Billionaire’s Love Part 6


COVER FF BILLIONAIRE

Billionaire’s love part 6

Author : @achan_gimbelz

Cast : Choi Sooyoung

Cho Kyuhyun

Choi Siwon

Kwon Yuri

Kim Hyoyeon

Lee Hyukjae

Length : Series

Genre : Romance Comedy, Passion Romance

Rate : 17

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5

Karena kau sangat istimewa untukku…

Author pov

Mobil mewah milik keluarga Choi berhenti didepan kediaman keluarga Kwon. Sooyoung merapikan tatanan rambutnya sedikit sebelum keluar dari mobil. Lalu Sooyoung mengamit lengan Tuan Choi dan berjalan berdampingan, sedangkan Siwon berjalan disamping ibunya.

Keluarga Kwon menyambut kedatangan Siwon dan keluarganya dengan sangat hangat. Sooyoung langsung menuju kedalam begitu melihat Yuri yang sedang menaruh sesuatu diatas meja ruang keluarga.

“Hai yul!”

“Oh, kalian sudah datang?”

“Eum. Dimana Hyoyeon eonni?”

“Dia sedang di dapur”

Sooyoung pun langsung menuju ke dapur menghampiri Hyoyeon, yang dia yakini sedang berkutat dengan makanan yang lezat.

“Hai eonni!” Sapa Sooyoung sambil mendekati Hyoyeon lalu mengambil potongan apel yang sudah dikupasi oleh Hyoyeon.

“Oh, kau sudah datang?” Sooyoung hanya mengangguk sebagai jawaban.

“Kalau begitu, bantu aku siapkan minuman”

Sooyoung pun mengikuti dan membantu Hyoyeon menyiapkan minuman untuk pertemuan keluarga ini.

“Maafkan kami yang baru bisa datang berkunjung kerumahmu, Junho-ya!” Ucap ayah Siwon dengan panggilan akrab pada calon besannya itu yang memiliki usia sama.

“Tidak apa-apa, Sihwan-ah! Aku tahu kalian semua sangat sibuk. Bahkan anakku saja juga sangat sibuk membantu Siwon. Benar kan?”

“Ya, itu benar sekali. Karena itulah aku selalu memarahinya untuk jangan terlalu sibuk mengurusi bisnisnya. Seharusnya dia juga memikirkan masa depannya dengan uri Yul!”

“Heiishh.. Siwon itu masih muda. Jadi wajar saja kalau ambisinya masih sangat tinggi. Apalagi bisnis yang dijalaninya sangat maju pesat.”

“Hahaha. Kau benar besanku!” Ucap Tuan Choi disertai dengan tawanya. Siwon hanya bisa menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.

“Jadi, kapan kita akan menggelar pesta pernikahan anak kita?” Tanya Tuan Choi. Semuanya diam sejenak menatap kedua lelaki paruh baya yang sangat dihormati itu.

“Bagaimana jika tiga bulan lagi? Kurasa itu waktu yang cukup untuk mempersiapkan semuanya.” Usul Nyonya Kwon.

“Ahh, kurasa itu terlalu lama. Bagaimana kalau bulan depan saja?”

“Nde?” Tanya Siwon dan Yuri bersamaan. Sooyoung dan Hyoyeon hanya terkekeh mendengar ucapan Tuan Choi. Memang sejak awal, tuan Choi lah yang paling bersemangat untuk menikahkan Siwon dengan Yuri. Sedangkan calon pengantinnya hanya biasa-biasa saja.

“Apa itu tidak terlalu cepat Sihwan-ah?” Tanya ayah Yuri.

“Ani. Aku rasa itu adalah waktu yang pas. Kau tenang saja, kita pasti bisa menghandle pesta pernikahan ini dengan sangat baik. Aku jamin, semuanya akan berjalan lancar dan tepat waktu.”

“Tidakkah ayah menanyakan pendapatku? Setidaknya, aku juga harus turun tangan untuk acara pernikahanku, kan?” Usul Siwon. Sooyoung mengangguk mendengar ucapan kakaknya itu.

“Tentu Siwon-ah! Kau dan Yuri yang akan mengurus konsep dan segala pernak-pernik untuk pernikahan kalian. Ayah hanya akan mengurusi bagian finansialnya saja.”

“Tapi aku juga bisa membiayai pernikahanku sendiri, ayah.”

“Aku tahu. Tapi kau simpan saja uangmu untuk masa depan rumah tangga kalian nanti. Biarkan ayah yang menanggung semua biaya pernikahanmu. Kau fikir, untuk apa ayah mengumpulkan uang kalau bukan untukmu, huh?”

“Ayah bukan hanya mengumpulkan uang saja, tapi juga lautan yang menghasilkan berlian harga triliunan, tahu!” Batin Sooyoung mengibaratkan kerja keras Tuan Choi.

“Dan kau sayang, kau bisa membuat konsep pernikahanmu sesuka hatimu. Kau ingin yang seperti apa? Garden party? Di pinggir pantai? Ah, atau penikahan diatas kapal pesiar?” Tanya Tuan Choi pada Yuri.

Sedangkan yang ditanya hanya bisa melongo. Begitu juga dengan Sooyoung dan Hyoyeon. Mereka tidak bisa menyembunyikan raut terkejut dari wajah mereka.

“N-nde? Ka-kapal pesiar?” Tanya Yuri gagap. Tuan Choi mengangguk pasti.

“Kenapa? Kau tidak suka?”

Yuri menggeleng kaku, entah karena tidak mau atau tidak tahu.

“Yasudah, kau diskusikan saja dengan Siwon terlebih dahulu. Oke?” Yuri lagi-lagi mengangguk kaku.

“Kapal pesiar? Wow! Bahkan melaksanakan pernikahan digedung termahal di gangnam saja membuatku merinding. Apalagi diatas kapal pesiar? Aku tidak bisa membayangkan berapa budget yang harus dikeluarkan” batin Yuri.

“Lalu, bagaimana dengan bulan madunya? Apa kau sudah punya rencana ingin pergi kemana nak?” Tanya ibu Choi.

