Billionaire’s Love Part 7


COVER FF BILLIONAIRE

Billionaire’s love part 7

Author : @achan_gimbelz

Cast : Choi Sooyoung

Cho Kyuhyun

Choi Siwon

Kwon Yuri

Kim Hyoyeon

Lee Hyukjae

Length : Series

Genre : Romance Comedy, Passion Romance

Rate : 17

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6

Karena keluarga adalah segalanya…

Author POV

Sooyoung membelalakkan matanya ketika mendengar penjelasan dokter dihadapannya. Bahkan dia tidak malu membuka mulutnya dengan lebar didepan dokter kandungan yang bernametag Kim Taeyeon.

“A-apa dokter tidak bercanda?” Tanya Sooyoung. Dokter cantik bertubuh mungil dihadapannya menggeleng sambil tersenyum.

“bagaimana mungkin aku bercanda atas kehamilan pasienku? Ini sebuah kabar baik bukan?” Sooyoung masih terpana mendengar ucapan dr. Kim.

“Ja-jadi? Eonni, kau benar-benar hamil?” ucap Sooyoung pada Hyoyeon yang duduk disebelahnya. Hyoyeon hanya bisa menggeleng kecil. Dia sendiri pun tidak percaya kalau dia sedang hamil. Lima minggu. Ini benar-benar berita baik untuknya. Diusia pernikahannya yang ketiga tahun, akhirnya dia bisa diberikan kepercayaan oleh Tuhan untuk menjadi calon orang tua.

Setitik air mata jatuh dipipinya, dan saat itu juga Sooyoung langsung memeluknya.

“Selamat eonni-ya! Kau akan menjadi seorang ibu!” Ucap Sooyoung dengan berurai air mata. Dia tahu, Hyoyeon sangat menantikan kehadiran buah hati dalam hidupnya. Dan kini, penantiannya akan terwujud.

“Baiklah, meskipun Hyoyeon-ssi tidak mengeluhkan morning sickness, aku akan tetap memberikan vitamin untuk kandunganmu. Biasanya, trimester awal kehamilan itu masih sangat rawan. Karena itulah, jangan terlalu lelah dan stress. Istirahat yang cukup. Dan jangan lupa secara rutin periksakan kandungan Anda. Jika Anda merasa mual atau mengalami gejala morning sickness, segera temui saya.”

“Baik dok. Terima kasih banyak atas bantuannya.”

Mereka berdua kembali ke apartement Sooyoung. Hyoyeon meluruskan kakinya diatas sofa, wajahnya terlihat lelah. Mungkin efek dari kehamilannya. Melihat hal itu, Sooyoung langsung menuju dapurnya. Berinisiatif membuatkan teh hijau untuk eonninya itu, siapa tahu bisa membuat ibu hamil itu menjadi rileks kembali.

Selagi menyeduh teh, Sooyoung mengirimkan pesan pada Siwon, Yuri dan tentunya Hyukjae.

Aku punya gambar gembira. Kalian harus datang ke apartementku malam ini!

Setelah pesan terkirim, Sooyoung kembali menemui Hyoyeon. Wanita itu terlihat memejamkan matanya, dan nafasnya berhembus beraturan. Tidur? Pikir Sooyoung.

“Eonni, istirahatlah dikamarku!” Ucap Sooyoung pelan sambil memegang bahu Hyoyeon. Ibu hamil itu membuka matanya dan menggerakkan sedikit tubuhnya.

“Ahh.. kenapa tubuhku rasanya lelah sekali? Padahal kita hanya kerumah sakit sebentar saja.” Keluh Hyoyeon. Sooyoung memijit pundak Hyoyeon pelan.

“Itu wajar, eonni. Kau sedang hamil, jadi tubuhmu pasti mudah lelah.” Hyoyeon mengangguk lalu meminum teh hijau yang sudah disiapkan oleh Sooyoung.

“Aku istirahat dikamarmu ya?” Sooyoung mengangguk, memperhatikan Hyoyeon yang berjalan lemah menuju kamarnya. Lalu, perhatiannya tertuju pada ponselnya yang bergetar, ada dua pesan masuk.

From: Kkab Yul

Kau punya kabar gembira apa? Aku penasaran sekal!!! Ah sial, kalau saja aku sedang tidak sibuk memilih gedung untuk pernikahanku, aku pasti akan langsung ke apartementmu sekarang juga!

Sooyoung terkekeh membaca pesan dari Yuri. Wanita itu memang aneh. Disaat para calon pengantin merasa sangat senang dan mau menyibukkan diri untuk persiapan pernikahan mereka, wanita ini justru malah mengeluh. Mencari gedung untuk pernikahan itu memang sedikit susah. Apalagi harus menyesuaikan jumlah undangan. Dan Sooyoung yakin, pernikahan Siwon dan Yuri ini bukan pernikahan biasa. Mengingat Siwon seorang pebisnis muda yang cukup terkenal dan jangan lupakan ayah Siwon yang jauh lebih terkenal dari anaknya itu, dalam dunia bisnis tentu saja. Pasti banyak kolega yang akan diundang. Dan kau pasti tidak bisa membayangkan berapa tamu yang akan datang.

Sooyoung membuka pesan kedua yang ternyata dari Kyuhyun.

From: Mr Arrogant

Nanti malam, aku akan menjemputmu. Aku ingin mengajakmu makan malam diluar. Yah, anggap saja balasan terima kasihku karena kau sudah mendengarkan curhatku dan merawatku semalam. Kau bisa?

