I Wanna Love You


HYOHYUK - i wanna love you poster

I WANNA LOVE YOU

Cast : Lee Hyukjae as Eunhyuk

Kim Hyoyeon as Hyoyeon

Sooyoung And Yuri

Kyuhyun, Siwon, Donghae, Sungmin

Lenght : Oneshoot

Genre : Romance

Rate : 16

NOTE : Ini ff hyohyuk pertama yang aku publish di blog aku. Sebenernya ada banyak ff hyohyuk, hanya saja masih berupa draft dan belum sempet aku lanjutin. Oh iya, Bayangiin aja ini performnya Eunhyuk (ft Donghae) di lagu i wanna love you, tapi tanpa donghaenya yaak. *sungkem ke donghae*

Okay, Happy Reading gaesssy!

Note** : BAGI YANG GAK SUKA COUPLE INI, GAK USAH BACA APALAGI NGEJUDGE! ARRASSEO?!

Diriku, Tak peduli apa kata orang
Kau gadis ku
Selama aku bisa melihat mu, Aku akan baik-baik saja
Sekarang aku akan menjaga mu

Author pov

Suasana ruang latihan dance SM Entertainment terlihat begitu ramai. Itu semua dikarenakan sedang berlangsungnya dance practice dari salah satu personel boyband kebanggaan SM Ent. dan tentunya juga halyu pujaan bagi seluruh rakyat Korea Selatan.

Dia adalah Lee Hyukjae atau yang lebih dikenal dengan stage name Eunhyuk. Ini adalah comeback untuk album solo keduanya setelah hampir dua tahun yang lalu debutnya sebagai solo. Sedangkan kegiatan grupnya harus rehat sejenak dari berbagai jadwal. Hal itu bukan karena grupnya tidak ada job, sungguh sebenarnya banyak sekali job yang sudah menunggu untuk grupnya, Super Generation. Hanya saja para membernya lebih memilih untuk istirahat dari berbagai kegiatan on air dan off air.

Dan salah satu alasan kenapa mereka harus istirahat adalah karena Sang magnae, Cho Kyuhyun, sedang fokus membuat skripsi agar lulus dan mendapat gelar sarjananya. Sebenarnya Kyuhyun sangat pintar, bahkan bisa disebut sebagai salah satu idol dengan otak genius malah. Tapi karena jam terbang bersama grupnya sangat tinggi, waktu kuliahnya banyak terganggu.

Dan para hyungnya di grup tidak ingin Kyuhyun mengabaikan pendidikannya. Jadi, mereka memutuskan untuk istirahat sejenak dari berbagai kegiatan sebagai grup. Dan sebenarnya, alasan lainnya adalah karena member yang lain yaitu Siwon, Donghae, dan Sungmin memang butuh liburan panjang.

Sedangkan Eunhyuk tetap harus melakukan comeback dan mengeluarkan album kedua. Selain karena ini keputusan dari management, para member yang lain sedikit memaksa Eunhyuk agar tetap aktif. Karena mereka tahu, sang dancing machine ini memang yang paling menonjol dan tentunya agar Eunhyuk tetap bisa menghibur para fans yang pasti akan merindukan penampilan mereka di panggung.

“OK! Keut! Latihan cukup sampai disini” teriak sang pelatih yang telah memutuskan untuk mengakhiri latihan dance hari ini. Selain karena mereka sudah cukup lelah, waktu juga sudah menunjukkan pukul sebelas malam lebih tiga puluh menit. Pantas saja mereka lelah, latihan dimulai sejak pukul sepuluh pagi.

Ini adalah latihan dance pertama mereka. Jadi, waktu latihan menjadi sedikit lebih lama karena mereka masih mencari koreografi yang sesuai dengan lagu yang baru saja selesai diaransemen dua hari yang lalu.

Kali ini, Eunhyuk benar-benar total dalam menggarap album keduanya. Dari total tujuh lagu dialbum kedua ini, tiga lagu ditulis dan diaransemen sendiri oleh Eunhyuk. Tiga lagu yang lain dibantu oleh Donghae, Siwon dan Sungmin. Dan satu lagu khusus buatan sang magnae.

“Terima kasih atas kerja kerasnya” Eunhyuk membungkuk sembilan puluh derajat pada sang pelatih dan juga para dancer yang lain yang turut bekerja sama dalam comebacknya kali ini.

Mereka balas membungkuk pada Eunhyuk dan satu persatu meninggalkan ruang latihan.

“Hyoyeon-ssi, tunggu sebentar!” Eunhyuk memanggil salah satu dancer yang hendak meninggalkan ruang latihan bersama para dancer yang lain.

Yeoja yang dipanggil Hyoyeon itu berhenti, sedangkan para dancer yang lain pamit duluan.

“Ada apa, Eunhyuk-ssi?” Tanya Hyoyeon begitu dancer yang lain pergi dan menyisakan mereka berdua di ruang latihan.

“Em.. Apa kau akan langsung pulang sekarang?” Tanya Eunhyuk gugup. Hyoyeon memandangnya aneh karena Eunhyuk merasa gugup berbicara dengannya.

“Ya. Aku akan langsung pulang ke apartemen.”

“Ahh, begitu rupanya”

“Memangnya ada apa Eunhyuk-ssi?”

“Ani, gwaenchana. Sebenarnya aku mau mengajakmu makan diluar. Tapi kelihatannya kau lelah sekali. Jadi lebih baik kau pulang saja.”

Hyoyeon memandang Eunhyuk masih dengan tatapan aneh.

“Ah, ini sebagai ucapan terima kasihku saja karena kau mau menjadi partner danceku lagi di comeback ini. Kau memang yang terbaik Hyoyeon-ssi.”

Hyoyeon tersenyum dan juga tersipu mendengar pujian dari Eunhyuk. Ayolah, siapa yang tidak merasa tersipu malu ketika kau dipuji seperti itu oleh idol ternama di negaramu? Tentu saja Hyoyeon merasa sangat senang. Selama lima tahun berkarir sebagai dancer, akhirnya ada yang memuji keahliannya. Sebelumnya, Hyoyeon sudah sering menjadi backing dancer untuk idol lain, tapi tidak pernah ada yang memuji bakat yang dimilikinya sejak lahir itu. Oke, mungkin Hyoyeon bukan seorang dancer dengan wajah paling cantik dan tubuh paling sexy. Tapi jika dinilai dari point dancenya sendiri, Hyoyeon lah yang paling menonjol. Segala jenis dance dikuasainya. Hiphop, rumba, salsa, freestyle bahkan tarian tradisional pun dikuasai oleh Hyoyeon. Dan karena bakatnya itulah, setahun yang lalu Hyoyeon direkrut untuk menjadi dancer tetap SM Ent. khususnya untuk Super Generation dan yang lebih khusus lagi menjadi pasangan sang dancing machine, Eunhyuk.