“Belum, ibu. Kami belum memikirkan tempat untuk bulan madu.” Jawab Yuri santai.

“Aigoo. Kalian ini kenapa terlalu santai, huh? Apa kalian tidak serius dengan hubungan kalian?”

“Bukan seperti itu ayah. Kami sudah serius, tapi kami fikir masih banyak waktu untuk melaksanakan pernikahan ini.”

“Lalu kapan? Kalian sudah enam tahun berpacaran. Itu terlalu lama Siwon-ah!” Siwon hanya menghela nafasnya. Mencoba bersabar menghadapi ayahnya yang memang sangat menyayanginya itu.

“Sudahlah ayah, masalah honeymoon itu mudah. Sebenarnya, kami semua sudah merencanakan ingin berlibur ke hawai.” Sooyoung mencoba menengahi perdebatan antara ayah dan kakaknya itu.

“Hawai? Boleh juga. Tapi apa kau yakin kau ikut mereka bulan madu?”

Sooyoung terlihat berfikir sejenak. Benar juga apa yang dikatakan ayahnya.

“Tentu saja ayah, kami semua akan pergi bersama. Sudah lama sekali kami tidak berlibur. Ya kan, Soo?” Sooyoung mengangguk kaku mendengar ucapan Yuri.

“Baiklah. Semua sudah diputuskan. Pernikahan Siwon dan Yuri akan dilaksanakan bulan depan.” Ucap Tuan Choi. Lalu dia bersalaman dengan ayah Kwon sambil berpelukan. Rasa bahagia terpancar sangat jelas diwajah mereka. Akhirnya, setelah enam tahun, mereka akan resmi menjadi besan.

“Baiklah, saatnya untuk makan malam. Mari kita makan. Kami sudah menyiapkan  makanan spesial untuk kalian.” Ucap Nyonya Kwon.

Dan mereka pun makan bersama diruang makan keluarga Kwon.

***

Dering ponsel Sooyoung berbunyi, tanda ada sebuah panggilan masuk. Tapi Sooyoung hanya mengabaikannya begitu melihat nama Kyuhyun.

Sooyoung merasa malas untuk berbicara dengan namja arogan itu. Kejadian makan malam di apartemennya kemarin masih membayangi otaknya. Tidak banyak yang mereka lakukan sebenarnya, karena setelah makan malam, Kyuhyun langsung pulang karena dia lelah. Dan tentunya dengan paksaan Sooyoung.

Tapi, perbincangan mereka ketika makan itulah yang membuat Sooyoung selalu memikirkannya. Kyuhyun memintanya untuk memasakkan makanan untuknya, calon suaminya. Astaga, Sooyoung merasa geli sendiri mendengar Kyuhyun mengatakan hal itu.

Sooyoung tersentak dari lamunanannya ketika ponselnya bergetar. Ada pesan dari Kyuhyun.

Namja arogan

Angkat teleponku!

Sooyoung mencibir kesal menatap pesan itu. Kenapa Kyuhyun selalu suka memerintahnya? Oh, mungkin itu memang sudah kebiasaannya. Kau tentu ingat, dia seorang boss besar di perusahaannya. Tentu saja dia suka memerintah.

Ponsel Sooyoung kembali berdering dan lagi-lagi Kyuhyun yang meneleponnya. Sooyoung menghela nafas sebelum akhirnya menuju beranda kamar Yuri. Karena saat ini, dia, Hyoyeon dan Yuri sedang mengobrol bersama dan berencana untuk menginap.

“Aku angkat telepon dulu sebentar” pamit Sooyoung. Hyoyeon dan Yuri hanya mengangguk dan melanjutkan obrolan mereka.

“Halo”

“Kau dimana?”

“Aku sedang dirumah Yuri.”

“Oh. Aku sudah diapartemenmu. Cepatlah datang kesini!”

“Apa? Ya! Apa yang sedang kau lakukan di apartemenku?”

“Tentu saja untuk bertemu denganmu. Jadi cepatlah datang kesini!”

Sooyoung menghela nafasnya kasar. Lagi-lagi Kyuhyun memerintahnya dengan sesuka hati.

“Dengar ya namja arogan! Aku malas bertemu denganmu. Dan aku berencana akan menginap dirumah Yuri. Jadi lebih baik, sekarang kau pergi dari apartemenku! Apa kau tidak punya pekerjaan lain, huh?” Omel Sooyoung.

“Aku meninggalkan pekerjaanku karena aku ingin bertemu denganmu, Soo!” Ucap Kyuhyun pelan. Suaranya terdengar sangat kelelahan. Dan hal itu berhasil membuat Sooyoung bingung. Ada apa dengan namja ini?

“Ya! Sebenarnya ada apa denganmu?” Bentak Sooyoung.

“Tidak perlu banyak bertanya! Cepatlah datang!” Lalu Kyuhyun mematikan teleponnya. Sooyoung memandang ponselnya dengan alis bertaut. Sebenarnya Kyuhyun kenapa? Ahh entahlah. Aku tidak peduli padanya.

“Siapa yang menelepon?” Tanya Yuri begitu Sooyoung kembali bergabung dengan mereka.

“Kyuhyun” jawab Sooyoung setengah hati. Hyoyeon dan dan Yuri saling memandang bingung.

“Ada apa dengan Kyuhyun?”

“Dia sedang berada di apartemenku. Dan dia menyuruhku pulang.”

“Yasudah, pulanglah sana!” Ucap Hyoyeon.

“Aku malas bertemu dengannya, eonni!” Ucap Sooyoung sambil membaringkan tubuhnya diatas kasur.

“Kenapa?”

“Karena kami hanya akan beradu mulut jika bertemu.”

“Yah itu sudah pasti. Aku sangat tahu itu. Tapi, bukankah kau bilang, kau ingin mengenalnya? Jadi, gunakanlah waktu sebaik mungkin untuk mengenalnya.”

Sooyoung hanya diam sambil memejamkan matanya mendengar wejangan dari eonninya itu.

“Seharusnya kau bisa menghargai usaha Kyuhyun yang juga ingin mendekatimu, Soo.”