Sooyoung mengerutkan keningnya, tapi detik berikutnya dia tersenyum. Jadi ini cara Kyuhyun, si namja super cool, penuh intimidasi, kaku tapi sialnya sangat sexy memawan itu ingin berterima kasih? Lucu juga.

Sooyoung lalu mengetikkan balasannya untuk namja itu.

Maaf, aku tidak bisa keluar malam ini. Karena aku ada pertemuan penting dengan Siwon oppa.

Tidak sampai satu menit, balasan Kyuhyun masuk ke ponselnya.

From: Mr Arrogant

Sepenting apa pertemuan itu hingga kau menolak ajakanku?

Oh, dia tetap Kyuhyun si otoriter penuh intimidasi rupanya. Batin Sooyoung.

Sangat penting! Dan kau tidak bisa mengganggu rencanaku, mr. Arogant!

Sooyoung melemparkan ponselnya ke atas meja. Menghembuskan nafasnya dengan berat mengingat pertengkarannya dengan Kyuhyun sebelum namja itu pergi dari apartementnya. Sooyoung meringis kecil ketika menyadari bahwa dirinya sebegitu pedulinya pada Kyuhyun. Melarang namja itu bekerja karena dia sedang sakit. Tapi namja itu tidak mau mendengarkan perintahnya. Dan dia merasa kesal. Oh, secepat itu kau peduli pada namja yang bahkan sejak awal kau tolak mati-matian, Sooyoung-ah?

Lagi-lagi Sooyoung menghembuskan nafasnya kasar. Meminum teh hijau yang dia buatkan untuk Hyoyeon. Tapi tidak sampai sedetik, dia langsung memuntahkannya pada tisu. Dia tidak menyukai teh hijau. Karena meninggalkan rasa yang aneh dilidahnya. Karena itulah dia lebih menyukai kopi. Meskipun sama-sama meninggalkan rasa yang aneh dilidahnya, Sooyoung tetap menyukai kopi. Karena rasa kopi yang lebih jelas, asam dan pahit diwaktu yang bersamaan.

***

Kyuhyun menggeram frustasi ditempatnya. Membaca balasan sms dari Sooyoung membuatnya kesal. Bagaimana bisa wanita itu menolak ajakannya. Ah, wanita itu memang selalu menolak ajakannya, sih.

Tapi tidak juga, buktinya semalam wanita itu langsung kembali ke apartementnya setelah dia memintanya untuk datang. Dan berakhir dengan kejadian yang benar-benar diluar dugaannya. Curhat tentang kehidupannya pada yeoja itu, layaknya gadis yang butuh pelabuhan curhat untuk menceritakan kesedihannya. Kyuhyun meringis mengingat hal itu.

Tapi, ada untungnya juga sih. Karena akhirnya, mereka berciuman -dan Sooyoung tidak menolak ciumannya seperti sebelumnya- dan bahkan mereka tidur bersama. Ya, hanya tidur bersama, tanpa ada kegiatan tambahan apapun.

Kyuhyun sendiri tidak mengerti, kenapa dia bisa dengan mudahnya bercerita pada gadis itu. Bahkan dia juga meneteskan air matanya. Padahal, Kyuhyun dan Sooyoung baru beberapa kali bertemu dan belum kenal dekat. Tapi, rasa nyaman dia dapatkan ketika berbicara dengan gadis itu. Pantas saja ibunya sangat menyayangi Sooyoung. Karena gadis itu benar-benar baik dan bisa membuat orang lain nyaman berada didekatnya. Dan lagi, Kyuhyun bersyukur karena ibunya bertemu dengan orang sebaik Sooyoung.

Dan Kyuhyun merasa ketertarikannya dengan Sooyoung semakin kuat. Rasa ingin memiliki yeoja itupun semakin besar. Dia harus bisa memiliki Sooyoung dan menjadikan Sooyoung satu-satunya yeoja yang harus selalu berada disisinya apapun caranya. Egois? Ya memang itulah sifat Kyuhyun.

***

Suasana apartement Sooyoung terlihat ramai. Siwon dan Hyukjae sedang istirahat diruang tamu sambil menonton berita di tv, sedangkan Sooyoung dan Yuri sedang berada didapur yang menyatu menjadi ruang makan. Menata makanan yang dibawa Yuri dan Siwon, karena Sooyoung sedang malas memasak.

“Ahh, kalian sedang berkumpul rupanya.” Suara Hyoyeon terdengar diambang pintu kamar Sooyoung. Membuat semuanya menoleh kearahnya. Dan seketika membuat Hyukjae berdiri dan menghampiri istrinya itu.

“Gwaenchana? Wajahmu pucat sekali, sayang.” Tanya Hyukjae khawatir.

“Aku baik-baik saja. Hanya merasa lemas saja. Mungkin karena aku hanya makan sedikit saat siang tadi.” Balas Hyoyeon. Lalu melangkahkan kakinya ke arah meja makan. Diikuti dengan Hyukjae dan juga Siwon dibelakangnya.

“Jadi, ada kabar baik apa hingga kau menyuruh kami berkumpul? Kau tahu, aku sangat sibuk dikantor. Seharusnya aku dan Yuri lembur hari ini.” Ucap Siwon. Menatap Sooyoung yang menyiapkan makanan ke piring Hyoyeon. Sedangkan yang ditanya hanya tersenyum.