“Terima kasih untuk pujianmu Eunhyuk-ssi.” Ucap Hyoyeon tulus dan juga sedikit gugup.

“Eishh.. sudah berapa kali akau bilang, panggil saja aku oppa. Tidak perlu seformal itu.”

“Tapi-“

“Tidak ada tapi-tapian. Kita sudah kenal lebih dari setahun. Dan kita sudah sering menjadi partner bersama. Aku rasa kita tidak perlu canggung dan seformal itu.”

“Baiklah, Eunhyuk oppa”

“Nah! Itu lebih asyik didengar” Eunhyuk tersenyum menampilkan gummy smilenya.

“Kalau begitu, aku akan mengantarmu pulang.”

“Tapi-“

“Jangan menolak lagi, Hyoyeon-ah!”

“Apa tidak merepotkan?”

“Aku akan merasa senang kalau kau membuatku kerepotan”

“Ne?”

Eunhyuk hanya tersenyum lalu mengambil tasnya yang berada dipojok ruangan.

“Kajja”

Dan mereka berdua meninggalkan ruang latihan.

***

Hyoyeon pov

Aku sedang duduk dengan sedikit tegang diruang rapat manager Super Generation. Alasannya karena aku ditunjuk untuk ikut serta dalam music video untuk lagu comeback Eunhyuk oppa.

Sebenarnya ini bukan untuk yang pertama kalinya bagiku ikut serta dalam pembuatan video klip super generation, khususnya Eunhyuk oppa. Tapi entah kenapa, kali ini aku benar-benar merasa gugup.

Akhir-akhir ini aku sering menghabiskan waktu bersama Eunhyuk oppa. Bukan menghabisakn waktu dalam artian negatif ya. Maksudku adalah pertemuanku dengan Eunhyuk oppa semakin intens. Kami memang sedang dalam masa “bekerja sama” karena Eunhyuk oppa akan melakukan comeback. Dan karena hal itu, pertemuan kami semakin intens dan yah, hubungan kami semakin dekat. Sangat dekat malah.

Eunhyuk oppa memang seorang idol dengan totalitas yang tinggi. Dia sangat serius dan bekerja keras untuk album keduanya ini. Bahkan dihari libur saja dia tetap melakukan latihan dance. Sebenarnya, hal itu tidak perlu dilakukan. Toh, dia sudah sangat hafal untuk koreografinya karena memang hampir setengah dari koreografinya itu dia yang menciptakan sendiri.

Dan mau tidak mau, sebagai partner dancernya, aku juga ikut latihan jika Eunhyuk oppa latihan dihari libur. Melelahkan sih, tapi entah kenapa aku merasa senang melakukannya. Eunhyuk oppa tidak memperlakukanku hanya sebagai ‘backing dancer’, tetapi dia benar-benar menganggapku sebagai partnernya untuk melangkah maju bersama menyukseskan lagunya ini.

Aku memperhatikan dengan sangat fokus konsep yang akan dipakai untuk MV nya. Tidak seperti MV pada umumnya, biasanya akan ada seorang aktris yang berperan sebagai wanita pemeran utama. Tapi untuk MV ini, aku yang akan menjadi pemeran utamanya sedangkan rekan tim danceku yang lain, Yuri dan Sooyoung hanya akan menjadi backing dancer saja saat scene Eunhyuk oppa ngedance.

Oh My God! Kenapa aku jadi berdebar seperti ini? Pasti akan lebih banyak scene aku dan Eunhyuk oppa. Dan aku yakin akan banyak skinship yang aku lalukan dengannya. Apalagi lagu untuk comeback ini konsepnya benar-benar sangat sexy dan bisa dibilang rated mature. Oke, super generation memang dikenal sebagai boyband hiphop dengan image badboy. Kalian pasti bisa membayangkan bagaimana sexy nya mereka dengan wajah yang rupawan serta tubuh yang atletis itu kan?

“Bagaimana? Kau mengerti kan Hyoyeon-ah?” Aku tersenyum canggung pada manager Eunhyuk oppa yang bertanya padaku. Aku paham dan aku mengerti apa saja yang harus aku lakukan untuk MV itu yang sudah dijelaskan olehnya tadi.

“Baiklah, untuk lebih jelasnya lagi, kau akan diberi pengarahan oleh sutradara saat pembuatan MV dimulai” ucap manager oppa lagi.

“Ne.”

“Baiklah. Meeting selesai sampai disini. Sampai berjumpa di lokasi dua hari lagi”

“Ne. Terimakasih atas kerja kerasnya!”

Aku, Yuri dan Sooyoung serta beberapa staff meninggalkan ruangan meeting. Begitu sampai di lift, Yuri dan Sooyoung langsung menggodaku. Beruntung di lift ini hanya ada kami bertiga. Jadi aku tidak perlu menyembunyikan wajah malu ini.

Mereka menggodaku karena aku akan menjadi partner utama Eunhyuk oppa dan juga karena hubunganku dan namja itu semakin dekat saja.

“Jadi, sudah sejauh mana hubungan kalian?” Aku menatap bingung ke arah Sooyoung karena pertanyaannya itu.

“Apa maksudmu tiang?”

“Heisshh. Tidak perlu pura-pura bodoh seperti itu! Kita berdua tahu kalau kau dan Eunhyuk oppa semakin dekat. Yakan?” Goda Sooyoung.

“Majayo! Bahkan kalian sering keluar berdua untuk dinner kan?” Kali ini Yuri yang menggodaku.

“Aku hanya menemaninya. Lagipula, Eunhyuk oppa yang menjemputku ke apartement tanpa memberitahuku terlebih dahulu.”

“Itu berarti dia ingin memberimu surprise, sayang!”

“Itu benar! Ah ya, tidakkah kau sadar kalau Eunhyuk oppa itu menyukaimu, Hyo?”

“Mwo? Jangan asal bicara kau Yul!”

“Aku tidak asal bicara, barbie! Coba saja kau perhatikan perilaku Eunhyuk oppa padamu. Dia jadi semakin perhatian padamu, kan?

“Tapi itu karena aku dan dia menjadi partner kerja. Tidak lebih.”