“Apa maksudmu, eonni?” Tanya Sooyoung masih memejamkan matanya.

“Aku tahu, Kyuhyun pasti sangat sibuk dengan pekerjaannya. Tapi nyatanya, dia masih menyempatkan waktu untuk bertemu denganmu. Setidaknya, kau hargailah usahanya. Kurasa tidak ada salahnya kalau kau sering bertemu dengannya. Atau mungkin kalian harus pergi bersama. Agar kau bisa mengenal lebih jauh bagaimana kepribadiannya. Apa yang dia suka. Dan segala tentangnya. Jadi, pergilah temui dia sekarang!” Ucap Hyoyeon.

Sooyiung terdiam diposisinya. Apa yang Hyoyeon bilang itu benar. Bagaimana dia mau mengenal Kyuhyun kalau dirinya sendiri saja selalu menolak untuk bertemu dengan namja itu. Sebenarnya, bukan karena dia membeci Kyuhyun, tapi karena dia merasa malu untuk bertemu dengan calon suaminya itu.

“Tapi aku malu bertemu dengannya” gumam Sooyoung sangat pelan.

“Apa? Kau mengatakan apa?” Hyoyeon bertanya ulang karena tidak begitu jelas mendengar gumaman Sooyoung.

“Ani. Yasudah. Aku pulang dulu.” Sooyoung beranjak dari kasur Yuri lalu menganmbil tasnya dan pergi meninggalkan kamar Yuri.

“Kau tahu apa yang dikatakannya tadi, eonni?” Tanya Yuri.

“Apa?”

“Dia malu bertemu Kyuhyun”

“Apa?”

“Ya. Aku mendengarnya tadi” Ucap Yuri yang juga sedang berbaring. Ternyata dia mendengar gumaman Sooyoung.

“Woah! Jadi, uri Sooyoungie sudah mulai menyukai Kyuhyun?” Tanya Hyoyeon antusias.

“Sepertinya iya.”

“Kalau begitu, kita harus membuat rencana agar hubungan mereka semakin dekat” usul Hyoyeon.

“Tentu saja!”

“Akhirnya, anak itu bisa jatuh cinta juga! Semoga Kyuhyun adalah namja yang terbaik untuk uri Sooyoungie.” Ucap Hyoyeon, Yuri menganggukkan kepalanya. Kedua wanita itu pun tersenyum cerah.

***

TING!

Pintu lift terbuka, dan Sooyoung langsung bergegas menuju apartemennya. Dilihatnya Kyuhyun disana. Duduk bersandar di dinding dengan kaki diluruskan. Matanya terpejam dan wajahnya terlihat sangat kusut. Beruntung apartemen ini sepi. Bagaimana jadinya jika ada yang melihat milyarder muda ini berada didepan kamar seseorang dengan keadaan yang sangat memprihatinkan?

“Yak!” Ucap Sooyoung pelan sambil menggerakkan sedikit kaki Kyuhyun dengan kakinya. Tapi dia tidak merespon sama sekali.

“Hei Cho Kyuhyun!” Ucap Sooyoung lagi sambil menusuk-nusuk pundak Kyuhyun dengan jari telunjuknya. Dan dia tetap tidak bergeming.

Astaga! Apa namja ini benar-benar tertidur? Apa yang harus aku lakukan? Batin Sooyoung.

Sooyoung pun berjongkok disamping tubuh namja itu. Dia memperhatikan wajah Kyuhyun yang sangat sangat merah. Dan bau alkohol tercium dari aroma tubuhnya. Dia mabuk?

“Yak, Cho Kyuhyun! Kau mendengarku tidak?” Ucap Sooyoung kesal sambil menoyor kepala Kyuhyun dengan jari telunjuk. Dan dia pun jatuh perlahan. Tapi hal ini membuahkan hasil karena dia membuka matanya.

“Errghh. Apa yang kau lakukan Choi? Kau menoyor kepalaku ya?” Kyuhyun menggeram kesal.

“Siapa suruh tidak menjawabku? Cepat berdiri!” Balas Sooyoung.

Sooyoung menekan password pintunya dan bersiap masuk. Tapi namja itu masih diam pada posisinya. Tidak bergerak sama sekali.

Sooyoung menghembuskan nafasnya. Namja ini benar-benar membuatnya jengkel. Tapi Sooyoung sadar, namja itu sedang mabuk. Dan orang mabuk itu memang selalu membuat kesal.

Dengan berat hati Sooyoung memapah Kyuhyun kedalam apartemennya. Sedikit sempoyongan karena namja ini benar-benar berat.

“Ya Tuhan. Namja ini berat sekali! Cukup kali ini saja aku harus berhadapan dengannya ketika dia mabuk. Lain kali, aku akan membiarkannya walau kami bertemu di jalan. Kau dengar itu namja gendut!” Gumam Sooyoung.

Dengan susah payah, akhirnya Sooyoung berhasil membawa Kyuhyun masuk, dan menjatuhkan namja itu berbaring diatas sofanya.

Kedua tangannya dipinggang, sebisa mungkin Sooyoung mengatur nafasnya dengan baik. “Astaga, aku seperti habis memanggul sepuluh karung beras saja!” Keluh Sooyoung.

Sooyoung menaruh tasnya ke sofa, lalu membuka high heels yang dipakainya. “oke. Sekarang apa yang harus aku lakukan pada namja gendut ini?” Tanya Sooyoung pada dirinya sendiri sambil menatap Kyuhyun yang memejamkan matanya.

Lalu dia menyentuh kening Kyuhyun dengan tangannya. Panas. Berarti Kyuhyun demam.

Sooyoung pun bergegas ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Lalu menuju dapur menyiapkan air hangat untuk mengompres namja itu.

Sooyoung membukakan sepatu yang dikenakan Kyuhyun, dan membuka dua kancing kemejanya. Menaruh bantal sofa dibawah kepala Kyuhyun agar namja itu merasa nyaman.

