang juga anak nakal! Memang hanya eomma yang bisa memaksa anak nakal sepertimu! The power of mom!” Ucap Siwon sambil memandang Sooyoung yang masih berpelukan manja pada ayahnya.

“Diam kau oppa!” Cibir Sooyoung.

“Sudah-sudah. Lebih baik kita makan sekarang.” Lerai Nyonya Choi. Semuanya pun duduk di kursi masing-masing.

Nyonya Choi menyendokkan nasi ke piring Tuan Choi dan juga Sooyoung. Sedangkan Yuri mengambilkan nasi untuk Siwon dan dirinya sendiri. Semuanya makan dengan nikmat. Hingga akhirnya makanan penutup dihidangkan oleh para maid.

“Siwon-ah, kapan kau akan menikahi Yuri?” Tanya appa Choi.

Siwon menatap ayahnya lalu menatap Sooyoung. Mendengar kata pernikahan membuat kepalanya menjadi sedikit pusing. Bukan, bukan pusing karena memikirkan pernikahannya sendiri. Tapi dia justru pusing karena memikirkan pernikahan Sooyoung yang akan dilaksanakan seminggu lagi.

“Yang pasti sebelum Sooyoung melaksanakan pernikahannya.” Ucapan Siwon sukses membuat semuanya terkejut.

“Apa maksudmu? Apakah Sooyoung akan menikah?” Tanya appa choi.

“Ya. Seseorang memaksanya untuk menikah satu minggu lagi.” Ucapan Siwon membuat kedua orang tuanya menatap Sooyoung. Wanita itu hanya bisa pasrah ketika mendapati tatapan “tolong jelaskan semuanya” dari orang tuanya itu.

“tolong jelaskan apa maksud perkataan dari kakakmu, nak! Apa benar kau akan menikah? Dengan siapa?” Tanya appa Choi beruntut. Sooyoung memandang Siwon dengan tajam. Lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.

“Aku bingung harus memulainya dari mana” ucap Sooyoung pelan. Dia benar-benar merasa bingung bagaimana menceritakan masalah ini pada kedua orang tua angkatnya.

“Kalian masih ingat Cho Hanna?” Ucapan Siwon membuat kedua orang tuanya menoleh kearahnya.

“Cho hanna? Wanita buta yang kau rawat itu, nak?” Tanya eomma Choi pada Sooyoung. Sooyoung menganggukkan kepalanya pelan.

“Apa hubungannya dengan dia? Bukankah dia sudah meninggal?” Lagi-lagi Sooyoung menganggukkan kepalanya.

“Ternyata Cho Hanna memiliki seorang anak laki-laki.” Ucap Siwon

“Anak?”

“Ya. Namanya Cho Kyuhyun. Dan Hanna meninggalkan wasiat untuk Sooyoung agar mau menikah dengan Cho Kyuhyun.” Penjelasan Siwon membuat semuanya diam. Tuan dan Nyonya Choi masih mencerna perkataan Siwon. Dan Yuri menggenggam tangan Sooyoung, mencoba menenangkan temannya itu.

“Ayah kenal dengan Cho Kyuhyun dari Cho Corporation?” Ucap Siwon lagi.

“Tentu. Dia salah satu konglomerat termuda dan tersukses di Korea bahkan di Amerika. Dan dia saingan bisnis kita nak. Kenapa?”

“Ya itu benar. Dan dia adalah anak dari Cho Hanna.”

“Mwo?” Dan Tuan Choi semakin terkejut.

“Jadi, kau akan menikah dengan Cho Kyuhyun, Soo?”

Sooyoung masih terdiam, tidak tahu harus menjawab apa. Karena dia memang belum menentukan apa yang harus dia lakukan.

“Aku tidak tahu ayah. Aku belum memutuskannya. Tapi dia sudah menyiapkan semuanya. Dan dia bilang pernikahannya akan diadakan satu minggu lagi.”

“Apa? Secepat itu?”

Sooyoung hanya bisa mengangguk lemah dengan wajah yang terlihat frustasi.

“Tenang saja sayang. Tidak perlu gegabah dalam mengambil keputusan. Ini masalah pernikahan, yang hanya dilakukan sekali seumur hidup. Kau bisa membicarakannya dengan baik-baik pada Kyuhyun-ssi.” Nyonya Choi yang duduk disebelah Sooyoung membelai surai Sooyoung dengan lembut.

“Tapi aku tidak mau menikah dengannya, bu. Aku tidak mengenalnya. Dan dia namja yang arogan dan pemaksa. Bagaimana mungkin aku menikah dengannya secepat ini?” Keluh Sooyoung.

Nyonya Choi tersenyum mendengar keluhan anaknya itu.

“Kau tahu nak? Ayahmu dulu juga seperti itu. Dia arogan dan pemaksa. Ayahmu memaksa ibu untuk menikah dengannya. Ayahmu bahkan melakukan berbagai cara untuk membuktikan bahwa dia serius ingin menikahi ibu. Dan akhirnya ibu pun menyetujui untuk menikah dengan ayahmu.”

“Tapi aku tidak mencintainya ibu. Bukankah cinta adalah alasan utama dalam berumah tangga?”

“Kau benar. Tapi, untuk mencintai seseorang itu tidak butuh alasan, bukan? Mungkin Kyuhyun-ssi memang arogan dan pemaksa, tapi mungkin juga dia memiliki sisi baik yang belum kau ketahui, nak. Ada pepatah tak kenal maka tak sayang. Jadi, kau harus mengenal Kyuhyun-ssi dulu baru kau bisa sayang padanya. Benar kan?”