“Aigoo. Kau tidak usah naif. Kami tahu, kau menyukai Eunhyuk oppa, kan?”

Aku terdiam mendengar ucapan Yuri. Oke, aku tidak menyalahkan atau membenarkan apa yang dikatakan oleh Yuri. Aku dan Eunhyuk oppa sudah kenal lebih dari setahun. Hubungan kami juga bisa dibilang baik karena Eunhyuk oppa sangat ramah dan baik padaku. Dan hampir sebulan terakhir ini, hubungan kami jadi lebih semakin dekat.

Aku dan dia lebih sering menghabiskan waktu berdua ketika kami selesai latihan. Atau kami saling mengirim pesan saat malam hari. Jujur, aku senang dan menyukai semua hal itu. Bohong jika aku bilang aku tidak menyukainya. Siapa yang tidak akan luluh ketika seseorang memperlakukanmu dengan spesial?

Tapi, aku juga harus berpikir realistis. Terlalu banyak perbedaan antara aku dengan Eunhyuk oppa. Dan perbedaan itulah yang membuatku sadar bahwa aku tidak akan bisa berada ditempat yang sama dengannya.

“Kalaupun aku menyukainya, apa yang bisa aku lakukan? Antara aku dan dia itu ada sebuah jurang yang sangat dalam yang tidak bisa dilalui. Kalau aku nekat untuk melompat, aku justru akan mati.”

“kau tidak perlu melompat untuk melewati jurang itu. Kau bisa membangun sebuah jembatan untuk melewatinya. Meskipun sulit untuk membangun jembatan itu, asalkan kau mau berusaha, sebuah tali pun bisa kau gunakan untuk dijadikan jembatan.”

Kali ini aku benar-benar diam mendengar ucapan Sooyoung. Aku mengerti apa yang dikatakannya. Tapi, apakah benar aku bisa?

“Ahh sudahlah! Hentikan pembicaraan bodoh ini”

Lalu kami keluar dari lift yang membawa kami menuju loby SM Ent. Dan langkahku terhenti ketika melihat Eunhyuk oppa sedang berdiri didepan lift. Aku tersenyum kaku padanya, begitu juga dengan Yuri dan Sooyoung.

“Oh, hai! Kalian dari mana?” Tanya Eunhyuk oppa.

“Kami baru saja meeting dengan manajermu, oppa.”

“Aa.. membahas tentang MV ku, majayo?”

Aku mengangguk sebagai jawaban atas tebakannya.

“Lalu setelah ini kalian mau kemana?”

“Aku dan Sooyoung akan pergi ke kampus oppa. Hari ini kami ada jadwal” Jawab Yuri. Ahh benar. Mereka ada jadwal kuliah hari ini.

“Kalau kau?” Tanyanya padaku.

“Aku? Emm.. mungkin aku akan pulang ke apartement saja. Lagipula hari ini aku tidak ada jadwal apa-apa.”

“Bagaimana kalau kau ikut denganku?” Ajaknya.

“Hng? Ikut denganmu? Eoddi?”

“Ikut saja denganku!”

“Tapi-“

“Harus berapa kali kubilang, kau tidak boleh menolak ajakanku. Arra?”

Aku hanya bisa menghela nafas pelan. Entah kenapa Eunhyuk oppa selalu saja memaksaku. Dan bodohnya aku tidak pernah bisa menolaknya.

“Kalau begitu, kami pergi dulu” Sooyoung dan Yuri berpamitan padaku. Dan tidak lupa memberikan kerlingan nakal dan senyum menggoda ke arahku. Dasar mereka berdua itu.

“Jangan lupa nanti malam kalian harus menginap di apartemenku!” Ucapku pada mereka yang belum terlalu jauh pergi.

“Ya. Kami tagu. Bye!” Jawab mereka sambil melambaikan tangan padaku.

“Jadi, bisa kita pergi sekarang?” Aku mengangguk menanggapi eunhyuk oppa.

***

Eunhyuk Pov

Aku terus mengendarai mobilku menjauh dari pusat seoul. Menuju ke suatu tempat yang sangat aku rindukan. Sebuah bukit di pinggir kota. Tempat favoritku untuk melepas penat. Sudah lama aku tidak kesana dan aku sangat merindukan bukit itu.

“O? Kita mau kemana oppa?” Tanya Hyoyeon. Akhirnya dia mengeluarkan suaranya juga setelah hampir satu jam dia berkutat dengan ponselnya. Sepertinya dia sedang chatting dengan seseorang, karena yang ku perhatikan dia memasang berbagai ekspresi sambil melihat ponselnya. Dan aku tidak mau mengganggunya. Aku lebih senang memperhatikan ekspresinya itu dalam diam.

“aku mau mengajakmu ke tempat favoritku. Agak sedikit jauh memang. Tidak apa kan? Kalau kau merasa lelah, kau bisa memejamkan matamu dulu. Perjalanan kita masih harus menempuh sekitar satu jam lagi.” Ucapku lalu melihat ke arahnya sejenak.

“Tempat favoritmu?”

“Ya.”

“Dulu saat masih masa trainee aku dan donghae sering pergi kesana. Untuk melepas lelah dan penat.”

“Aaa… arrasseo”

“Ah iya, sepertinya kau sangat dekat dengan Sooyoung dan Yuri.”

“Eung? Ne. Aku mengenal mereka sejak kami di senior high school dulu. Mereka sudah seperti adik kandungku sendiri. Mereka dua tahun lebih muda dariku. Mereka juga pernah tinggal satu apartement denganku ketika mereka baru masuk di universitas yang sama denganku. Karena itulah kami sangat dekat.” Ucap Hyoyeon.

“Ah.. benarkah?”

“Ne. Tapi sekarang mereka lebih memilih menyewa apartement sendiri. Mereka bilang mereka ingin hidup mandiri karena mereka sudah punya penghasilan sendiri dari profesi dancer. Dan mereka tidak mau merepotkanku. Padahal aku sama sekali tidak merasa direpotkan.

Aku justru senang mereka tinggal bersamaku. Aku senang ketika mereka memintaku untuk memasakkan mereka makanan. Bercerita bersama, tidur bersama, bertengkar bersama. Tapi sekarang, semuanya aku lakukan sendiri.”

Aku menatapnya yang menceritakan hidupnya bersama Sooyoung dan Yuri. Dia sangat suka bercerita. Dan aku suka sifatnya yang seperti itu.

“sepertinya kau bukan tipe orang yang suka kesunyian. Kau cenderung lebih menyukai suasanya yang ramai. Benar tidak?” Tanggapku atas ceritanya.