Sooyoung memeras handuk kecil untuk mengompres Kyuhyun. Lalu menaruhnya di atas kening Kuhyun. Dan dia memeras handuk kecil yang kedua dan membersihkan wajah Kyuhyun yang berkeringat. Karena Sooyoung sangat tidak tahan dengan bau alkohol dari aroma tubuh namja itu.

“Bau Vodka, Cordon Blue, dan Martell. Apa dia gila minum semua itu? Itu kan minuman keras dengan kadar alkohol yang tinggi. Dan harganya juga lumayan mahal. Oke, mungkin harga tidak masalah baginya. Tapi apa yang membuatnya minum semua itu sekaligus? Dia mau membunuh dirinya sendiri ya? Untung saja dia masih bernyawa.” Sooyoung bermonolog sambil terus membersihkan tubuh Kyuhyun. Tangannya mengusap tangan Kyuhyun dengan handuk basah. Lalu beralih ke leher dan dada atas namja itu.

Setelah dirasa cukup, Sooyoung membereskan baskom kecil untuk menggantinya dengan air hangat lagi. Tapi saat dia berdiri, Kyuhyun menahan tangannya. Mata namja itu masih terpejam, tapi genggamannya cukup kencang. Beruntung air dari baskom kecil itu tidak tumpah.

“Tetaplah disini.” Gumam Kyuhyun pelan sambil membuka matanya.

“Aku harus mengganti air hangat ini dulu untuk mengompresmu” balas Sooyoung sambil berusaha melepaskan tangannya yang digenggam.

“Aku baik-baik saja.” Ucap Kyuhyun dengan suara serak.

“Baik-baik saja apanya? Kau itu mabuk berat dan badanmu demam. Kau tahu?” Omel Sooyoung.

Tanpa aba-aba, Kyuhyun menarik tangan Sooyoung dengan hentakan keras. Membuat baskom kecil yang dipegang yeoja itu tumpah dan membasahi karpet dibawah sofa. Dan membuat Sooyoung jatuh tepat ke atas namja itu dengan posisi yang sangat dekat.

Kyuhyun menarik Sooyoung untuk lebih keatas dadanya. Membuat wajah mereka benar-benar dekat. Menaikkan kaki Sooyoung untuk berada diantara kakinya. Dan memeluk pinggang Sooyoung dengan sangat erat agar tidak terjatuh.

Sooyong berdebar sangat keras melihat posisinya yang berada diatas Kyuhyun. Bahkan dia bisa merasakan suatu tonjolan tepat dibawah selangkangannya. Sooyoung yakin, wajahnya sudah pasti semerah kepiting rebus.

“Kyu, lepaskan aku!” Sooyoung berusaha melepaskan diri, tapi Kyuhyun mengeratkan pelukannya.

“Ku mohon jangan pergi. Tetaplah seperti ini.” Balas Kyuhyun.

“Tapi aku berat. Dan aku yakin kau akan merasa sesak karena aku menindihmu” Sooyoung merona atas ucapannya sendiri. Tapi apa yang diucapkannya itu benar. Kini posisinya benar-benar berada diatas Kyuhyun, pasti namja itu merasa sesak.

“Sudah kubilang aku baik-baik saja”

Sooyoung hanya bisa pasrah. Namja ini benar-benar keras kepala. Dia memang terlihat baik-baik saja. Tapi Sooyoung yakin, namja ini tidak dalam keadaan baik. Yah, untuk apa dia minum-minum sampai mabuk kalau bukan karena sesuatu yang membebaninya?

“Terserah apa katamu.” Balas Sooyoung pasrah. Kyuhyun hanya tersenyum kecil karena Sooyoung tidak protes. Lalu memejamkan matanya lagi.

Hening.

Sooyoung sedikit terpana melihat wajah Kyuhyun dari jarak sedekat ini. Tangan kirinya ia jadikan tumpu untuk dagunya. Lalu perlahan tangan kanannya terangkat. Merapikan handuk kecil yang berada di kening namja itu. Lalu, jari jemarinya menyusuri wajah Kyuhyun. Meraba pelipisnya. Ibu jarinya mengikuti bentuk alis Kyuhyun. Lalu turun ke mata.

“Mata ini yang selalu menatapku tajam, mengintimidasi, tapi juga lembut diwaktu yang bersamaan. Dari mata ini aku tahu kalau apa yang diucapkannya saat ingin memilikiku adalah serius dan- jujur.” Batin Sooyoung.

Lalu jari telunjuknya mengikuti tulang hidung Kyuhyun yang mancung dan jarinya yang lain mengusap pipi Kyuhyun yang terlihat gembul, sama seperti pipinya.

Dan perlahan tangan Sooyoung meraba garis rahang Kyuhyun. Dan ibu jarinya meraba bibir tebal Kyuhyun yang tertutup rapat.

“Dari bibir ini, semua kata-kata kasar, umpatan dan perintah selalu terucap. Dan bibir ini juga yang sudah mencuri ciumanku dengan paksa. Tapi, aku menyukainya.” Batin Sooyoung lagi. Dan yeoja itu tersenyum konyol. Apa yang kau bicarakan, hati kecilku?

Dan secara tiba-tiba, Kyuhyun menjilat ibu jari Sooyoung yang masih meraba permukaan bibirnya lalu mengulum jari itu didalam mulutnya.

Sooyoung tersentak dan melepaskan jarinya dari kuluman Kyuhyun. Namja itu membuka matanya dan tersenyum kecil melihat Sooyoung yang melotot dengan wajah yang berwarna merah lagi. Entah karena kesal atau karena malu.

“Kenapa dilepas? Aku senang ketika jarimu meraba wajahku. Aku menikmatinya.” Ucap Kyuhyun sambil tersenyum tulus. Sooyoung mengalihkan tatapannya karena tidak sanggup menatap senyum Kyuhyun itu. Dan karena dia merasa malu karena tindakannya itu.

“Hei. Lihat aku.” Kyuhyun menarik dagu Sooyoung perlahan untuk menatapnya.

Akhirnya mereka saling bertatapan. Tidak ada suara diantara mereka. Hanya saling mengagumi rupa yang sangat menawan yang ada dihadapannya.