Semuanya terdiam mendengar ucapan Nyonya Choi dan membenarkan apa yang diucapkan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu.

Sooyoung membenarkan apa yang diucapkan oleh ibunya itu dalam hati.  Jadi, aku harus mengenalnya lebih dalam dulu? Batin Sooyoung.

“Siwon-ah, pertemukan ayah dengan Cho Kyuhyun” ucap Tuan Choi tiba-tiba.

“Ne?”

“Buat janji temu dengan Cho Kyuhyun!” Perintahnya dengan tegas.

“Untuk apa ayah?” Pertanyaan Sooyoung mewakili semuanya.

“Tentu saja aku ingin meminta penjelasan darinya langsung. Lagipula, bagaimana bisa dia menikahi putriku tanpa membicarakannya terlebih dahulu padaku,huh? Seenaknya saja memaksa anak orang untuk menikah.”

Sooyoung tercengang mendengar ucapan ayahnya itu. Begitu juga Yuri yang sejak tadi hanya mendengar calon keluarga barunya ini berdebat tentang peenikahan Soogoung.

“Baiklah ayah, aku akan menghubungi Cho Kyuhyun nanti.”

Tuan Choi mengangguk dan melanjutkan kembali memakan dessert yang sejak tadi mereka anggurkan.

“Ya Tuhan, apa yang akan terjadi selanjutnya?” Rengek Sooyoung dalam hati.

TBC..

Oke. Maaf updatenya lama karena lagi banyak kerjaan dan aku kehabisan ide.

Dan aku mulai gak pede buat lanjutin ceritanya. Haha. Eottokhaji??? >.<

Advertisements

19 thoughts on “Billionaire’s Love Part 4

  1. Audhh keren bgts sooeoni beruntung bgts punya keluarga angkat kya keluarga siwon oppa kelihatan bgts dia di sayangi sama semuany next part di tnggu ini aj aku slalu tungguin part ini jdi next partny ku harap jgn di post lama

    Like

  2. soo beruntung banget ihhh…
    yahh, siwon menetang, ayah choi juga deh kaya nya..
    lu si kyu, ngebet banget mau nikah in soo…
    ditunggu ya nextnya..

    Like

  3. Jangan jangan sooyoung mau membuka hati buat kyuhyun. Trus dy mau nikah .. bagus deh tp masih penasaran sama tujuan kyuhyun buat nikah sama sooyoung.. ditunggu kelanjutan nya.

    Like

  4. dilanjut donk kakk.. soalnya ff nya bagus..

    semoga aja Appa Choi mengizinkan kyuhyun menikahi sooyoung.. dan aku kagum sama keluarga Choi yang sayang bgt sama sooyoung… semangat ya kak..

    Like

  5. Sneng bgt jd Soo pnya keluarga angkat yg bgt peduli n mnyyangi dia sprti anak kandung.
    Kyuhyun pmksa bgt klo dia mau sesuatu psti harus d dpetin.
    Wah gmn nih Kyu nghdepin Tn. Choi n mnta restu kpdnya.
    D tunggu bgt next partnya pnsaran….

    Like

  6. Ini mana Kyuyoung momentnya??? Dari kemaren aku bulak balik kesini tp baru diupdate sekarang padahal aku nunggu kyuyoung moment nya yg greget.

    Like

  7. kayanya kyu udh mulai suka sama sooyoung, tapi dia ga nyadar ahahaha. duh thor, mana kyuyoung momentnyaa? ditunggu loh. next part full kyuyoung moment yaa kak 🙂
    oiya, percepat juga tuh pernikahannya kyuyoung. mau liat gimana mereka pas udh nikah. apa sooyoung masih sebel sama kyuhyun hahah.
    ditunggu kelanjutannya thor, jangan ngaret yaaa 😉

    Like

  8. Ga ada moment kyuyoung nya ya ampun, padahal yg paling ditungguin itu. Pengen liat mereka berantem terus wkwk
    Jadi ga sabar pengen liat mereka nikah, moga aja ayah nya siwon ngebolehin kyuhyun nikahin soo

    Like

  9. Akhirnya di lanjut juga, tapi aku ngerasa bahasanya agak beda dari part2 sbelumnya. Di part ini ada bahasa yg ga baku dan aku lebih suka bahasa author di ff sbelumnya/part sebelumnya. Di part ini juga ga terlalu gimana gitu sih(?) ga ada gregetnya wkwk BUT aku nungguin part slanjutnya smoga bisa lebih setu lagi critanya dan lebih keren. FIGHTINGGG AUTHORNIM:))

    Like

  10. kyuhyun ngajakin sooyoung nikah? tinggal seminggu lagi..?? OMG..!!
    penasaran nih apakah appa nya Siwon menyeteujui pernikahan ini & memberikan restu ato gak.

    ditunggu part selanjutnya…

    Like

  11. bingung aku kapan sooyoung nya bakal luluh sama kyu :/
    yah kyu baru tertarik ama soo ya ? belum mencintai 😦 gpp deh lama juga bkal saling mencintai <3<3

    Like

  12. Choi family care banget yaa sama soo eonni, biarpun soo eonni bkn anak kandung. Hayolohhh kyu oppa mau diapain nohh sama choi family 😄
    Kkkk~ siap2 ajaa yaa 😆😆😆😆
    *Terima Kasih Buat Fanfictionnya ☺

    Like

DON'T BE SHY, LEAVE A COMMENT!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s