“Kau benar sekali oppa. Aku tidak suka suasana sepi. Aku lebih suka suasana ramai.”

“Kau sama sepertiku. Tapi terkadang, kita juga butuh waktu untuk menyendiri.”

“Itu sudah pasti oppa.”

Kami terus saling bertukar cerita. Dan aku baru tahu, kalau ternyata Hyoyeon mahasiswa yang aktif dikampus. Terutama saat ada kegiatan atau lomba dance. Dia selalu terpilih untuk mewakili universitasnya. Dan prestasi yang paling besar diraihnya adalah menjadi juara satu ditingkat nasional.

Wanita ini memang sangat luar biasa. Dan lagi-lagi, aku dibuat kagum olehnya.

Tanpa terasa kami sudah tiba dibukit bintang, tempat favoritku. Aku memakirkan mobil disamping pohon besar. Kami berdua turun dan mendekati pagar pembatas bukit.

Aku menatap ke pemandangan didepan mataku. Kota Seoul yang terlihat sangat padat dengan gedung-gedung dan apartemen. Angin sejuk yang menerpa wajahku, membuatku merasa sangat tenang. Dan saat aku menoleh kearah Hyoyeon, yeoja itu sedang menutup matanya. Menarik nafasnya perlahan dan menghembuskannya secara perlahan juga. Lalu senyum merekah dari bibirnya. Sungguh, ini adalah pemandangan paling indah untukku.

Senyumannya selalu bisa membuatku tenang. Tidak pernah aku menemui seorang yeoja dengan senyum seperti miliknya.

Kim Hyoyeon, kau benar-benar membuatku tergila-gila padamu.

“Tempat ini sangat indah, oppa” ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya.

“Sudah kubilang, bukan?” Balasku. Dia mengangguk lalu memejamkan matanya lagi, masih dengan merentangkan kedua tangannya. Rambut blondenya yang panjang melambai tertiup angin.

Dan entah apa yang ada difikiranku saat ini, aku berdiri dibelakangnya. Dan langsung melingkarkan kedua tanganku pada pinggangnya.

Aku bisa merasakan tubuh Hyoyeon menegang. Dia langsung memegang kedua tanganku dan berusaha untuk melepaskannya. Tapi aku justru semakin memeluknya lebih erat.

“Biarkan seperti ini dulu, kumohon!” Ucapku. Dia pun diam dan masih memegang kedua tanganku.

“Tempat ini memang sangat indah. Dan semakin indah karena ada kau disini. Menemaniku melepas rasa lelahku.” Ucapku dan merengkuhnya lebih erat.

“O-oppa”

“Aku rasa, aku telah jatuh cinta padamu Hyoyeon-ah!”

“N-nde?”

“Mungkin kau menganggapku gila. Tapi aku benar-benar jatuh cinta padamu. Aku selalu ingin kau berada disampingku. Aku selalu ingin melihat wajahmu setiap saat. Menari bersamamu, memelukmu, mendengar ceritamu. Aku ingin selalu melakukan itu semua, Hyoyeon-ah” ucapku lalu mencium puncak kepalanya.

“Ta-tapi…”

“Jangan pernah mengatakan kau tidak pantas untukku, Hyoyeon-ah!”

Hyoyeon kembali diam karena aku memotong ucapannya. Aku sangat tahu apa yang akan dia katakan. Karena itulah aku berkata seperti itu.

“Aku tidak pernah merasa nyaman dengan yeoja lain seperti saat aku bersamamu. Mungkin banyak yang mengatakan bahwa aku playboy. Aku pria yang begitu mudah dekat dengan wanita. Tapi nyatanya aku tidak seperti itu. Aku merasa benar-benar nyaman hanya saat aku bersamamu, Hyo.” Ucapku lagi.

“Aku tahu kau mungkin sangat terkejut dengan sikapku ini. Tapi aku hanya ingin jujur pada diriku sendiri bahwa aku mencintaimu. Karena itu, kau tidak perlu menjawab atau membalas perasaanku ini, Hyo. Dan kumohon tetaplah bersikap seperti biasa padaku.” Ucapku lalu melepas pelukanku padanya.

Perlahan Hyoyeon membalikkan badannya padaku. Aku tersenyum cerah kearahnya. Aku merasa sangat lega sekarang. Tempat ini, memang benar-benar menjadi tempat favoritku.

“Aku merasa sangat beruntung karena dicintai oleh pria sepertimu oppa. Tapi-“

“Sstt” aku meletakkan jari telunjukku dibibirnya. Menyuruhnya untuk menghentikan kata-kata yang sudah bisa aku tebak.

“Sudah kubilang, aku tidak mau kau membalas perkataanku. Arra?”

Hyoyeon hanya mengangguk perlahan. Dan aku langsung mencium keningnya. Hal yang sudah lama aku ingin lakukan.

“Cha.. Ayo kita berfoto bersama!” Dan kami pun mengambil banyak foto berdua dengan latar pemandangan yang sangat indah didepan kami ini.

Aku senang, karena Hyoyeon tetap bersikap biasa padaku. Meski tadi sempat ada suasa yang cukup canggung, tapi Hyoyeon bisa mencairkan suasana. Dia bahkan tetap tersenyum dan tertawa padaku.

Aigoo, lagi-lagi aku berdebar setiap kali dia tersenyum padaku. Bahkan jantungku berdetak lebih cepat sekarang.

Hyoyeon-ah, eottokhaji??

***

Author pov

Suasana sebuah ruangan yang cukup luas terlihat sangat ramai. Beberapa orang terlihat sangat sibuk mengatur beberapa barang. Dan lagu dengan volume yang cukup keras menggema diruangan itu.

Ya, saat ini sedang berlangsungnya pembuatan MV untuk lagu milik Hyukjae yang berjudul I Wanna Love You.

Dan saat ini sedang berlangsung pengambilan scene Eunhyuk menari dengan diiringi beberapa dancer dibelakangnya.

“OK. Kkeut!”

Teriak sang sutradara ketika scene dance Eunhyuk dirasa cukup sempurna.

“Istirahat 10 menit. Lalu kita ambil scene terakhir Eunhyuk bersama dancer utama”

“NE”

Eunhyuk menghampiri managernya yang sudah menyiapkan minuman. Meneguk air dalam botol itu hingfa setengahnya. Lalu stylist dan asistennya merapikan make up Eunhyuk yang terkena keringatnya.