“Kau tahu, kau sangat cantik. Dan kau sangat baik. Aku bersyukur karena ibuku bertemu dengan wanita sepertimu, Choi Sooyoung.”

Lagi-lagi Sooyoung merona mendengar ucapan Kyuhyun. Namun raut wajah Kyuhyun berubah menjadi muram. Kesedihan terlihat dimatanya tapi ada sirat emosi yang mendalam disana. Membuat Sooyoung menatap wajah Kyuhyun bingung.

“Ada apa?” Tanya Sooyoung.

Perlahan Kyuhyun mengangkat tangannya, mengusap pipi Sooyoung dengan lembut. Dan anehnya, Sooyoung hanya diam menerima usapan Kyuhyun.

“Apa aku harus bercerita padamu?” Tanya Kyuhyun.

“Apa kau pernah dengar ini? Jika kau memiliki masalah, ceritalah pada orang lain yang kau percayai. Meski kau tidak bisa mendapatkan solusi untuk masalahmu, tapi kau pasti akan merasa bebanmu sedikit berkurang.” Ucap Sooyoung.

Kyuhyun diam mendengar perkataan Sooyoung. Dia pernah mendengar kata-kata itu. Tapi, Kyuhyun tidak tahu apakah menceritakan masalahnya pada orang lain adalah hal yang benar? Selama ini, dia tidak pernah menceritakan apapun tentang hidupnya pada siapapun. Dia sangat tertutup.

Sooyoung mencoba mengerti kenapa Kyuhyun hanya diam. Sooyoung tahu, namja itu pasti sangat sulit untuk menceritakan kehidupannya pada orang lain. Terlebih pada dirinya yang belum Kyuhyun kenal lebih dalam. Dan yah, namja ini terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Jadi, mana mungkin dia punya waktu santai hanya untuk curhat pada seorang teman. Ah! ngomong-ngomong, apa Kyuhyun punya teman?

Sooyoung tersadar dari lamunan kecilnya ketika mendengar helaan nafas hangat Kyuhyun yang terasa sampai ke wajahnya.

“Baiklah. Jika kau tidak mau menceritakan masalahmu, tidak a-“

“Namja brengsek itu sakit. Kanker hati stadium akhir. Dia datang padaku dan minta maaf padaku. Dan mengatakan istrinya meninggalkannya karena perusahaannya sudah diambang kehancuran.”

Sooyoung memandang Kyuhyun bingung. Tidak mengerti dengan kata-kata yang kurang dipahaminya.

“Namja brengsek? Nuguya?” Tanya Sooyoung.

Kyuhyun menghela nafasnya dengan kasar sebelum menjawab, “ayahku.”

Sooyoung membelalakkan matanya. Kini ia mulai mengerti dengan apa yang diucapkan Kyuhyun tadi. Jadi, masalah ini yang membuat Kyuhyun mabuk?

Kyuhyun menutup matanya sejenak sambil menghela nafasnya pelan. Lalu membuka matanya lagi dan memainkan helaian rambut Sooyoung yang terurai.

“Aku membencinya. Sangat membencinya. Tapi ketika aku mendengar dia sakit dan berada diujung kematiannya, hatiku ikut merasakan sakit. Aku mencoba untuk tidak peduli padanya, tapi aku terus memikirkannya. Melihatnya menangis meminta maaf sambil berlutut dihadapanku, membuatku merasa jadi anak yang sangat tidak tahu diri. Tapi apa yang telah dia perbuat pada ibuku, benar-benar membuatku sangat membencinya. Bahkan aku sangat ingin membunuhnya atau membiarkannya mati secara perlahan. Tapi lagi-lagi aku tidak bisa melakukannya. Aku- apa yang harus aku lakukan, Sooyoung-ah” Kyuhyun berkata dengan sangat lirih. Bahkan tanpa dia sadari, air matanya menetes dari ujung matanya.

Sooyoung tertegun ketika melihat Kyuhyun meneteskan air mata. Ini pertama kalinya dia melihat seorang namja menangis dihadapannya. Dan namja ini adalah Cho Kyuhyun. Namja arogan, dingin, ketus, penuh intimidasi sepertinya bisa menangis juga?

Sooyoung tahu perasaan yang sedang dirasakan oleh Kyuhyun saat ini. Karena dirinya juga pernah mengalami apa yang Kyuhyun alami. Membenci orang tuamu sendiri. Tapi nyatanya, rasa benci itu terkalahkan oleh rasa cinta, rasa menyayangi yang tidak bisa diungkapkan oleh kata.

Sooyoung menghapus air mata Kyuhyun yang mengalir secara perlahan. Mencoba menenangkan namja dihadapannya ini.

“Kau tahu, rasa cinta dan benci itu hanya beda tipis. Dan itu kadang membuatmu bingung mana rasa yang lebih dominan. Aku juga membenci kedua orang tuaku. Mereka selalu memperlakukanku dengan kasar. Selalu menghinaku seperti sampah yang tidak berguna. Tapi ketika mengetahui mereka telah meninggal, aku sedih. Aku marah pada diriku sendiri. Kenapa aku melakukan hal ini pada mereka? Seburuk apapun mereka, sejahat apapun mereka padaku, mereka tetaplah orang tuaku.”

Sooyoung menghela nafasnya pelan. Yeoja itu memang tidak menangis, tapi kesedihan dan penyesalan sangat terpancar jelas dimatanya. Dan Kyuhyun bisa melihatnya dengan sangat jelas.

“Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan untukmu. Aku hanya bisa mengatakan, lakukan yang terbaik bagi hidupmu. Agar kelak kau tidak merasa menyesal di kemudian hari atas keputusan yang telah kau pilih.” Ucap Sooyoung lagi.

Tangan Kyuhyun yang membelai rambut Sooyoung berhenti dipipi yeoja itu. Meraba halus pipi chubby yang sangat menggoda itu.

“Kau tahu, salah satu hal yang aku syukuri dalam hidupku adalah bertemu denganmu, Sooyoung-ah. Gomawo. Saranghae”

Dan perlahan Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sooyoung. Mencium bibir Sooyoung dengan lembut dan dalam. Dan Sooyoung pun membalas ciuman itu.