“Aku justru bersyukur karena Sooyoung menyuruh kita berkumpul. Setidaknya aku bisa bebas dari urusan kantormu itu, Siwon.” Timpal Yuri.

“Hei, kau itu sekertarisku, ingat?”

“Memangnya aku peduli? Kau fikir aku tidak lelah karena mencari gedung untuk pernikahanmu, huh? Dan kau mau menyuruhku menemanimu lembur dikantor? Kau keterlaluan sekali!” Sungut Yuri.

“Ralat! Pernikahan kita, Yul! Bukan hanya pernikahanku saja!” Protes Siwon.

“Astaga! Bisa tidak kalian tidak berdebat sebentar saja?” Omel Sooyoung.

Tingtong…

Suara bel apartemen Sooyoung berbunyi. Menandakan ada tamu diluar sana. Sooyoung pun beranjak kedepan untuk melihat siapa tamu tersebut.

Cklek..

“Kau? Mau apa kau kesini?” Tanya Sooyoung dengan wajah sedikit terkejut melihat Kyuhyun ada dihadapannya.

“Untuk menemuimu” dan tanpa permisi, dia langsung masuk begitu saja.

“Hei, aku bahkan belum menyuruhmu untuk masuk!”

Kyuhyun hanya mengangkat bahunya ringan mendengar protes Sooyoung.

“Oh? Kalian sedang berkumpul ya?” Tanya Kyuhyun ketika melihat ruang makan Sooyoung penuh dengan banyak orang. “Selamat malam.” Lanjutnya.

“Oh? Kyuhyun-ssi? Mari bergabung bersama kami.” Ajak Yuri.

Tanpa ragu ataupun malu, Kyuhyun ikut bergabung dimeja makan. Mengambil tempat duduk disalah satu dari dua kursi yang kosong. Sooyoung hanya bisa menggerutu melihat sikap Kyuhyun yang seolah tidak punya sopan santun itu.

“Kenapa kau datang kesini? Sudah kubilang aku ada pertemuan penting sekarang.” Ucap Sooyoung ketus sambil memandang Kyuhyun dengan tajam. Lalu duduk disebelah Kyuhyun karena itu kursi yang tersisa.

“Memangnya kenapa? Aku tidak boleh menemui calon istriku sendiri?” Tanya Kyuhyun polos. Membuat semua orang yang berada disitu melongo. Kyuhyun memang nemiliki kepercayaan diri yang luar biasa.

Sooyoung mendengus kesal. Ucapan namja ini memang terkadang tidak bisa diterima akal.

“Memangnya aku sudi menjadi calon istrimu?” Desis Sooyoung tajam.

“Kau masih marah padaku ya karena aku tidak menuruti perintahmu? Hei, aku hanya demam semalam. Dan pagi tadi aku sudah sembuh karena kau merawatku semalaman. Jadi, tidak masalah kan kalau aku pergi ke kantor. Lagipula, aku harus tetap bekerja. Mengumpulkan pundi-pundi uang untuk menghidupimu dan juga membiayai rumah tangga kita nanti. Jadi, kau jangan marah lagi pada calon suamimu yang sangat bertanggung jawab ini. Arra?”

Semuanya semakin melongo mendengar perkataan panjang lebar Kyuhyun. Apa namja ini sudah tidak waras? Menghawatirkan sekali.

“Tutup mulut busukmu itu, Cho! Atau aku tendang bokongmu keluar dari apartemenku.”

“Baiklah. Aku diam” Kyuhyun mengisyaratkan tangannya mengunci bibirnya rapat.

“Aku tidak bisa banyangkan bagaimana jadinya jika kalian benar-benar menikah” ungkap Hyukjae dengan pandangan geli kearah Kyuhyun dan Sooyoung.

“Jangan pernah membayangkannya kalau begitu!” Balas Sooyoung sengit.

“Oke, berhenti membicarakanku dan pria sinting disebelahku ini. Sekarang aku ingin memberitahukan hal penting yang membuatku menyuruh kalian berkumpul malam ini.” Ucap Sooyoung lagi setelah selesai menyiapkan makanan dipiring Kyuhyun.

“Hyoyeon eonni hamil.”

Tidak ada respon dari tiga kata yang Sooyoung ucapkan itu. Semuanya hanya diam ditempat.

“Hyoyeon hamil. Lima bulan.”

Kali ini ada reaksi. Yuri menyemburkan air yang sedang ada dimulutnya. Siwon menjatuhkan sendok yang hampir masuk kedalam mulutnya dan Hyukjae, sang suami dari Hyoyeon menganga lebar. Menunjukkan tampang paling konyol yang dimilikinya setiap kali dia merasa terkejut dan syok.

“MWO??” Dan ketiganya teriak bersamaan. Sooyoung memutar bola matanya -tanda dia jengah karena kelemotan tiga orang itu.

“Ka-kau? Kau benar? Hamil?” Tanya Hyukjae tergagap. Menghadapkan tubuhnya ke arah Hyoyeon yang tersenyum tulus.

“Itu benar. Aku akan menjadi calon ibu dan kau, akan menjadi calon ayah, sayang.” Ucap Hyoyeon sambil menyentuhkan tangan kanannya ke pipi kiri Hyukjae.