“Aku lelah sekali.” Ucap Eunhyuk sambil mendesah keras. Ini wajar. Karena Eunhyuk memulai syuting untuk MV nya sejak kemarin untuk scene di luar ruangan. Dimulai sejak pukul enam pagi hingga sebelas malam.

Sedangkan hari ini, syuting dimulai pukul tujuh hingga saat ini sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Sedikit mundur dari waktu yang telah dijadwalkan. Karena tadi ada beberapa wartawan tv yang meliput syuting pembuatan MV Eunhyuk ini. Dan harus melakukan beberapa wawancara, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama.

“Aku mengerti. Tapi kau harus sabar. Ini juga untuk karirmu sendiri. Kau lihat, bukan hanya kau saja yamg lelah, tapi semua orang disini juga. Bahkan para dancer pun juga ikutan lelah. Karena itulah, kau harus tunjukkan semangat dan kerja kerasmu itu pada mereka. Agar mereka yang sudah membantumu ini tidak merasa sia-sia.” Ucap manager.

“Ne arrasseo” Eunhyuk lalu mengedarkan pandangannya ke arah para crew dancer. Dan dia melihat Hyoyeon yang sedang di make up oleh seorang stylish. Dengan inisiatifnya sendiri, Eunhyuk menghampiri Hyoyeon.

“Annyeong!” Sapa Eunhyuk.

“O? Annyeonghaseyo!” Balas Hyoyeon. Para stylish ingin beranjak meninggalkan mereka berdua ketika Eunhyuk berdiri disamping Hyoyeon yang sedang di make up.

“Tidak perlu pergi, kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian. Aku kesini hanya ingin menyapa saja.” Ucapnya sambil tersenyum.

“Eum, Hyoyeon-ssi. Ini scene terakhir untuk MV.” Eunhyuk terlihat gugup dan canggung berbicara pada Hyoyeon. Wanita itu sadar, karena memang disini sedang banyak orang. Terutama dua stylish ini.

“Ne, Eunhyuk-ssi. Kau sangat luar biasa. Kau benar-benar bekerja keras untuk lagumu ini.” Balas Hyoyeon juga terlihat canggung.

“Itu benar. Kau luar biasa Eunhyuk-ssi” seorang stylish ikut menimpali.

“Aah.. kamsahamnida. Kalian juga sangat luar biasa. Tanpa kalian semua, aku juga tidak akan bisa melakukan ini.” Eunhyuk merendah pada mereka. Membuat stylish dan juga Hyoyeon tersenyum kearahnya. Mereka merasa tersanjung karena Eunhyuk mengapresiasi kerja keras mereka secara langsung.

“Eunhyuk-ah, kemarilah!” Teriak sang manager memanggil Eunhyuk. Namja itu pun mengacungkan ibu jarinya ke arah manager.

“Baiklah, aku kesana dulu. Hyoyeon-ssi, fighting! Terima kasih untuk kerja kerasnya!” Eunhyuk membungkuk lalu meninggalkan mereka.

“Eunhyuk-ssi sangat ramah sekali. Dia juga baik sekali padamu Hyoyeon-ssi.” Ucap sang stylish.

“Uh? Ah ne. Dia memang baik pada semua orang.” Hyoyeon tergagap karena mendengar ucapan stylish.

“Kau benar. Kau beruntung sekali bisa menjadi partnernya.”

Hyoyeon hanya bisa tersenyum menanggapinya. Hatinya kembali berdebar, ani sebenarnya saat Eunhyyk menghampirinya hatinya sudah berdebar. Bagaimana bisa Eunhyuk menghampirinya disaat ada banyak orang disekitar mereka? Apa dia tidak takut kalau nanti banyak yang berfikiran buruk tentangnya karena menghampiri seorang dancer?

Hyoyeon hanya bisa menghela nafasnya dengan pelan. Sebenarnya, perasaannya semakin kalut dan fikirannya semakin kacau semenjak Eunhyuk menyatakan perasaannya padanya.

Eunhyuk membuang nafasnya berkali-kali. Sekarang ia akan perform untuk comeback stagenya yang pertama. Meski sudah lama berkarir, dan tampil diberbagai acara musik, namun rasa gugup tetap dirasakannya ketika akan comeback.

Beruntung, setelah dua hari perilisan MV untuk lagu pertama dari album keduanya semua berjalan lancar. MV nya sudah mencapai jutaan viewers dan tentunya mendapat komentar positif dari para penggemar.

Lagi-lagi Eunhyuk membuang nafasnya kasar. Hyoyeon yang sedang berdiri dibelakangnya langsung menyadari kalau Eunhyuk sangat gugup.

“Oppa, gwaenchana?” Tanya Hyoyeon sambil memegang pundak Eunhyuk. Namja itu berbalik dan tersenyum pada Sooyoung.

“Gwaenchana. Hanya saja aku sedikit gugup.”

“Ini, minumlah sedikit untuk mengurangi kegugupanmu.”

Eunhyuk mengambil minuman itu dan meminumnya dalam satu tegukan.

“Gomawo Hyoyeon-ah!” Ucap Eunhyuk sambil memegang puncak kepala Hyoyeon. Membuat yeoja itu tersipu malu. Dia melirik sekitar takut ada yang melihat perbuatan Eunhyuk itu.

“Kau tidak perlu khawatir Hyo. Aku senang melakukan ini padamu.” Eunhyuk menggenggam tangan kanan Hyoyeon.

“Tapi oppa, disini banyak orang. Bagimana kalau ada yang melihat? Karirmu bisa hancur, oppa”

“Kau tenang saja. Aku sudah bercerita pada seluruh memberku kalau aku menyukaimu. Dan mereka semua setuju dan berharap kita bisa menjalin hubungan. Mereka siap membacking kita jika kita sampai terkena skandal.”

“M-mwo? Semua membermu tahu?”

“Eum.”

“Dan mereka menyetujui?”

“Ya, Hyoyeon-ah”

“Ta-tapi, aku bahkan belum menjawab pernyataanmu waktu itu oppa.” Hyoyeon menunduk. Tidak berani menatap Eunhyuk yang terus memandanginya sejak tadi.

“Aku bilang, aku tidak butuh jawabanmu Hyoyeon-ah. Meskipun aku ingin sekali mendengar jawabanmu, tapi aku tidak ingin memaksamu.” Ucap Eunhyuk tenang.

“Cukup dekat denganmu, dan bisa melihatmu terus dalam jarak pandangku, aku sudah sangat senang Hyoyeon-ah.” Namja itu tersenyum melihat Hyoyeon yang melihatnya sangat lekat.