Rasa bahagia melingkupi hati wanita itu. Mendengar kata-kata Kyuhyun membuatnya merasa tersanjung. Kini dia sebatang kara, meski dia memiliki keluarga Choi yang sangat menyayanginya dan juga Hyukjae dan Hyoyeon yang sudah dia anggap sebagai kakaknya, tapi tidak ada seorang namja yang mampu membuatnya merasa seperti seorang wanita yang dibutuhkan oleh pria.

Tapi saat ini, Kyuhyun mengatakannya. Bersyukur karena telah bertemu dengannya.

“Aku tidak tahu apa yang kurasakan saat ini. Aku tidak percaya seorang pria seperti Kyuhyun bisa menceritakan masalahnya sambil menangis dihadapanku. Aku senang, dan aku merasa spesial. Dan harus aku akui, aku mulai menyukai namja ini.” Batin Sooyoung.

Kyuhyun melepas ciumannya secara perlahan. Bibirnya melengkungkan senyum. Dan dibalas oleh Sooyoung dengan senyuman juga.

“Tidurlah.”

Kyuhyun memiringkan tubuhnya. Membuat Sooyoung juga ikut memiringkan tubuhnya di atas sofa yang berukuran cukup untuk tubuh mereka berdua.

Kyuhyun memeluk Sooyoung erat, sehingga Sooyoung bisa mendengar detak jantung namja itu yang berdebar keras.

“Kyu, tidak bisakah kita pindah ke kamar saja? Badan kita bisa sakit jika harus tidur di sofa seperti ini” ucap Sooyoung sambil memainkan jari telunjuknya di dada Kyuhyun.

“Aku tidak yakin kalau aku bisa melepaskanmu jika kita tidur dikamar.” Sooyoung mendongak, menatap Kyuhyun penuh tanya.

“Kau tahu adikku mulai tegang” ucap kyuhyun setengah menggeram. Menjawab pertanyaan tersirat dari tatapan Sooyoung.

Seketika Sooyoung membeku. Ya, yeoja itu bisa merasakan sesuatu tonjolan keras dibawah perutnya.

“Tapi kau sedang sakit Kyu. Kau harus istirahat ditempat yang nyaman. Dan aku yakin kau- tidak akan berbuat macam-macam padaku” Sooyoung menundukkan kepalanya ketika mengucapkan kata itu.

“Tapi aku tidak yakin, Sooh”

Sooyoung semakin bergidik mendengar Kyuhyun yang semakin melirih.

Dia tahu, disaat seperti ini seorang namja sangat membutuhkan pelepasan. Tapi, apa yang harus Sooyoung lakukan? Dia tidak mungkin menawarkan dirinya -dia bukan wanita murahan dan bisa-bisa Siwon akan membunuhnya besok- tapi, rasa itu benar-benar menyiksa jika tidak dikeluarkan.

“Yasudah, lebih baik kau lepaskan aku.”

“Tidak. Aku butuh dirimu. Aku yakin aku akan ereksi dengan sendirinya. Asalkan kau ada dipelukanku.”

“Astaga! Dasar mesum!” Umpat Sooyoung sambil memukul pelan dada Kyuhyun.

“Diamlah. Kau membuat milikku semakin menonjol jika kau terus bergerak. Pejamkan matamu sekarang juga atau aku benar-benar akan menerkammu sekarang.”

Akhirnya Sooyoung diam. Dia hanya memperhatikan buah jakun Kyuhyun yang naik turun. Dan sesekali Sooyoung mendengar geraman tertahan di tenggorokan namja itu. Beruntung, tangan Kyuhyun hanya memeluk pinggangnya saja. Tanpa meraba ke area tubuhnya yang lain. Meskipun kedua kaki jenjangnya berada dalam lingkup kedua kaki Kyuhyun.

“Astaga, kenapa aku juga ikut merasakan panas? Tuhan, lindungi aku dari nafsu namja ini!” Batin Sooyoung.

***

Mentari pagi sudah menunjukkan kehangatannya. Membuat Sooyoung bergerak pelan karena merasa terusik akan sinar matahari yang menerpa wajahnya.

“Eughhh”

Sooyoung merengganggakan sedikit kedua tangannya ke atas. Dan tersentak ketika dia sadar bahwa kini dia sudah ada di kamarnya. Dilihatnya ke sekeliling, tidak ada Kyuhyun dan bersyukur karena pakaiannya masih lengkap.

Lalu, mata Sooyoung tertuju pada pintu kamar mandinya. Didalam sana ada suara gemericik air. Dia yakin, Kyuhyun sedang berada didalam sana.

Sooyoung pun bergegas keluar kamarnya, berniat untuk membuat sarapan.

Setelah membuat susu hangat, Sooyoung menuju kulkasnya. Diliriknya persediaan makanan didalam kulkasnya itu hanya ada beberapa stok sayuran dan juga sekotak ayam potong. Sooyoung pun mengambilnya dan mulai memasaknya.

Kegiatannya terhenti ketika ada sebuah telepon masuk dari Hyoyeon. Dengan cepat dia meraih ponselnya dan mengangkat panggilan tersebut.

“Ya eonni.”

“Kau sudah bangun?”

“Eo. Aku sedang membuat sarapan. Ada apa?”

“Bisakah nanti siang kau antar aku ke rumah sakit? Hyukjae oppa tidak bisa mengantarku karena harus pergi dengan Siwon. Dan Yuri akan pergi bersama eommonim untuk mencari gedung pernikahan. Kau bisa, kan?”

“Ya, tentu. Memangnya kau mau apa ke rumah sakit?”

“Hanya check up saja. Aku merasa akhir-akhir ini tubuhku sangat lemah”

“Baiklah, nanti siang aku akan menjemputmu. Kau jangan lupa sarapan dulu eonni!”

“Iya. Terima kasih sayang!”

“Eo.”

Sooyoung mengakhiri panggilannya dan melanjutkan kembali memasak. Namun tiba-tiba ia merasakan sepasang tangan memeluk pinggangnya dari belakang. Membuat Sooyoung kaget luar biasa.