“A-aku? Aku akan jadi seorang ayah?” Hyoyeon mengangguk mantap mendengar pertanyaan Hyukjae. Dan detik berikutnya, Hyukjae menarik pelan kepala Hyoyeon mendekat. Memberikan kecupan-kecupan ringan diseluruh wajah istrinya. Dan berakhir dengan melumat cukup kasar bibir Hyoyeon hingga menimbulkan suara decakan yang sangat mengganggu. Sial! Pasangan ini tidak tahu tempat sama sekali. Membuat iri dua pasangan lain  yang menatap mereka dengan melongo. Tapi mereka tidak ada yang berusaha menghentikannya. Melihat raut bahagia diwajah Hyoyeon dan Hyukjae membuat mereka juga ikut tersenyum bahagia.

“Jadi, kalian pergi kerumah sakit untuk periksa kandungan Hyoyeon-ssi?” Tanya Kyuhyun memecah keheningan yang tercipta.

“Kau tahu kalau mereka akan pergi ke rumah sakit?” Tanya Siwon agak sinis. Entahlah, namja ini sepertinya masih belum bisa menerima kehadiran Kyuhyun dikehidupan Sooyoung.

“Tentu saja. Semalam kan aku menginap- AWWWWW!! SAKIITTT!!” ucapan Kyuhyun terpotong karena Sooyoung mencubit pinggangnya dengan sadis. Dan memberikan tatapan membunuh pada namja itu.

“Tutup mulut bodohmu itu! Kau mau aku dibunuh Siwon, huh?” Kira-kira itulah arti tatapan Sooyoung.

Siwon mengerutkan alisnya, bingung melihat sikap aneh Kyuhyun dan Sooyoung. Dan tadi Kyuhyun bilang apa? Menginap? Jangn bilang kalau namja itu menginap disini tadi malam?

Seketika raut wajah Siwon berubah. Merah padam menahan kesal. Dan tatapan tajamnya mengarah pada Sooyoung.

“Kalau sampai Siwon mencekikku, aku akan membunuhmu sekarang juga Kyuhyun sialan!” Batin Sooyoung.

“Apa maksudmu dengan kata menginap, huh? Kau tidur disini semalam?” Bentak Siwon dengan sangat keras sambil menatap tajam Kyuhyun dan Sooyoung bergantian. Membuat ketiga yeoja disana berjengit kaget. Siwon, kalau sudah marah memang sangat menakutkan.

“Siwon, pelankan suaramu! Kau membuat kami kaget. Dan membuat Hyoyeon takut. Itu tidak baik untuk kandungannya, kau tahu!” Ucap Yuri. Berusaha membujuk calon suaminya itu dengan berbicara setenang mungkin. Jika Siwon sedang emosi, maka Yuri yang harus berusaha menenangkan Siwon.

Siwon menghembuskan nafasnya kasar dan menegakkan tubuhnya.

“Jelaskan padaku apa yang terjadi disini tadi malam. Setahuku, kau menginap dirumah Yuri, Sooyoung-ah” Perintah Siwon dengan sangat tegas. Membuat Sooyoung menundukkan kepalanya. Seketika nyalinya menciut. Siwon sangat protektif padanya. Dan dia sadar sudah melakukan kesalahan. Membawa seorang pria kedalam rumahnya.

“Se-semalam aku memang berencana untuk menginap, oppa. Tapi namja menyebalkan ini datang ke apartemenku dengan keadaan yang kacau. Sedikit…. mabuk… dan… demam.” Sooyoung memelankan suaranya dikalimat terakhir. Membawa pria mabuk ke dalam apartement wanita. Itu suatu kesalahan besar dalam kamus Siwon.

“Apa?” Desis Siwon tajam.

“Tapi, kami tidak melakukan apapun oppa. Aku hanya merawatnya semalaman. Kyuhyun juga hanya tidur di sofa. Aku bisa menjamin aku masih perawan jika itu yang kau takutkan.” Ucap Sooyoung lagi sebelum Siwon mengeluarkan semburan apinya. Konyol!

Siwon mengehembuskan nafasnya kasar. Menundukkan kepalanya dan mengacak rambut bagian belakang kepalanya dengan kasar.

“Sudahlah sayang. Kau tidak perlu semarah itu pada Sooyoungie. Lagi pula, apa salah jika Kyuhyun datang kesini? Mereka kan sedang dalam proses pendekatan. Kau tahu itu kan?”

“Tapi aku bahkan belum menyetujui namja itu mendekati adikku” balas Siwon sengit.

“Kenapa? Kenapa kau melarangku untuk dekat dengan Sooyoung?” Tanya Kyuhyun dengan nada dingin. Auranya cukup membuat orang bergidik ngeri. Dan menambah situasi makan malam ini semakin menegang.

“Terlalu banyak alasanku untuk melarangmu mendekati adikku.”

Kyuhyun menatap Siwon tajam. Dia tahu apa maksud Siwon. Dengan statusnya, Kyuhyun memang berbanding jauh dengan Sooyoung. Dan karena statusnya itu, dia dikelilingi banyak bahaya yang selalu mengintainya. Belum lagi masalah lain yang selalu menghampiri hidup Kyuhyun.

Milyarder, tampan, jenius, siapa yang bisa menolak semua hal yang dimiliki Kyuhyun? Bahkan mungkin -nanti- Sooyoung juga luluh pada namja itu, meskipun saat ini dia sangat menolak Kyuhyun. Tapi bahkan, ketertarikan Sooyoung pada namja itu sudah terlihat jelas sekarang.