“Sebenarnya, aku juga menyukaimu oppa” ucap Hyoyeon pelan masih menatap Eunhyuk. Namja itu membelalakkan matanya lebar.

“Tapi aku takut jika kita berhubungan, akan berakibat buruk pada karirmu.”

“M-mwo? Ka-kau serius? Maksudku, kau juga menyukaiku?” Hyoyeon menggeleng.

“Aku mencintaimu oppa, sangat mencintaimu. Kedekatan kita beberapa waktu belakangan ini membuatku merasa nyaman padamu” Hyoyeon menundukkan kepalanya. Berusaha memyembunyikan wajahnya yang terasa panas, merona.

“Astaga Hyoyeon-ah. Aku sangat senang mendengarnya! Akhirnya cintaku tidak bertepuk sebelah tangan.” Hyukjae semakin erat menggenggam tangan Hyoyeon. Sedangka yeoja itu hanya bisa semakin dalam menundukkan wajahnya. Hatinya menghangat karena dia merasa Eunhyuk benar-benar mencintainya.

“Ya Tuhan, aku ingim sekali memeluk dan menciummu sekarang, sayang!”

“Ya! Apa yang kau bicarakan oppa?” Hyoyeon lagi-lagi melihat sekelilingnya. Takut ada yang mendengar ucapan mesum namja itu.

“Loh? Kenapa? Bukankah biasanya orang yang baru saja mengungkapkan perasaan masing-masing akan berpelukan dan berciuman?”

Hyoyeon hanya menggeleng sambil membuang nafasnya dengan kasar.

“Hentikan pikiran dan ucapan mesummu itu oppa! Selarang saatnya kita perform.” Hyoyeon melepaskan genggaman tangan Eunhyuk.

“Baiklah. Kita selesaikan perform hari ini dengan baik!” Hyoyeon mengangguk mendengar ucapan Eunhyuk.

“Ne oppa, fighting!” Balas Hyoyeon sambil mengepalkan tangannya keatas.

“Tapi setelah ini, aku pastikan aku akan menciummu chagi. Kau tidak akan bisa menolak.” Bisik Eunhyuk tepat ditelinga Hyoyeon. Lalu namja iyu naik ke panggung terlebih dahulu.

“Astaga! Kenapa namja itu jadi sangat mesum sekali?” Gerutu Hyoyeon. “Tapi kau menyukainya kan?” Batin Hyoyeon.

Yeoja itu menyusul Eunhyuk yang sudah siap untuk perform. Hyoyeon berdiri disamping Eunhyuk. Dan mereka sama-sama tersenyum.

“Kau siap?” Tanya Eunhyuk. Hyoyeon hanya mengangguk.

Dan mereka pun perform berdua. Tidak ada backing dancer karena ini perform pertama, sesuai dengan perintah management.

***

“KIM HYOYEON IGE MWOYAAAA???”

Hyoyeon yang sedang memasak didapur terperanjat kaget ketika mendengar suara Sooyoung yang kebetulan sedang berada diruang tamu apartemennya. Yeoja itu dan Yuri memang menginap semalam. Karena mereka habis perform bersama Eunhyuk disebuah acara musik.

Hyoyeon menyelesaikan masakannya lalu menatanya diatas meja makan. Suara derap langkah kaki berlari terdengar begitu kencang. Kebiasaan Sooyoung. Dan yeoja itu tiba didapur dengan cepat.

“Ada apa sih Soo? Kau berisik sekali.” Tanya Yuri yang ikutan masuk ke ruang makan yang menjadi satu dengan dapur, masih dengan menggosok rambut basahnya dengan handuk karena habis mandi.

“Lihat ini!” Sooyoung menyodorkan ponselnya kahadapan Yuri. Dan seketika yeoja itu juga membelalakkan matanya lebar.

“Ya, Hyoyeon eonni! Kau dan Eunhyuk oppa berpacaran huh?” Tanya Yuri dengan suara yang cukup memekakkan telinga.

“M-mwo?” Hyoyeon terkejut dan juga gugup dalam waktu bersamaan.

“Kalian bicara apa? Kami tidak berpacaran kok!” Lanjutnya.

“Tidak berpacaran bagaimana? Ini lihat! Fotomu dan Eunhyuk oppa tersebar luas disitus pann!”

Sooyoung lalu menyodorkan poselnya ke arah Hyoyeon. Membuat yeoja itu diam tidak bisa berkutik. Matanya melebar membaca judul dan isinya. Bagaimana bisa hubungannya bisa ketahuan publik?

Bahkan foto-fotonya dengan Eunhyuk juga ikut tersebar. Saat mereka makan malam berdua, bahkan saat dibelakang stage seminggu yang lalu -saat comeback stage pertama Eunhyuk- ketika Eunhyuk menggenggam tangannya, dan mengusap puncak kepalanya.

“Astaga, ini bahaya!” Gumam Hyoyeon. Lalu tiba-tiba ponselnya berdering, dan nama Hyukjae tertera dilayarnya. Dengan cepat Hyoyeon mengangkatnya.

“Yoboseyo. Oppa, eottokhae?” Tanya Hyoyeon dengan nada khawatir yang sangat jelas terdengar.

“Ya. Waeyo?” Balas Eunhyuk santai.

“Ya! Kau malah bertanya kenapa? Kau tidak tahu ada berita buruk tentangmu di internet?” Tanya Hyoyeon, kini dengan nada kesal.

“Ahh. Jadi kau sudah mengetahuinya?” Ucap namja itu lagi masih dengan santai.

“Astaga oppa, kenapa kau sangat santai seperti ini?”

“Untuk apa aku khawatir?”

“Ya! Aku khawatir. Bagaimana dengan karirmu nanti oppa?”

“Hei, tenanglah! Bukankah sudah kubilang jangan khawatir jika kita terkena skandal? Aku akan mengurus masalah ini. Manager dan sajangnim memanggilku untuk ke kantor sekarang. Dan mereka juga menyuruhmu untuk datang. Jadi, aku akan menjemputmu setengah jam lagi. Kau bersiaplah sekarang.”

“MWO? Mereka memanggilku juga?”

“Tentu saja. Kau fikir mereka akan memanggil siapa lagi. Karena kita beruda kan yang sedang menjadi sumber masalah.”

“Ya Tuhan, kenapa kau tenang sekali sih menjadi sumber masalah seperti ini?”

“Memangnya apa yang perlu aku khawatirkan? Aku berani membuat masalah seperti ini. Dan aku juga harus berani bertanggung jawab atas masalah yang aku perbuat ini kan?” Hyoyeon hanya membuang nafasnya gusar.