“Yak! Kau mengejutkanku, Cho Kyuhyun!” Omel Sooyoung pada Kyuhyun yang sedang menopang kepalanya pada pundaknya. Kyuhyun hanya tersenyum melihat raut kesal Sooyoung.

“Kau membuat apa?”

“Entah, aku tidak punya ide ingin memasak apa. Jadi, aku hanya akan menggoreng ayam ini dan membuat sayur.”

“Kenapa harus ada sayur?”

“Memangnya kenapa?”

“Aku tidak suka sayur”

Sooyoung menolehkan kepalanya ke arah Kyuhhun dengan tatapan bingung.

“Kau tidak suka sayur?” Tanyanya. Kyuhyun mengangguk.

“Dasar aneh! Sayuran itu baik untuk kesehatanmu Cho! Pantas saja perutmu buncit. Kau pasti selalu makan makanan yang tidak sehat kan?” Ucap Sooyoung. Kyuhyun yang merasa dihina, merasa kesal dan mengeratkan pelukannya pada Sooyoung.

“Yaa! Lepaskan tanganmu bodoh! Perutku sakit karena kau peluk erat sekali!” Sooyoung memukul-pukul tangan Kyuhyun di perutnya.

“Aku tidak akan melepaskanmu, nona cantik. Siapa suruh kau mengataiku buncit!” Ucap Kyuhyun. Lalu menciumi leher Sooyoung dari samping.

“Ya! Dasar mesum! Jauhkan bibirmu dari leherku!” Sooyoung berteriak sambil berusaha menjauhkan wajah Kyuhyyn dari pundaknya. Setelah berhasil, dia langsung melepaskan kedua tangan Kyuhyun dengan paksa lalu menghadapkan tubuhnya pada namaja dihadapannya yang tersenyum lebar.

“Apa yang kau lakukan huh?” Bentak Sooyoung sambil bertolak pinggang.

“Apa? Aku tidak melakukan apa-apa” ucap Kyuhyun sok polos. Sooyoung menghembuskan nafasnya kasar. Kalau saja namja ini tidak sedang dalam keadaan sakit, mungkin dia sudah memukul kepala Kyuhyun dengan penggorengan.

“Aku sedang membuatkan sarapan untukmu. Jadi, lebih baik kau duduk diam disana dan nikmati susu yang sudah ku buatkan untukmu.

“Aku tidak mau susu, aku lebih suka kopi.”

Sooyoung memutar matanya jengah. Tuan muda ini terlalu banyak meminta.

“Kau itu habis mabuk semalam. Jadi lebih baik kau harus minum susu. Kopi tidak baik untuk tubuhmu yang masih lemas itu.”

“Baiklah. Aku mau susu tapi,” Kyuhyun menggantungkan ucapannya.

“Tapi apa?”

“Aku mau susu langsung dari susumu”

“Yaaak!! DASAR MESUM SIALAN!” Sooyoung berteriak dan dengan reflek menutupi dadanya dengan kedua tangannya. Kyuhyun tertawa puas meliat reaksi Sooyoung. Bahkan Kyuhyun memegangi perutnya yang terasa sakit karena tertawa terlalu keras.

“Hentikan tawamu itu setan!” Ucap Sooyoung kesal lalu membelakangi Kyuhyun.

Perlahan, Kyuhyun menghentikan tawanya dan mengatur nafasnya.

“Maafkan aku. Aku akan sabar menunggu sampai aku benar-benar bisa menyusu padamu.”

Ucap Kyuhyun sambil terkekeh pelan. Lalu dia pergi meninggalkan Sooyoung di dapur setelah mencium puncak kepala yeoja itu.

“Dasar mesum brengsek!” Ucap Sooyiung pelan. Dia terlihat sangat kesal. Tapi, hatinya berdesir dan jantungnya bedetak sangat cepat karena ucapan mesum namja itu.

“Kenapa aku berdebar dan menyukai ucapan namja itu? Aku pasti sudah gila sekarang!” Batin Sooyoung frustasi.

“Apakah kau serius menyukai namja seperti itu, soo?” Sooyoung bertanya pada dirinya sendiri. Lalu yeoja itu menggelengkan kepalanya untuk mengenyahkan fikirannya yang berkecamuk.

“Awas saja kau Cho Kyuhyun!”

“Kau yakin tidak mau aku antar?” Tanya Kyuhyun. Saat ini dia sedang bersiap untuk meninggalkan apartemen Sooyoung, karena Sooyoung juga harus pergi ke rumah sakit bersama Hyoyeon.

“Ya. Aku akan bawa mobil sendiri. Lagipula kau harus istirahat. Ini hari minggu, jadi jangan sentuh pekerjaanmu sedikitpun dan istirahatlah yang cukup.”

“Heeiisshh. Aku hanya demam semalam, tidak perlu berlebihan”

Sooyoung memandang Kyuhyun marah. Namja ini benar-benar keras kepala. Diberi perhatian karena dia sedang sakit, tapi dia sendiri tidak peduli pada keadannya.

“Ya sudah. Terserah padamu. Aku tidak akan peduli lagi padamu.” Sooyoung cemberut sambil memasang sepatu ketsnya.

Kyuhyun tersenyum melihat Sooyoung cemberut seperti itu. Jadi, yeoja ini benar-benar peduli padaku? Batin Kyuhyun.

“Hei, kenapa cemberut seperti itu? Kau marah padaku?” Tanya Kyuhyun. Sooyoung hanya diam saja. Lalu beranjak dari sofa setelah selesai memakai sepatunya.

“Kau sudah selesai kan? Kalau begitu, kau bisa pergi dari apartemenku sekarang!” Ucap Sooyoung ketus lalu hendak meninggalkan Kyuhyun. Tapi namja itu menahan lengannya.

“Hei.hei.. kenapa kau jadi marah seperti ini?” Sooyoung hanya diam tidak mau melihat Kyuhyun.

“Baiklah, aku minta maaf. Aku akan istirahat seperti yang istriku ini perintahkan” ucap Kyuhyun sambil tersenyum. Entah kenapa Sooyoung merona ketika memdemgar Kyuhyun menyebutnya istri.