Siwon hanya tidak mau Sooyoung menanggung akibat yang akan diterimanya jika dia berhasil bersama Kyuhyun. Kyuhyun terlalu berbahaya. Namja itu tampan, kaya raya dan brengsek. Dan dengan terpaksa Siwon mengakui itu. Tapi, kenyataan itulah yang membuat Siwon tidak mau menyerahkan Sooyoung pada Kyuhyun.

“Baiklah, kali ini aku mengalah pada egoku. Tapi, kuperingatkan kau dan kau!” Ucap Siwon sambil menunjuk ke arah Kyuhyun dan Sooyoung. “Jangan pernah kau menginap di apartement Sooyoung lagi. Arra!”

“Arrasseo” jawab Sooyoung pelan. Sedangkan Kyuhyun hanya diam sambil memandangi Siwon dengan tajam. Bagaimana bisa namja itu sangat protektif pada Sooyoung? Batin Kyuhyun.

“Oppa, bisakah kita kembali ke apartement sekarang? Aku harus bersiap karena malam ini aku ada jadwal DJ.” ucapan Hyoyeon berhasil meredakan perdebatan sengit antara Siwon dan Kyuhyun-Sooyoung. Tapi sedetik kemudian, membuat Hyukjae menatapnya.

“Tidak. Malam ini dan seterusnya kau tidak boleh bekerja lagi. Aku menyuruhmu untuk berhenti bekerja.” Ucap Hyukjae.

“MWO?? WAEYO?” Hyoyeon terkejut mendengar ucapan suaminya. Apa dia sudah gila? Dia kan tahu Hyoyeon sangat cinta mati dengan pekerjaannya itu. Dan sekarang, dia menyuruhnya untuk berhenti bekerja? Itu sama saja membunuhnya secara perlahan.

“Astaga! Kau itu sedang hamil sayang! Dan aku tidak mau kau kelelahan. Arra?!”

“Tapi, kau tahu kan how much i love with my job?”

“Aku tahu. Tapi itu tidak baik untuk kehamilanmu. Selain melelahkan, aku yakin kau juga akan ditemani dengan minuman keras. Kau fikir aku mengizinkanmu untuk itu? Pokoknya, mulai sekarang kau berhenti bekerja. Siwon, kau setuju kan untuk memecat istriku ini dari klub malammu?”

“YAK! Aku baru hamil lima minggu. Dan aku janji, aku tidak akan minum minuman beralkohol itu lagi. Jadi, tetap izinkan aku bekerja ya?”

“Sekali kubilang tidak ya tidak.”

“Kau menyebalkan sekali!”

“Memang”

“Sudah hentikan!” Siwon menengahi perdebatan para calon orang tua itu.

“Aku setuju dengan yang dikatakan oleh Hyukjae. Kau memang harus berhenti dari pekerjaan ini, Hyo-ya. Pekerjaan ini sangat tidak baik untuk kandunganmu, untuk calon bayimu. Dan aku menyarankan, kalian juga harus pindah dari klub.” Ucap Siwon dengan bijak.

“Mwo? Pindah? Apalagi ini? Jadi, kau mengusir kami, huh?” Hyoyeon langsung emosi mendengar ucapan Siwon. Ibu hamil memang sangat labil.

“Bukan seperti itu maksudku. Kau tahu kan kebisingan klub saat malam hari? Itu pasti akan mengganggu ketenangan seorang ibu hamil. Ini anak pertama kalian, yang sudah lama kalian nantikan. Kau mau terjadi sesuatu yang buruk pada kandunganmu?”

Hyoyeon menghembuskan nafasnya kasar. Tapi dia juga tidak protes. Karena apa yang diucapkan Siwon memang ada benarnya.

“Eum. Lalu mereka harus pindah kemana oppa?” Tanya Yuri.

“Mereka akan tinggal disini.” Jawab Siwon. Membuat Sooyoung yang sedang minum tersedak.

“Disini?” Tanya Sooyoung dengan raut bingung.

“Tentu saja. Mereka bisa pindah kesini besok.”

“Tapi oppa, disini hanya ada satu kamar. Kalau mereka tinggal disini, aku tidur dimana?”

“Kau? Kau bisa tidur dirumah Soo!”

“MWOOO??” Sooyoung berteriak dengan suara melengking. Berharap pendengarannya salah mendengar ucapan Siwon. Tidur dirumah dalam ucapan Siwon artinya dia harus tinggal dirumah oppanya itu. Rumah orang tua angkatnya. Dan Sooyoung menolak dengan sangat keras!

Tinggal dirumah Siwon, sama saja mengakhiri kehidupannya saat ini dan memulai hidup yang baru. Sooyoung pasti harus meninggalkan pekerjaannya, dan mulai menjadi anak kesayangan Nyonya Choi yang memang sangat mencintai dan menyayanginya itu. Dan tentunya mulai menjadi bagian dari perusahaan Tuan Choi yang memang sudah sejak lama ayah Siwon inginkan hal itu terjadi. Keinginan orang tua angkatnya yang menginginkan Sooyoung untuk berhenti menjadi wanita malam, dan kembali menjadi wanita baik-baik seperti sosoknya yang dulu.

“oppa! Kenapa oppa melakukan ini padaku? Kau kan bisa mencarikan apartement baru untuk mereka. Uangmu banyak, tapi kenapa pelit sekali huh?” Protes Sooyoung.

“Kau fikir mencari tempat tinggal baru itu mudah? Hyoyeon itu sedang hamil, jadi harus secepatnya mendapat tempat tinggal yang nyaman. Dan apartement ini adalah pilihan yang tepat untuknya. Karena tidak mungkin kan mereka tinggal dirumahku ataupun Yuri?”