“Sudahlah. Kau tenang saja. Aku tau bagaimana sifat sajangnim. Jadi kau tidak perlu khawatir. Arra?”

“Tapi aku tidak bisa tenang oppa”

“Ya Tuhan, apa perlu aku menciummu dan memelukmu agar kau bisa tenang, huh?”

“OPPA! Bisa-bisanya kau berkata mesum disaat seperti ini?”

“Hahahhaa. Sudahlah. Lebih baik kau bersiap-siap sekarang.”

“Arrasseo”

“Percayakan semuanya padaku. Kau harus percaya padaku, Chagi!”

“Ne”

“Yasudah. Bye. Mmuach!”

Belum sempat Hyoyeon berteriak kesal, Eunhyuk sudah menutupnya terlebih dahulu. Yeoja itu memijit keningnya yang terasa berdenyut. Bagaimana bisa hubungannya muncul ke publik? Astaga, membuatnya sulit bernafas saja.

“Jadi, kau dan Eunhyuk oppa benar-benar menjalin hubungan?” Suara Yuri menyadarkan Hyoyeon bahwa masih ada dua wanita itu disini.

Hyoyeon membuang nafasnya kasar lalu mengangguk.

“Astaga! Sejak kapan?”

“Seminggu yang lalu. Saat Eunhyuk oppa comeback stage pertamanya.”

“Dan kau tidak bercerita pada kami?” Tanya Yuri.

“Aku sengaja menyembunyikannya.”

“Wae?”

“Entah. Aku hanya takut semua orang akan mengetahuinya.

“Dan kau takut kami akan membocorkan hubunganmu?

“Astaga, bukan seperti itu. Aku hanya tidak yakin hubunganku dan Eunhyuk oppa. Karena itulah aku tidak mengatakannya pada siapapun.” Hyoyeon menundukkan kepalanya.

“Ya Ampun, eonni. Kenapa kau sangat pesimis huh? Kau tahu kan Eunhyuk oppa sangat mencintaimu? Dan aku yakin, ketika dia mulai mencintaimu dan menjalin hubungan denganmu, dia sudah mempersiapkan semuanya. Dia pasti bisa bertanghung jawab untuk menyelesaikan masalah ini. Dan kau hanya perlu percaya padanya dan tetap disisinya untuk memdukungnya. Aku yakin, jika kalian berdua saling berpegangan tangan dan saling menguatkan satu sama lain, kalian bisa menghadapi masalah apapun yang menghalangi hubungan kalian.” Ucap Sooyoung. Lantas yeoja itu tersenyum kearah Hyoyeon.

“Sooyoung benar. Kau tidak perlu takut pada apapun yang akan kalian hadapi dalam hubungan kalian. Jika kalian saling mencintai, kalian pasti akan berkorban agar hubungan kalian tetap bisa bersatu.” Lanjut Yuri.

“Haaah.. entahkah. Sekarang aku hanya bisa mempercayai Eunhyuk oppa. Apapun keputusan yang akan dia ambil, aku hanya bisa menerimanya.” Ucap Hyoyeon. Air mata menumpuk dipelupuk matanya. Tapi dengan cepat dia mengadahkan kepalanya ke atas agar air matanya tidak jatuh.

“Yasudah, lebib baik kau siap-siap sekarang!” Hyoyeon mengangguk dan meninggalkan dapur.

“Ah iya, habiskan makanannya. Awas saja kalau tidak dihabiskan! Aku tidak mau memasakkan kalian makanan lagi” ancam Hyoyeon.

“Tenang saja. Aku pasti habiskan semua masakanmu. Tapi, kau tidak makan?”

“Tidak. Selera makanku hilang!”

“Ahh. Bilang saja kau ingin makan berdua dengan Eunhyuk oppa, kan?”

“Tutup mulutmu Yul!”

Hyoyeon langsung meninggalkan  kedua wanita yang sedang tertawa terbahak menggodanya.

***

Eunhyuk pov

Aku mendesah pelan sebelum masuk kedalam ruangan sajangnim. Ku lihat Hyoyeon sangat gugup yang berdiri disampingku. Dengan lembut aku meraih tangan kirinya dan menggenggamnya. Memberikan ketenangan padanya dan juga pada dirikh sendiri.

Cklek…

Kami berdua masuk kedalam ruangan, disana sudah ada sajangnim, managerku dan juga juru bicara perusahaan.

Sajangnim terus saja menatap kearahku lalu bergantian ketautan tanganku. Yang sengaja lebih aku eratkan karena Hyoyeon berusaha melepaskannya.

“Anyeonghasimnikka” sajangnim hanya menganggukkan kepalanya menjawabku.

Kami berdua langsunh duduk dihadapan sajangnim.

“Kalian pasti sudah tahu kenapa alu memanggil kalian kesini, bukan?”

“Nde” balasku, sedangkan Hyoyeon hanya menganggukkan kepalanya. Yeojaku ini pasti sangat gugup sekarang.

“Baiklah. Aku tidak akan akan berbasa-basi. Aku hanya ingin bertanya, apa benar kalian sesang menjalin hubungan? Tanya sajangnim.

“Nde itu benar.” Jawabku.

“Sejak kapan?”

“Kami menjalin hubungan baru satu minggu ini. Tapi, aku sudah mengatakan perasaanku dua minggu yang lalu.”

“Jadi, Kau yang mengatakan perasaanmu terlebih dahulu, Eunhyuk-ah?”

“Ye, sajangnim.”

“Kau sangat gentle sekali, nak! Dan juga berani tentunya” komentar sajangnim.

“Nde. Aku sudah siap untuk segala konsekuensinya. Para member yang lain juga mendukungku. Dan mereka juga siap untuk segala kemungkinan buruk yang akan terjadi pada grup kami.”

Kulihat sajangnim hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

“Aku tahu. Aku cukup terkejut saat aku mendengar artikel itu dari sekretarisku. Lalu Siwon langsung menghubungiku dan memintaku untuk tidak menghalangi hubunganmu dan kekasihmu ini. Aku juga berfikir, untuk apa kau menghalangi hubunganmu. Kau tahu kan, aku tidak pernah melarang artisku untuk menjalin hubungan pada siapapun. Termasuk pada non artis dan juga- dancer. Itu privacy kehidupan kalian yang sesungguhnya.”