“Tidak perlu, kau bisa melakukan apapun yang kau mau.” Balas Sooyoung pura-pura kesal.

Kyuhyun semakin tersenyum lebar. Lalu dia menarik pinggang Sooyoung untuk didekatkan pada tubuhnya.

“Aku sangat suka melihat wajahmu yang sedang cemberut seperti ini. Jadi sekarang, tersenyumlah sebelum aku melumat bibirmu yang menggoda itu”

Seketika Sooyoung tersenyum dengan terpaksa. Dia tidak mau Kyuhyun menciumnya lagi, meskipun dalam hati dia menginginkannya.

Lagi-lagi Kyuhyun tersenyum melihat tingkah Sooyoung. Yeoja ini benar-benar unpredictable. Tapi Kyuhyun sangat menyukainya. Dan tanpa Kyuhyun sadari, yeoja ini sering membuatnya tersenyum, suatu hal yang sangat jarang Kyuhyun lakukan sepanjanh hidupnya.

Kyuhyun menatap Sooyoung yang masih tersenyum paksa itu, tangannya lebih mendekatkan tubuh Sooyoung pada tubuhnya. Dan dengan tiba-tiba, Kyuhyun mencium bibir Sooyoung dengan cepat.

“Dan pada akhirnya, dia tetap menciumku. Memang dasar namja ini!” Batin Sooyoung yang hanya bisa pasrah ketika namja ini menciumnya. Karena dia pun juga menginginkan ciuman ini.

TBC

Long time no see guys! Maaf kalau updatenya terlalu lama. Ada banyak kendala yang aku alami. Salah satunya karena aku abis jatoh dr motor, jadi untuk ngetik part ini butuh waktu.

Aku juga mau minta maaf kalo ff nya jadi makin aneh. Jalan ceritanya jadi berbelok dari ide awal. Tapi aku akan berusaha untuk bikin ff ini jadi lebih baik lagi.

Thanks banget buat yang udah setia nungguin sampe nanya2 lewat chatting. Itu jadi semangat aku buat nulis. Hehehe :*

Yaudah. Jangan lupa dikomentar yaa. Aku tau ini ff jelek banget, silahkan kalian beri kritil dan saran untuk tulisanku ini.

Dan..

Minal Aidzin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir Batin 🙂

Oh Iya, bagi yang suka nonton drama korea, kalian bisa nonton DISINI yaa! Bisa request film juga loh! ^^

감사합니다 친구야! ^^

Advertisements

18 thoughts on “Billionaire’s Love Part 6

  1. Senang karna akhirny dipost lagi.aku sdh nungguin lama bgts kelanjutanya part ini eoni trus aku snang karna moment kyuyoungny bnyak truss kyuppa terasa bener2 mencintai sooeoni tnggal tunggu sooeoni yg jujur dgn perasaany next part di tnggu ku harap bsa di aupdate lebih cepat ne

    Like

  2. Akhir nya apdet juga yg punya ff .. Cerita nya makin seru . kyuhyun jadi terbuka trus sooyoung mulai suka sama kyuhyun .. Jadi enggak sabar nunggu kelanjutan nya .
    Cepet sembuh ia author ..

    Like

  3. Akhirnya soo eonnie suka jg sama kyu oppa. Kyu oppa yg sabar ya, kyu oppa pasti bisa menghadapi masalah keluarga kyu oppa dg soo eonnie disamping kyu oppa. Next next

    Like

  4. Akhirnya d post jg lnjutannya,,, stlah sekian lama nunggu n bulak balik liatin ni blog.
    Wah ada kmjuan pesat ni dgn hubungan Kyuyoung, skrg makin cieee…gto.
    Chingu ada bbrpa typo dsini tpi rapopo msh bda d mngrti ko. Next partnya cepet ya chingu mkin pnsaran ni, n klo bsa bnykin momentnya kya gini…..

    Like

  5. Hai, aku reader baru. Aku udah nunggu ff ini sejak sebulan yang lalu dan akhirnya dipost juga *yeayyy
    Next chap nya segera ya hehehe

    Like

  6. Kesel nih aku sama author nya, giliran aku sering bulak balik kesini ga di update giliran aku hampur lupa kalau ada ff ini baru update 😂 tp aku seneng juga sekali nya update part ini panjang dan aku juga puas kyuyoung moment nya banyak

    Like

  7. Huaaa bagus thor, bagus banget malah. Aku udah baca dari part 1 sampe 6. Dan baru bisa comment sekarang 😦 maaf yaa thor. Tapi sumpah ya ini dapet banget fell nyaa huuuu 😅 lopee lope ya thorr

    Like

  8. cepat sembuh thor.
    mkci uda publish ffx.
    author hebat dlm keadaan sakit ja biisa px ide sperti ini.
    q suka part yang ini sampe q baca berulang2.
    feelx dpet bgt.
    mga cpt publish next partx n ff lainx.
    semangat n mga cpet sembuh

    Like

  9. wah ud mulai deket ni ><
    moment kyuyoung nya sweeeet banget ahay <3<3<3
    penasaran selanjutnya bkl gmn 😀
    cepet sembuh yaa thor , gpp dah klu update ny lama yg penting ff ini diselsesain hehe
    ditunggu, author hwaiting!

    Like

  10. woaaaa. baru baca part ini –”
    aku ketinggalan bgt serius :3
    sukaaaa bgt kyuyoung moment di part ini. kayanya udah saling suka tuh. tinggal nunggu pernyataan hati masing masing ajaaa haha. next part post secepatnya yaaaa kak. ditunggu bgt loh sama readers setiamu. jangan ngaret kaaak 🙂

    Like

  11. Senyum2 sendiri baca part yang ini. Seneng banget, akhirnya kyu oppa nyatain cinta juga yeayyyyy 🎉🎉🎉🎉🎉
    Bnyk sweet moment.y juga 😊
    *Terima Kasih Buat Fanfictionnya ☺

    Like

DON'T BE SHY, LEAVE A COMMENT!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s