“Aku akan sangat senang jika harus tinggal disini daripada dirumah kalian” ucap Hyukjae.

“Dan kalian membiarkan aku yang harus menderita? Sial sekali nasibku!” Cibir Sooyoung dengan keras.

“Apakah tinggal dirumahku seperti neraka untukmu, Soo?” Tanya Siwon datar.

Suasananya kembali hening dan kaku. Sooyoung menjadi salah tingkah sendiri ditanya seperti itu. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan tinggal dirumah Siwon. Hanya saja, Sooyoung tidak mau merepotkan keluarga itu. Keluarga yang sebenarnya sangat Sooyoung sayangi. Keluarga yang telah memberikannya arti sebuah keluarga sesungguhnya. Keluarga yang mendekapnya, memeluknya, memberikan kehangatan untuknya ketika dia terlepas dari kehidupan kelam saat bersama keluarga kandungnya dulu.

“Kau selalu saja membuatku merasa bersalah padamu oppa” ucap Sooyoung parau. Dia merasa bersalah karena sudah membuat Siwon emosi hingga berkata seperti itu. Tapi sungguh, dia memang tidak bisa sepenuhnya untuk tinggal dirumah yang sangat nyaman itu. Bayang-bayang masa lalu tentang keluarganya membuatnya merasa sedikit trauma. Hingga dia merasa sedikit enggan menerima uluran tangan dan dekapan hangat keluarga Siwon. Namun jauh dalam hatinya, dia sangat menginginkan keluarga yang harmonis. Yang mengerti dirinya, yang menerimanya apa adanya. Yang mencintai dan menyayanginya dengan tulus. Dan keluarga itu adalah keluarga Siwon.

“Sudahlah, kalian tidak perlu sampai bertengkar seperti ini. Kalau Sooyoung tidak mau, aku bisa mencari apartementku sendiri. Lagipula, selama ini kau sudah terlalu banyak membantu kami, Siwon-ah. Dan sekarang biarkan aku berusaha sendiri.” Sela Hyukjae.

“Tidak. Kau tetap akan menempati apartement ini. Aku membantumu karena kau juga sudah membantuku Lee Hyukjae. Kau fikir, bagaimana aku bisa mencapai semua ini kalau bukan karena bantuanmu huh?” Balas Siwon.

Hening kembali. Siwon menghela nafasnya kasar hingga terdengar oleh seluruh orang disitu. Dan secara diam-diam Kyuhyun menggenggam tangan Sooyoung yang terpaut dibawah meja. Tangan itu sedikit basah dan bergetar. Kyuhyun tahu, Sooyoung sedang kalut sekarang. Dan namja itu cukup tahu diri, karena itulah dia hanya diam saja.

“Baiklah. Aku akan tinggal dirumahmu oppa.” Ucap Sooyoung akhirnya. Semua menatapnya dengan pandangan yang -entahlah. Mereka tahu jelas apa yang Sooyoung rasakan. Tapi, Sooyoung merasa hanya itu yang bisa dilakukan olehnya. Demi kebaikan semuanya kan?

“Aku mencintaimu Sooyoung sayang!” Ucap Yuri dengan aegyonya. Membuat suasana kembali menghangat dan semua yang ada disana akhirnya tersenyum.

***

Sooyoung pov

“Terima kasih yaa sudah mau mengalah pada kami. Aku tahu kau sangat tidak senang-” belum selesai Hyoyeon berbicara, aku sudah memotongnya terlebih dahulu.

“Sudahlah eonni. Ini untuk kebaikan kita semua kan? Lagipula, ini kan untuk keponakan pertamaku. Jadi, kau harus menjaganya baik-baik, okay?” Ucapku sambil meraba perutnya yang masih rata. Dia ikut mengusap perutnya diatas tanganku.

“Terima kasih sayang. Aku bersyukur karena memiliki adik sepertimu.” Lalu dia memelukku. Aku mengusap punggungnya pelan. Dan bersyukur dalam hati karena karena dikelilingi oleh orang baik seperti mereka.

“Kami pamit dulu, Soo! Terima kasih untuk segalanya” aku juga memeluk Hyukjae oppa. Namja kesayanganku setelah Siwon oppa. Mereka keluar dari apartementku.

“Kami juga pulang dulu ya sayang!” Yuri mengecup pipi kiri dan kananku.

“Maafkan oppa dan terima kasih.” Aku menatap haru oppaku.

“Sudahlah oppa. Kau pasti sangat paham kalau aku tidak bisa menolak perintahmu.” Balasku. Lalu dia tersenyum dan memelukku. Mengecup puncak kepalaku sekian detik.

“Kami pulang dulu. Jaga diri baik-baik.” Ucapnya sambil melirik Kyuhyun yang berdiri disampingku. Ya, sejak tadi dia memang berada disampingku.

“Ne. Sudah sana pergi!” Usirku. Merekapun meninggalkan apartemenku. Aku menutup pintu dan menghembuskam nafasku kasar. Bersandar pada pintu sambil memejamkan mataku. Besok, semuanya akan terasa baru untukku.

Aku merasakan seseorang berdiri dihadapanku. Dia Kyuhyun. Mengurungku dengan tangan kirinya berada disisi kepalaku dan tangan kanannya menyelipkan rambutku kebelakang telinga lalu mendarat diatas pundakku.