“Selama kalian sendiri bisa mengatasi masalah yang timbul karena hubungan kalian, aku akan tetap mendukung kalian dari belakang. Dan kuharap kalian bisa dengan dewasa menghadapi masalah yang kalian buat ini.” Aku cukup lega mendengar ucapan sajangnim yang mendukung kami.

“Tapi sajangnim, bagaimana dengan rekasi fans dan keadaan saham perusahaan?” Tanya managerku gusar.

“Untuk masalah fans, kurasa Eunhyuk yang harus lebih siap menghadapinya. Karena aku yakin, sedikit atau banyak pasti ada yang sutuju dan tidak setuju pada hubungannya. Dan aku rasa, Eunhyuk sudah sangat siap kehilangan beberapa fans setianya. Termasuk juga member yang lain. Bukan begitu nak?”

“Ne sajangnim. Aku sudah membicarakan pada member yang lain. Dan mereka justru mendukung hubunganku dengan Hyoyeon. Meski kami harus kehilangan fans lainnya.”

“Itu bagus. Aku sangat salut dengan grup kalian, Hyukjae-ya! Ah, dan untuk masalah saham, kau tidak perlu khawatir. Sampai saat ini belum ada masalah. Tapi jika sampai nanti saham turun, Keluarga Siwon sudah siap untuk membantu. Hahahhaa.”

Apa? Siwon? Astaga, kuda liar satu itu memang luar biasa. Pantas saja sajangnim begitu tenang. Batinku.

“Baiklah. Aku rasa sudah cukup aku mendengar penjelasan dari kalian. Aku harap kau bisa menjaga yeojamu, Hyukjae-ya! Karena aku yakin, pasti akan ada saja fansmu yang berulah nanti.”

“Nde sajangnim. Aku sudah mempersiapkan semuanya.” Ucapku sambil menggenggam tangan Hyoyeon yang aku rasakan sangat dingin karena berkeringat.

“Yasudah. Kau bisa pergi sekarang. Aku akan berbicara pada juru bicara perusahaan, dan membuat statement melalui media sosial dan situs resmi perusahaan.”

“Baiklah. Kami permisi dulu.” Alu dan Hyoyeon langsung membungkukka badan dan meninggalkan ruangan sajangnim. Kulihat Hyoyeon menghela nafasnya panjang. Aku tertawa melihat tingkahnya.

“Kau gugup ya?” Tanyalu masih sambil tertawa.

“Kau fikir? Mana bisa aku tenang menghadapi bos besarmu itu?”

“Tenanglah. Semua akan baik-baik saja.” Ucapku sambil memeluknya. Lalu mengusap puncak kepalanya.

“Mau ke bukit bintang? Aku rasa kau perlu menenangkan fikiranmu.” Ucapku sambil menatapnya smasih sambil memeluknya.

Kulihat dia mengangguk pelan. Lalu ku kecup keningnya.

“Kajja”

Akhirnya kami sampai dibukit bintang. Begitu sampai, Hyoyeon langsung turun dan berlari menuju pagar pembatas. Merentangkan kedua tangannya sambil memjamkan matanya. Menghirup udara segar yang menerpa wajahnya.

Aku ikut berdiri dibelakangnya, lalu memeluk pingangnya. Dapat kurasakan dia menegang karena aku memeluknya secara tiba-tiba. Aku tersenyum diam-diam karena Hyoyeon selalu saja bersikap seperti ini setiap kali aku memeluknya.

“Sudah merasa tenang?” Tanyaku. Hyoyeon hanya mengangguk lalu menghadapkan tubuhnya padaku. Dan aku masih memeluk pinggangnya. Dan dia terus menatapku dengan lembut.

“Wae? Kenapa menatapku seperti itu?” Tanyaku. Menyelipkan rambut Hyoyeon ke belakang telinga. Tuhan, aku sangat mencintai yeoja ini.

“Ani. Hanya saja aku masih merasa ini seperti mimpi. Aku menjadi kekasihmu, dan perusahaanmu mendujung hubungan kita.” Aku tersenyum melihat raut wajahnya yang sangat menggambarkan kekhawatiran, tapi juga bahagia.

Dengan cepat aku mencium bibirnya. Melumatnya pelan atas dan bawah. Menyadarkannya bahwa ini semua nyata.

“Kau merasakannya?” Tanyaku.

“Apa?”

“Ciumanku” kuligat dia merona dan mengangguk. Cantik sekali, Tuhan.

“Itu berarti semuanya nyata, sayang. Dan aku harap, kau akan terus berada disampingku. Menemaniku, menggenggam tanganku, dan mendukungku apapun yang akan terjadi pada hubungan kita nanti. Karena apapun yang akan terjadi nanti, aku tidak akan melepaskanmu. Saranghae, jeongmal!”

Kulihat Hyoyeon berkaca-kaca dan tak lama air matanya turun ke pipinya. Dengan lembut aku mengusapnya. Menenangkannya. Mencium kening, kedua matanya, ujung hidungnya, dan bibirnya lagi.

“Aku sangat beruntung memilikimu oppa” ucapnya.

“Tidak, aku yang telah sangat beruntung karena memilikimu. Aku ingin, kau terus menemaniku ssmpai nanti kita menikah, mempunyai anak, mempunyai cucu dan tua bersama.”

“Oppa…”

Dan tiba-tiba dia menciumku lebih dulu. Dan aku hanya bisa tersenyum dan membalas ciumannya.

Cukup lama kami berciuman hingga kami terengah. Beradu nafas dalam jarak yang sangat dekat. Aku pun menariknya kedalam pelukanku.

“Saranghae, nan jeongmal saranghayeo, kim Hyoyeon.”

“Nado. Nado saranghae oppa.”

Dan aku kembali mencium dan memeluknya lebih dalam dan lebih erat lagi. Sampai kapanpun, aku tidak akan melepaskan belahan jiwaku ini. Aku janji.

= FIN =

Haiiii.. maaf aku comeback bukan bawa ff kyuyoung. Seperti biasa, ide mogok. *dijitak kyuyoung*. Tapi aku mau bilang maksih banget buat yang masih perhatian sama ff-ff aku, sampai pada nanyain kapan dilanjut. Itu bener-bener bikin aku bersyukur karena masih ada yang mau baca tulisan abal-abal milikku.

Oh iya, bagaimana pendapat kalian dengan themes baru blog aku? bikin iritasi gak sih warnanya? komentar yaak! biar bisa aku ganti kalo emang banyak yang gak suka.

thanks yaa semuanyaaaa :*

Advertisements

2 thoughts on “I Wanna Love You

DON'T BE SHY, LEAVE A COMMENT!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s