Dia menatapku dengan lembut, seolah sedang mencoba memberikan kenyamanan padaku. Dan aku langsung merasa nyaman. Sedikit rileks karena tatapannya itu dan juga bau parfum yang dipakainya.

“Kau baik-baik saja?” Ucapnya pelan. Aku menganggukkan kepala. Mengangkat tangan kananku untuk menangkup pipinya yang chubby seperti pipiku. Tunggu, aku kan sedang marah padanya sejak tadi pagi. Tapi kenapa sekarang kami terlihat sangat intim? Maksudku, seperti sepasang kekasih yang sedang melepas rindu setelah sekian tahun tidak bertemu. Konyol sekali.

Tapi anehnya, perasaan kesalku padanya hilang entah kemana. Digantikan dengan perasaan nyaman yang melingkupi seluruh hatiku. Aku merasa sedang membutuhkan seseorang untuk menemaniku. Dan sekarang Kyuhyun ada disini bersamaku. Menemaniku meski dia hanya diam sambil terus menatapku. Tapi itulah yang aku suka.

“Mereka terlihat sangat menyayangimu.” Ucapnya pelan. Menaruh tangannya dipinggangku. Aku menganggukkan kepalaku dan melepaskan tanganku dari pipinya.

“Ya. Kau benar. Mereka memang sangat menyayangiku. Begitupun sebaliknya denganku. Mereka sangat berharga untuk hidupku. Tanpa mereka, entah bagaimana kehidupanku saat ini.”

“Kau beruntung memiliki mereka.” Aku mengangguk mendengar ucapannya. “Dan aku juga beruntung memilikimu.” Lanjutnya. Hatiku seketika berdesir. Entah sudah keberapa kali dia mengatakan hal itu, dan reaksiku selalu sama. Berdesir dan seolah ada ribuan kupu2 mengepakkan sayapnya diperutku. Aku senang, ani, aku bahagia. Kata-kata itu terdengar sangat sederhana, tapi bagiku kata-kata itu mengandung makna yang sangat berarti untukku.

Kami saling bertatap, perlahan dia memajukan wajahnya kearahku. Mencium keningku dengan lembut. Lalu turun ke kedua mataku dan mengecup ujung hidungku. Lalu dia menatapku lagi.

“Besok pagi aku harus ke Jepang dan mungkin akan cukup lama berada disana karena ada urusan pekerjaan. Aku… pasti akan sangat merindukanmu.” Tangannya menangkup pipi kananku, merabanya pelan dengan ibu jarinya.

“Kalau begitu pergilah.” Jawabku cuek.

Dia menghembuskan nafasnya. Pandangannya berubah menjadi sedikit kecewa. Apa jawabanku salah?

“Apa kau.. tidak akan merindukanku juga?” Aku tertegun mendengar perkataannya. Apa dia ingin aku merindukannya?

“Aku sudah berusaha untuk mendekatimu. Tapi kenapa rasanya sulit sekali untuk membuat hatimu luluh padaku?”

“Mungkin, usahamu kurang meyakinkanku.” Jawabku.

“Benarkah? Kalau begitu aku akan berusaha lebih keras lagi membuatmu yakin padaku. Aku pasti bisa meluluhkan hatimu. Dan.. menjadikanmu. milikku. Seutuhnya.” Ucapnya penuh keyakinan dan penekanan. Dia terlihat sangat serius saat mengatakannya. Aku tersenyum mendengarnya, lalu mendekatkan wajahku padanya hingga ujung hidung kami bersentuhan. Seketika nafas Kyuhyun sedikit memburu dan suaranya terdengar menggeram ditenggorokannya.

“Tunjukkan padaku dan yakinkan aku! Jika kau berhasil, aku janji akan menjadi milikmu, se-u-tuh-nya!” Ucapku pelan dengan sedikit mendesahkan nafas. Bermaksud untuk menggodanya. Dia mengerang dan detik berikutnya langsung menubrukkan bibirnya pada bibirku. Menekannya dengan keras lalu melumatnya dengan pelan.

Aku benar-benar menyukai caranya saat menciumku. Karena ciumannya selalu bisa membuatku merasa terbang. Membuatku melupakan semua penat dan fikiran berat yang mendera otakku. Dan ciumannya, selalu membuatku merasa… bahagia.

= TBC =

Cuma mau ngomong, MAAFIN AKU karena ngelanjutin ff ini lama banget. Dan, terima kasih buat kalian yang masih mau nyempetin baca ff abal-abal yang semakin kacau balau ini. Sebenernya, aku mau jadiin ff ini special untuk kalian para KNIGHT yang masih setia, dan untuk para readers tercinta di blog pribadiku ini dalam rangka ulang tahunku yang ke *disensor*… Tapi sepertinya aku gagal ya? Kalian pasti gak puas sama tulisanku ini. *begitupun dengan diriku sendiri*

Karena itulah, aku butuh komentar kalian. Gak salah kan kalau aku minta pada kalian yang sudah baca tulisanku ini untuk memberikan komentar? heheheee…

Daaann,,, THANK YOU SOOOO MUCHHH UNTUK SRI SAYEKTI.. Terima kasih buat kadonya. Aku seneng banget dapet kado dari kamu yang berasal dari Yogyakarta. Maaf yaa dee kalo aku jadi ngerepotin kamu. Cium dulu sini! :v

Thank You Semuanyaaaaa… ❤

Advertisements

20 thoughts on “Billionaire’s Love Part 7

  1. Aku udah nunggu ff ini . akhir nya di pos juga . cerita nya makin seru trus disini momend kyuyoung nya enak banget ngebayangin nya hahahhh .
    Trus selamat ulang taun ia author . semoga apa yg author ingin kan di kabulkan di umur yg sekarang ..

    Like

  2. akhirnya ff ini di publish.. semoga aja Kyuhyun bisa meyakinkan Sooyoung supaya wanita itu bisa menjadi miliknya seutuhnya… kasih nc sedikit donk kak.. atau gak banyakin moment kyuyoung

    Like

  3. ahhh seneng di tutup dengan moment sweet kyuyoung udh lama nunggu kelanjutan ff ini akhirny di post jga walapun di awal tadi sengit bgts tapi gpp kyuyoung smkin ad kemajuan next part di tnggu chigu ku harap bsa lebih cepat dan semangat terus untuk nulisny yaa

    Like

  4. Suka bngt sma sifat siwon ke sooyoung kliatan bngt klo dia menyayangi sooyoung hmmm beruntungnya kau unnie
    ayo kyu bikin si sooyoung luluh fighting cho!!! 💪💪

    Next ya ka ditunggu bngt dan fighting untuk author💪💪💪

    Like

  5. Asyikkk iseng² bk blog ini eh BL 7 dah d pos jd enak…. (dah nggu lm akhirnya ada lagi).
    Iyalah buat rang hdupnnya bebas agak sulit nerima klo hrus tnggal serumah sm org lain, krn ngrsa akan trkekanng gto.
    Dan ni ujian buat Kyu bkal nmbah repot klo mu ngpel Soo krna bklan ada 2 bodyguard yg protectiv mnghdang.
    Sblumnya HBD ya chingu moga pnjang umur n sehat selalu, maaf yah telat ngcpinya.
    D tunggu pke bgt next storynya!!!

    Liked by 1 person

  6. Hyo eonni Hyuk oppa Chukkaeyo buat little baby ny…
    Aaaaaaa ending ny Sweet bngt,,Kyu oppa bner” serius buat dpet’n hati ny Soo eonni Fighting oppa…
    Mau deh punya kakak angkat kyak Siwon oppa yg peduli bnget sma Soo eonni #nghayalmodeon
    Next next next
    Oh iy msih ad typo ny hehehehe

    Like

  7. Alhamdullillah di lanjutin juga ff kesayangan aku 😍 aku nungguin jni di upload lama banget, sama kaya nungguin doi yang gak peka-peka *eh 😳* huaaa cintahh deh sama ini ff, pas baca langsung dapet fell nya huaa pokoknya senenh banget deh pas tau dilanjut 😄 😄😄 lope deh buat ini ff sekalian penulisnya

    Like

  8. akhirnya keluar juga..
    ditunggu banget ini ff..
    selama kyu dijepang nanti, ngga akan terjadi apa-apa kan?
    siwon sayang eaaaa,,, aku tau kamu sayang sama soo, tapi restuin soo sama kyu ya.. soo bahagia loh sama kyu..
    chukkae, buat pasangan hyo-hyuk, cieee bakal punya baby..
    buat kyuhyun, semangat ya usahanya…
    ayo buat soo makin luluh…
    semangat sayang … hahahaha..
    ditunggu selalu nextnya..
    selalu semangat author…

    Like

  9. Alhamdulillah ya allah dipos juga 😂 dan alhamdulillah ceritanya panjang 😄 hehehe. Tadi aku sempet kaget pas diawal “apa Sooyoung hamil???!!!” Eee ternyata Hyoyeon wkwk. Aku nunggu ff ini kayak nunggu doi peka. Lama.
    Hayolah Kyu hajar terus, lu harus dapetin Sooyoung. HARUS!.

    Like

  10. ya ampun… itu si soo kan awalnya lagu marah ke kyu eh malah udah romantis kaya gitu pas mau tbc…. ni ff di tunggu tunggu banget …..pokonya aku tunggu next ff nya……SELAMAT ULANGTAHUN KAK WISH YOU ALL THE BEST.

    Like

  11. Huwaa akhirnya nemu ff kyuyoung lagi, sedikit sesih karena udah jarang yang ngepost ff kyuyoung.
    Aku suka jalan ceritanya, happy birthday buat authornya, semangat buat lanjutin ffnya

    Like

  12. Chukkae hyo eonni akhirnya hamil juga. Sempet bingung hyo eonni sebenernya hamil 5 minggu atau 5 bulan. Soal.y soo eonni bilang hamil 5 bulan.
    Gk apa2 soo eonni tinggal di rmh choi, itu lebih bagus. Daripada jadi wanita malam terus, itu gk baik apalagi udh di cap sama kyu oppa kalau soo eonni itu miliknya.
    Makin seru aja, jd gk sabar nunggu kelanjutannya.
    Buruan di lanjut yaa unn, aku gk sabar banget soalnya 😊

    Like

  13. dududu, kirain sooyoung yang hamil loh awalnya :v eh ternyata hyoyeon.
    aduu, kisseu kyuyoung hot yaa. bisa lebih hot lagi tak kak? hehe.
    seriously, ga sabar nunggu mereka nikah. dan penasaran juga sebenernya alesan siwon ngelarang kyu abis-abisan buat deketin sooyoung dan keliatan ga suka itu apa. ah, pokoknya next chap up laah kak. udah lama loh ini di postnyaa 😦

    Like

DON'T BE SHY, LEAVE A COMMENT!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s